Marriage.
Aku kadang ngeri mendengar kata ini. Bagiku pernikahan bukanlah suatu tujuan. Karena, dalam pikiranku, pernikahan adalah sesuatu yang tidak sesakral itu. Kenapa? Mungkin karena aku ada didalam sesuatu yang mereka sebut perceraian. Didalam artiku, pernikahan yang se-kramat itu bisa hancur hanya karena pihak lain yang mungkin dirasa lebih menggoda. Jadi, untuk apa menikah jika kita tetap menganut pada prinsip "jodoh siapa yang tahu"?
Sampai sekarang, aku masih tidak mengerti kenapa teman-teman ku bersikeras ingin menikah muda. Pasalnya, untuk menikah, buatku, bukan hanya perkara menghalalkan pacaran. Bukan hanya menghalalkan "ena-ena". Bukan hanya menghalalkan kontak fisik yang selama ini mereka damba. Lebih dari itu, sesiap apa kamu untuk mengurus orang lain yang katanya kamu sayangi? Salut, pada mereka yang memutuskan untuk menikah muda. Berani sekali. Di usia yang bisa dibilang belum matang berpikir dan pengalaman berkomunikasi yang pastinya sedikit lebih minim ketimbang mereka yang memutuskan menikah di usia yang lebih tua, mereka mengambil langkah sebesar itu. Apresiasi. Tapi jangan kira tidak banyak rintangan. Di setiap pernikahan akan selalu ada tantangan yang bahkan mungkin bisa mengubah cinta jadi benci. Berhati-hati.
Namun, setiap manusia memang memiliki waktunya semasing. Aku tidak memiliki kuasa untuk menghakimi seperti apa kehidupan yang mereka pilih. Jadi ya sila, jika dirasa waktumu sudah sampai. Segerakanlah.
Khusus buatku, jangankan untuk menikah, mempercayai seseorang saja aku kepayahan. Apalagi membiarkan hidupku bergantung pada seseorang. Pengalaman, mengajarkanku bahwa cinta memang luar biasa, tapi dia seperti pedang bermata dua. Bisa baik, bisa buruk. Ibu dan bapak ku menikah sekitar 31 tahun yang lalu. Setelah dikaruniai 4 kepala manusia, bapak ku memutuskan untuk menikah dengan perempuan lain. Alasannya sampai detik inipun aku belum paham. Hanya saja, karena ini, aku kurang mampu mempercayai pernikahan itu apa. Hehe. Hati manusia itu sangat rentan, kau tahu? Mengerikan ketika kita berusaha percaya tapi kita tak pernah tahu sebenarnya apa yang ada di pikirannya.
Karena itulah, ketika sebagian besar teman-teman ku ingin segera menikah meskipun mereka belum bertemu dengan calonnya. Aku, malah berpikir ingin pergi ke Peru. Ingin makan cokelat di Belgia. Ingin mencoba ramyeon beserta kimchi dan kimbap di Korea. Ingin mengunjungi tempat lahir Takahiro Moriuchi. Dan ingin kesana-sini sebelum mungkin nanti berubah pikiran untuk menikah. Atau mungkin nanti ketika ada seseorang yang akhirnya bisa membuatku ingin segera dipersunting. Hehe.
Percayalah.
Komentar
Posting Komentar