Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Sebiji Pisah

Kubisikkan pada malam, kutitipkan, rindu, bahwasanya mulai detik ini tugasku telah usai. Kuikhlaskan. Aku yakin aku telah amat sangat menyakitinya. Tapi itu untuk kebaikannya. Ku doa pada Tuhan, beri ia seseorang yang patut mencintanya sepantasnya. Jangan biar ia merasa sepi barang senapas pun. Bahagia nya bagaimanapun telah, adalah, dan tetap menjadi bahagia ku. Selalu, dan selalu. Berbahagialah. Cinta. Rindu ini semakin menjemu. Daya ku tak berupaya. Peluhku telah beku dengan dingin yang memabukkan. Aku merindunya. Merindu terlelap dalam dekap hangatnya. Menatap lentik bulu yang berderet rapi di matanya. Merasakan lembut dengkurnya. Dan mengecup bibirnya yang tertelungkup. Mencuri cium yang melenakan jiwaku. Jika tak begini, aku akan selalu tuntut ia berubah menjadi mau ku. Padahal di tubuhnya ada jiwa dan pemikiran bebas yang selalu ia liarkan. Jika tak begini, aku akan selalu ingin diamkan ia supaya selaras dengan tuturku. Padahal di hatinya ada cinta yang tak perlu ditakluk unt...