Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Bunga

Layu. Bunga tlah layu. Hilang sudah. Mau bagaimana lagi? Bunga tak mampu tahan! Siapa yang patut disalahkan? Semua bungkam! Terkunci rapat mulut mereka. Sedang pemilik merasa ironi. Tak kurang kasih dan sayang ia siramkan. Jiwanya guncang. Saat sang bunga melayu mati. Semua nyinyir. Bunga masa depannya hancur. Karena ia jatuh pada kumbang yang salah. Karena ia serahkan jiwanya pada angin yang tak tepat. Karena ia cinta pada bulan yang tak berinya apapun. Semua salah bunga. Dan mereka sepakat. . . . . . Bunga melepas luas peluknya. Karena ia lebih pilih tanah tuk sisa waktunya. Dan bunga bahagia. Dalam matinya.

Star-Crossed Lovers

Aku pernah mencinta. Sangat cinta. Mungkin cinta mati. Atau mungkin juga cinta hidup. Entah. Pun, aku tak tahu bagaimana rasanya padaku. Bagaimana caranya memandangku. Pun, bagaimana caranya menginginiku. Atau sejujurnya dia tak pernah ingini aku? Entah. Mungkin, aku yang terlalu banyak harap dan imaji padanya. Sehingga meminta semesta raya mengamini serta merta semua puji-pujianku padanya. Atau juga... Kita saling rasa sesuatu yang tak pernah bisa kita genggam sama-sama. Kita saling mengaminkan semua kejujuran diri tanpa pernah saling tatap karena keterbatasan waktu, ruang, dan tempat? Kita saling menjanji untuk seiya dan sekata meski tak pernah terucap satu pun lain? Entah. Yang ku tahu, rasaku, sedikit sulit untuk dilupa. Sangat sebetulnya jika harus ku katakan. Ingin aku berlari mengejarnya, tak peduli dengan carut dan marut keadaan. Hanya saja, aku siapanya dia? Bagaimana, kalo selama ini ternyata aku yang rasa? Hmmmmm... Kenalku pertama kali, entah bagaimana. Aku tak ingat...