Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Bias

Cinta itu perkara indah, bukan begitu dengarku dari para pujangga. Sanjung menyanjung meninggi rendah. Memercik rasa di dalam syahdu. Tapi nyatanya, manis tak selalu dikecap kita. Aral melintas menepis suka. Dan aku terpekur terpelatuk iba. Sayang, menjadi satu alasan yang tak terperi. Membiarkan diri kembali bodoh. Pikirku... Cinta selalu bahagia. Senyatanya senyap mengandung luka. Ah... Bias. Kamu memang bias. Terbiasa merayu ayu paras muda. Sadarkah kau luka menyayat perih? Sementara jiwa senantiasa ku peluk. Peluh mereda dengar tawamu. Sial. Jatuh cinta memang bikin kesal, kerap kali aku jatuh sejatuh-jatuhnya jatuh. Membiarkan ada menjadi lenyap, dan ketiadaan bersarang dalam jingga. Senja. Waktuku tak lagi banyak untukmu. Tapi tetap kulakukan, demi kamu... Yang cintanya tetap terbagi. Kamu, mengapa kamu pilih aku tuk kau simpan di sudut hatimu? Sedang aku bukan satu-satunya pilihan dalam ujianmu. Aku bukan A, bukan pula B, apalagi C, ataupun D atau bahkan E. Aku hanya T. Yang ...