Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Temui Aku

Akan ada masa, dimana mungkin kamu bukan hal yang pertama ku ingat ketika aku bangun di pagi hari. Percayalah, karena mungkin nanti kamu yang kulihat pertama kali di pagi hari, tertidur memelukku dengan segala kelebutanmu. Akan ada masa, dimana mungkin kamu bukan hal terakhir yang kuingat ketika aku hendak tidur. Percayalah, karena mungkin nanti kamu yang aku ajak bicara dan berbagi hangatnya selimut di malam hari. Tapi sayangku, boleh aku berkata jujur? Aku muak. Muak dengan segala keterbatasan keadaan kita. Aku hanya mampu menunggu, kapan kepastian itu datang? Aku ingin memilikimu, benar-benar menggenggammu. bukan hanya sekedar pengakuan diriku saja. Sayangku... boleh aku bertanya? Siapa aku di matamu? Meski kita saling mengetahui perasaan masing-masing, tapi sampai kapan tanpa ikatan? Aku lelah sayang. Lelah. Jika waktunya tiba nanti, temui Aku. Katakan padaku bahwa aku boleh memilikimu semauku. Sampai saat itu tiba, aku takkan memintamu. Biarkan aku tenggelam dengan perasaan i...

Berujung rindu

Hai! Apa kabar ? Lama tak bersua, bagaimana keadaanmu sekarang ? Baik ? Ku harap Tuhan selalu menyertaimu. 15 bulan... Waktu yang lumayan lama untuk move on bukan ? Yaaaah setidaknya itu yang selalu kupikirkan, nyata nya dengan mengingatmu saja aku selalu meneteskan air mata. Kamu yang datang tiba-tiba pun hilang tanpa permisi. Diceritakan aku sedang gundah gulana, memikirkan ia yang pergi karena wanita pilihan hatinya. Tak mengapa, perjalanan ku masih panjang. Hanya sedikit tak terima, lelaki banyak janjinya. Lalu kamu datang, tak pernah tawarkan janji, hanya tawarkan ajakan. Ajakan untuk lebih menikmati dunia. Oh tentu... Aku dijatuh cintakan padamu. Dua bulan terasa singkat mengenalmu, dan kamu pun akhirnya menawarkan status yang tentu saja aku sambut bahagia. Siapa yang tak bahagia ditembak pujaan hati ? Setidaknya itulah pikiranku dulu. Sampai ternyata... 8 bulan bersama aku kembali dikhianati. Rupanya mulutmu lebih berbisa dari ular derik. Tuhan! Aku salah mempercayai. K...