Layu. Bunga tlah layu. Hilang sudah. Mau bagaimana lagi? Bunga tak mampu tahan! Siapa yang patut disalahkan? Semua bungkam! Terkunci rapat mulut mereka. Sedang pemilik merasa ironi. Tak kurang kasih dan sayang ia siramkan. Jiwanya guncang. Saat sang bunga melayu mati. Semua nyinyir. Bunga masa depannya hancur. Karena ia jatuh pada kumbang yang salah. Karena ia serahkan jiwanya pada angin yang tak tepat. Karena ia cinta pada bulan yang tak berinya apapun. Semua salah bunga. Dan mereka sepakat. . . . . . Bunga melepas luas peluknya. Karena ia lebih pilih tanah tuk sisa waktunya. Dan bunga bahagia. Dalam matinya.
An extraordinary-rare-differentthinker-young girl. Eremophobia.