Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Tuhan Lebih Tahu

Pagi ini, dingin mendera ku. Rasanya aku nyaman sekali berselimut. Tanpa tahu apa yang akan terjadi, pagi ini aku mengucap syukur dan terima kasih pada Tuhanku. Atas hidup yang masih bisa kujalani. Siang ini, tangisku tak berhenti. Rasanya, aku kehilangan arahku lagi. Kata-kata yang kudengar dari seseorang yang amat kukasihi, berputar di kepalaku. Menjadi semacam anthem di kepalaku. Aku tersenyum dalam tangisku. Berharap bahwa ini hanya mimpi, atau beliau sedang mengerjaiku lewat acara Jebakan Betmen. Haha. Harapan hanya harapan. Disini aku diam, merebahkan tubuhku dikursi menghadap langit. Air mataku terus mengalir tanpa bisa ku berbuat. Tangisku sudah sedikit reda. Namun timbul sesak yang menghambat di paru ku. Aku tertegun. Ingin ku bertanya, ingin ku mengadu, ingin ku ... Ah sudahlah... Mataku kembali basah. Namun ku redam. Biarlah sesak. Tak mengapa. Sekejap lagi, derita ku usai sudah. Tuhan, kau lebih tahu kenapa aku memilih ini.

Untukmu, Untuk Kalian

Aku ingin melupa. Pernah menjadi bagian manis dalam pahit ini. Tolong... Biarkan saja aku tidur. Biar... Tak ada aku pun semua normal, bukan? Lalu kali ini, aku merasa dirampas. Peganganku... Pedomanku... Semua hilang tak berbejak... Lelahku tak jadi penat kalian... Tapi sakit mu menjadi luka yang menganga di benakku. Bilamana, aku memang tak dibiarkan ingin... Tak mengapa, biar saja aku tidur. Toh aku memang lebih suka tidur. Dalam tidurku, aku bisa menjadi siapa aku mau. Sekalipun akhir ini, mimpi ku selalu busuk. Tak apa. Setidaknya. Sakitku dimimpi tak berbekas, pun aku kan lupa ketika mimpi yang manis hadir. Jadi... Ingin kalian kan penuh... Aku hanya akan tidur. Tak usah risau. Kalian lebih senang ketika aku tak ganggu kan? Tidur. Tidurlah.