Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Sing Me To Sleep

Dear, my dearest. I had something to tell you, it's not about us. It's me. Dear, my dearest. I am a shadow, to my 3 am night. Will you still love me? Dear, my dearest. I am a wind, a gust that will ruin your hair. Will you be okay? Dear, my dearest. I am that brightest star, a lonely in a huge tormented sky. Will you be fine? Dear, my dearest. I am that falling rain, mess your looks when I touch you. Will you not be scared? I am me. The freak. The eremophobic. The weird one. Filled with loneliness. Filled with hatred. Loss of loves. Damned. I am that night, gives you the creep to your bones. Will you still stay? Dear, my dearest. I am the one who loves you fully. The one who'll stay whatever you are. Will you love me the way I do? Dear, my dearest. Sing me to sleep tonight, so that I'll know what you feel for me. Let me sleep into your lullaby. Dear, my dearest. Am deeply, madly in love with you. -t

Kamu lebih

Aku suka puisi, tapi aku lebih menyukaimu. Puisi meredakan emosi ku, kamu menghilangkannya dengan senyummu. Aku senang membaca puisi, tapi aku lebih menyenangimu. Puisi memberikan ide, kamu memberikan kehidupan. Aku cinta puisi, tapi aku lebih mencintai kamu. Puisiku bercerita tentang mu, dan kamu adalah puisiku itu sendiri.

Time Will Tell

Am a hopeless one. Always wanted to be something but ended up nothing. But, then I see a light inside your eyes. Shining like a burning flame. Just like a moth, drawn to a flame you lure me in. And am trapped inside your heart. At first, you make me feel a good side of you. But then I realized that you had your own darkness. I could feel it in your cold glare, shot me right in the heart. I don't feel loved anymore. Back to the hopeless one. Then you came out, hug me tightly that I'll broke into pieces. Like, really? Honey I don't get it. Who are you? Why are you acting like a jerk when you are really a fluffy one? Where's your true persona? Which one do I had to trust? Don't make me confused. Don't kill me with kindness. Don't cover my eyes with your hands full of lies. Tell me the truth, even if it would suffocate me. Do you really love me?

Labuhan bisumu

Hai! Kurasa, kita sudah lama bersama bukan? Ah tidak tidak, mungkin lebih tepatnya sudah lama aku "mengikutimu". Ya! Semenjak aku melihat akun mu di media sosial, tiada hari terlewat tanpa aku men- stalk akun mu. Ooopssyy, maaf jika kamu tak berkenan. Hanya, itulah caraku berinteraksi denganmu. Hal pertama yang terlintas di benakku ketika melihatmu, adalah tajam tatapmu. Ngeri. Setiap kali aku ingat lirikan serta kerlingan matamu, ingin rasanya aku mengubur dalam-dalam diriku. Seakan aku ditelanjangi oleh jiwamu.  Hal kedua yang kerap hadir di pikiranku ketika mendengar namamu, adalah senyum manis yang seringnya hanya tertuju pada gadismu. Seakan hatiku ikut meleleh menyaksikan senyum itu. Hal ketiga yang selalu menjadi candu ketika aku melihatmu, adalah tingkahmu yang selalu dingin pada gadis yang mencoba merayumu. Duh, bahagia hatiku pabila selalu kau jaga cintamu untukku. Hal keempat yang selalu dan selalu menjadi lagu sebelum tidurku, adalah renyah tawamu dikala gadismu c...

Your Type pt. 2

Aku bukan penyuka senja seperti dirimu dan ia, aku hanya menyukai fajar. Bagiku fajar selalu memberikan harapan baru untuk menjalani hidupku. Aku bukan pencinta diam maupun bising. Aku keduanya. Aku lah diam yang mendamba suara. Aku  mengharap diam dalam bising dan menunggu bising dalam diam. Aku bukan rupa maupun wujud. Aku hanya aku yang belum mengetahui siapa jati ku sebenarnya. Melihatmu, memilikimu, aku takkan mampu. Mencintaimu dalam diam, itu hobiku. Bercerita pada bulan dan bintang, ahahaha tentu saja itu kebiasaanku. Menggilai suaramu. Menyedihkan bukan menjadi seorang pengecut?  Sayangku, aku bukan pencinta yang romantis. Lidahku kerap kelu mengucap kata cinta. Jariku kerap kaku kala ingin mengenggam tanganmu. Ah sudahlah. Hidupku hanya memuja. Pemuja. Pengagum. Baiklah, sampai sini saja. Aku menginginkanmu. Mencintaimu.

Are we out of the woods, yet?

Honey, it's been awhile since last time we talks a lot. Lately I've been feeling like a distant stranger. Is it only in my mind? Or is it what's been happening? We used to talk a lot about stuff in our lives. Games, music, friends, etc. but why does I felt like we're avoiding each other? Dear my dearest, i deeply, madly in love with you. Every little change in you will made a lot impact in my mind. I know something is wrong. I know it. Dear my dearest, will we gonna make it? I don't think so. Could you just talk to me like we used to? I miss you. Miss you so bad hun. Please, can we make it? Can I amend it? I Love you. Can't lose you. Please.

Your Type

Bilamana kamu menginginkan gadis yang senang menghirup aroma kopi sambil berbincang di tengah hujan. Mungkin aku harus mundur. Aku hanyalah gadis yang senang berlari di tengah hujan! Bilamana kamu mencintai gadis yang dengan asyik berbincang dengan mu perihal sepak bola. Apa bisa ku yang hanya lebih senang bermain games  berbasis RPG di gadget  ku? Bilamana kamu lebih menyukai gadis yang secara dewasa mengerti semua kesibukanmu. Mungkin aku harus pergi, aku hanyalah gadis yang selalu senang dengan pesan singkat kabar darimu. Bilamana kamu lebih senang dengan gadis popular dan foto instagram nya ribuan pengikut beserta cek in di tempat yang terkenal bersama kawan-kawan hits. Mungkin ini saatnya aku sadar, aku yang lebih suka menulis agar suaraku tak lekang waktu tak mampu bersaing dengannya. Bilamana kamu lebih ingin bersama perempuan yang cantik, semampai, putih dan berambut indah. Apa dayaku yang berpipi tembam, bergingsul dan mencoba berhijab? Bilamana kamu lebih senang berb...