Hai! Kurasa, kita sudah lama bersama bukan? Ah tidak tidak, mungkin lebih tepatnya sudah lama aku "mengikutimu". Ya! Semenjak aku melihat akun mu di media sosial, tiada hari terlewat tanpa aku men-stalk akun mu. Ooopssyy, maaf jika kamu tak berkenan. Hanya, itulah caraku berinteraksi denganmu.
Hal pertama yang terlintas di benakku ketika melihatmu, adalah tajam tatapmu. Ngeri. Setiap kali aku ingat lirikan serta kerlingan matamu, ingin rasanya aku mengubur dalam-dalam diriku. Seakan aku ditelanjangi oleh jiwamu.
Hal kedua yang kerap hadir di pikiranku ketika mendengar namamu, adalah senyum manis yang seringnya hanya tertuju pada gadismu. Seakan hatiku ikut meleleh menyaksikan senyum itu.
Hal ketiga yang selalu menjadi candu ketika aku melihatmu, adalah tingkahmu yang selalu dingin pada gadis yang mencoba merayumu. Duh, bahagia hatiku pabila selalu kau jaga cintamu untukku.
Hal keempat yang selalu dan selalu menjadi lagu sebelum tidurku, adalah renyah tawamu dikala gadismu cemberut manja dihadapanmu. Mungkin aku akan selalu cemberut agar tetap mendengar tawamu.
Hal kelima yang selalu menjadi halanganku, adalah aku hanyalah masa lalumu. Aku hantu dari gadis yang pernah menyakiti hatimu sedemikian rupa. Tak jarang membuatmu diam membisu seakan tertampar tajam amarahku. Dan lebih seringnya tatap kesepian yang kau tujukan padaku.
Ya... Aku adalah gadis itu. Gadis yang dahulu pernah selalu kau perjuangkan. Gadis yang dahulu selalu membuatmu merasa menjadi lelaki yang serba salah. Gadis yang selalu menjadi labuhanmu tuk membisu, tak mampu berargumen denganku. Hingga akhirnya aku sadar, betapa aku mencintaimu... Dan tak tega melihatmu menangis lagi. Hingga akhirnya, aku harus tinggalkanmu. Bersama luka dan perih yang selalu kau tanggung seumur hidupmu. Aku telah mati, ketika pada akhirnya aku tak mampu memperjuangkan hidupku.
Dan aku terlelap begitu lama, hingga suatu saat aku terbangun sebagai bayi yang baru lahir. Berteriak dan mengaduh kemana kehidupan lamaku. Tuhan menyayangiku, mempertemukan ku kembali bersama mu, sebagai keponakanmu.
Komentar
Posting Komentar