Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

CodeName

Hur många gånger måste jag berätta för dig? Om det inte är med mitt kodnamn. Då är historien inte rätt. Jag låter dig veta det hela tiden. Det är därför jag använder mitt kodnamn, kanske förstår du det. Du vet historien bakom namnet. Du frågar mig vad skulle jag ha? Jag vill inte ha någonting. Det gör bara ont för att veta det faktum. Att jag inte visste vad du ville ha. Vad du vet. Som om du inte ville ha mig, men du fortsätter att dra mig. Jag vet att vi inte kunde vara tillsammans. Eftersom detta bara är ensidigt. Men vad vill du ha? Jag saknar dig. Jag gör verkligen. - SeRa

Sesaat

Sesaat aku terdiam. Pandanganku terkunci, pada senyum di wajahnya. Senyum yang dapat melelehkan hati gadis yang melihatnya. Raut wajahnya yang sarat kelakian. Matanya yang terbingkai sebuah kacamata berframe hitam. Rambutnya yang tebal dan berantakan. Oh, jangan lupa, bulu matanya yang panjang. Sulam bulu mata dimana dia? Bikin kesal! Seumur hidupku, aku selalu mencari, melepas, mencari, melepas, dan akhirnya aku menemukan. Sesuatu yang entah bagaimana bisa begitu pas dijemariku. Genggamannya. Suara yang begitu menyenangkan hatiku. Suaranya. Peluk yang tak hanya menghangatkan tapi mengamankan. Rangkulannya. Ya. Dia. Dia. Dia. Tanpa puji, tanpa rayu. Dia berhasil. Berhasil apa? Menelanjangi hatiku. Menelanjangi semua masa laluku. Dan menerawang semua masa depanku. Aku penasaran, sepertinya dia cenayang yang menyamar! Entah, hanya dengan tanyanya aku bisa selancar itu menjelaskan apa yang kurasa. Yang selama ini selalu kututup rapat dari siapapun. Hanya dengan sedikit senyumnya, aku b...

Mencari

Siang ini, aku masih dirumahnya. Menunggui dia yang sedang terlelap. Lelakiku begitu manja. Manja sekali. Hanya saja, dia berlaku manja padaku seorang. Entah kenapa, tanpaku, dia selalu menjadi lelaki yang kuat. Mungkin berpura kuat. Tapi denganku, dia selalu ingin dirawat. Ingin aku perhatikan. Gemas. Ditengah tidurnya dia terbangun, mencari aku yang duduk di ruang sebelah. Dia menghampiriku dan menidurkan kepalanya di pangkuanku. Seraya menggerutu kemana aku pergi. Aku hanya tertawa. Semakin senang menggodanya, aku tanya dia "kalo suatu saat nanti aku pergi, kamu mau cari aku ga?" dia segera membuka matanya, lalu menerawang mataku. Seraya membalas "mau pergi kemana?" lalu aku tertawa melihat wajah linglungnya, aku jawab "ya kemana aja" lalu dia langsung menganggukan kepalanya beberapa kali menandakan bahwa ya dia akan mencariku. Aku tertawa geli, seraya mengelus rambutnya. Dan dia kembali pada lelapnya. Aku menatap matanya yang tertutup lekat. Dan terse...

Amnesia

Selepas kamu pergi, ada satu semburat luka yang menganga di ulu hatiku. Kamu pergi tinggalkan luka. Tak seperti saat aku mengenalmu, katamu kamu takkan lukai aku. Justrunya, kamu lah yang paling menikam jauh ke dalam sanubari. Iya. Kamu. Yang telah tinggal lebih dari satu putaran bumi terhadap matahari didalam hariku. Kamu. Yang telah menyembunyikan separuh jiwaku selama lebih dari ratusan hari. Kamu. Yang pergi tanpa kata bersama yang baru. Mungkin, dia mampu berikan sesuatu yang selama ini selalu aku abaikan. Mungkin, dia lebih mampu temani rumit pikiranmu kala deadline kerjamu mengejar. Mungkin, dia lebih menarik bagimu daripada aku yang selama ini kamu amati. Tak mengapa. Pergilah. Dan. Jangan kembali. Mataku menatap jauh, pada saat-saat kamu berusaha mencariku, menggapaiku, memilikiku, hari dimana kamu berusaha untuk menjadikan aku kekasihmu. Yang nyatanya, sekarang kamu lepas begitu saja. Kawanku menanggapi, syukur aku terlepas dari jeratmu. Mereka tak pernah sukai tentangmu. ...

Tak Patah

Iya, aku paham maknamu. Kubiarkan angin menyelisir tepat dari lukaku. Takkan kuizinkan sesiapapun ambil tempatmu. Biar, biar luka yang membasuh kita menjadi setara. Aku mengerti rasamu, sedikitnya. Membuncah sepersekian detik pun rasa ini tidak. Biar waktu yang merawatnya. Biar lalu yang menjadi kawannya. Sampai saat nanti, kira ku kita akan tetap sama. Lupakan. Kumohon lupakan rasa ini jika kamu merasa berat menyesakkan dadamu. Kita memang lebih baik seperti ini. Aku takkan mengenangmu sebagai sesuatu yang asing, bagiku, tetap ada dijiwa ini rasapun. Takkan berkurang, mungkin berlebih. Kamu tak perlu risau, aku sudah banyak berlatih. Tak ada satupun bagian hatiku yang patah. Karena sejak awal memang tak ada yang utuh. Terima kasih, atas rasa sejuk yang menjiwa ini. Aku mencintaimu. - SeRa

Stranger Things

Dan, pada akhirnya aku menghampa menunggu kabar. Tak jua aku menemukan titik terang. Inikah jawabnya? Inikah akhirnya? Jika benar, mari, kita sudahi temu ini. Agar tak ada luka menyembunyi jadi suka. Agar tak ada harap berpura hilang ingatan. Kita memang sepasang asing, bertemu dalam lintas waktu tak terarah. Belum tentu mau menjadi harap. Belum tentu suka menjadi cinta. Kita memang sepasang asing, yang senang mempelajari satu sama lain. Belum tentu pikir kita sama. Belum tentu ingin kita satu. Kita memang sepasang asing, yang jatuh pada pelukan kata. Belum tentu makna kita serupa. Belum tentu arti kita selaras. Kita memang sepasang asing, bersama dalam ketidakpastian rasa. Belum tentu ucap kita harmoni. Belum tentu tulis kita sejiwa. Ya... Kita memang sepasang asing. Dan entah bagaimana, aku menemukan diriku menatap langit yang menaungi sama denganmu. Serasa, kamu juga sedang menikmati apa yang sedang kurasa. Padahal, aku tak tahu, bagaimana perasaanmu? Aku tak hapal, bagaimana i...

Jawaban

Hej, ada beberapa kesalahan yang aku buat. Mungkin menyakiti hatimu. Aku pergi darimu, bukan karena seseorang. Apapun yang membuatku menulis beberapa postingan terakhir, itu hanya apa yang sedang ku reka ketika mengunjungi beberapa kedai kopi. Aku merasa sedih jika kamu merasa bahwa pergi ku karena aku lebih memilih seseorang yang selain kamu. Padahal, hatiku masih saja memilihmu, sekalipun kamu entah berada dimana. Tapi, jika memang aku telah menyakiti hatimu, aku meminta maaf. Tiada maksudku begitu. Pergi ku adalah, untuk membuatmu rindu padaku. Betapa inginnya aku berkata aku rindu padamu, rindu mengganggumu dengan semua rengekan kekanakan ku. Seharusnya kamu tahu itu. Tapi mungkin, semua yang sudah kukatakan padamu tak sampai makna nya. Tak mengapa. Aku yang salah. Aku meminta maaf. Jika benar itu jawabanmu, maka aku menerimanya dengan perasaan yang teramat lapang. Setidaknya, aku sudah tahu apa jawaban dari semua tanyaku sebelumnya. Sekali lagi, aku meminta maaf. Jika ada...

Dari SeRa untuk kamu

Nyaman itu, bisakah dibeli bahkan oleh waktu? Kurasa tidak, bahkan kenyamanan tidak bisa dibeli oleh wujud. Sungguh, aku merasa bahwa aku bisa menerima kenyamanan itu dengan berbincang denganmu. Tapi, aku tahu aku tak boleh berharap padamu. Aku bukan sesiapamu. Aku bukan nyamanmu. Dengan begitulah aku mulai kembali percaya bahwa manusia adalah hal yang layak untuk dicintai. Aku merasa bahwa siapapun kamu, dimanapun kamu berada, bagaimanapun wujudmu, aku telah dijatuh cintakan padamu. Apakah kamu keberatan? Jika kamu berkeberatan, aku akan pergi. Aku takkan tega mengganggu semua kedamaian hatimu. Hanya ada satu yang perlu kamu tahu, aku menyukaimu untuk semua yang ada di dirimu. Meskipun wujudmu disembunyikan Tuhan dariku. Bolehkah aku sedikit berharap bahwa aku akan bisa membahagiakan kamu? Kamu membuatku merasa bahwa aku boleh memiliki harapan. Karena itu, aku selalu merasa senang dengan semua perlakuanmu, perkataanmu. Jika kamu memang tidak berkenan, aku akan pergi dan...

Extravagant

Late lunch hour, I drag my feet to your places. You warm my gloom day just by your smile. Accidentally, we wore red clothes. They woo us, your friends, for our shyness. You brew me a cup of cappuccino, and ask me to sip it. Bitter. And. Plainly milk is all I've taste. You smile, humming Six Degrees Of Separation by The Script. You reach my hand, and hold it. You smiled. I love seeing you smile. As if those smiles were made of and made for just myself. You tell me that you're in love with The Script's song. You sang it all the time. Saying that you were there once. Then I ask you, what for now? You told me "I'm happy now" and hold my hands even tighter. I smile. You're joking right? Why does there's something overwhelming my heart and I felt a lot of butterflies in my belly flying nowhere? And now Maybe Just ... Maybe You caught me off guard. Never knew that I could fall for ya this quick. I'm trying hard not to fall in love with you...

Time Warp

You called me, and tell me that you already are in front of my boarding house. I rush myself to my bedroom, and use a slight make up to brighten up my face. I walk myself down, to you. And see you there, smiling. I smile too. We hop into the road and cold starts to take places. I ask you to take me to a shopping center. We arrive and we went in. We talk a lot, We laugh a lot. And, you hold my hand. I ask you a silly question, "Why are you holding my hands as if I'm gonna run away from ya?" And you smile nervously, saying that you pity my hands for being cold. And I couldn't deny it. Moreover, I love being held by you. You held me tight as if you're gonna lose me. We decided to stop by a coffee shop and sip your bitterness pleasure. We laugh, We tickle ourself, We're losing track of time. Talking with you for almost 5 hours feeling like it was only 5 minutes. You are a time warp. Warping me up to my future. With you, I'm feeling as i...

Ours

He enjoys coffee more than he enjoy me. He loves to smell coffee more than to smell me. He is a barista. From unknown places. He is a man tricked by life. He like to stay awake in the middle of the night, just like I always do. He spends most of his time to learn art of latte. He sips his coffee and said coffee's bitter better than life. He is a human being whose in love with nature being. He asks me to waste some of my time on him. So I gave it to him. I spend almost 12 hours with him. Then, turns out to be he fell for his charm. And... Me too. - CoffeeShop

Hej, från den här sidan!

Hej! Maaf kalau aku baru sempat menulis lagi setelah sekian lama aku tak menyapamu. Bagaimana harimu? Ku harap semua tetap berjalan lancar. Ah, apa kau merindukanku? hahaha ku harap begitu, aku sangat merindukanmu. Sejak terakhir kali aku menulis, ada banyak yang terjadi. Kini, aku tak lagi memikirkan tekanan-tekanan yang selama ini aku rasakan. Aku berusaha menerimanya, memeluknya dan berteman dengannya. Aku juga sudah banyak berbicara dengan ibuku, dimediasi kakakku sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kita berdua. Aku rindu berbicara hal yang tidak penting denganmu. Tapi keputusanku sudah bulat dan aku tidak akan berusaha mencarimu lagi. Biar rasaku jadi urusanku saja. Lalu, apa alasanku tetap menulis di sini padahal kamu pasti bisa membacanya? Tak ada. Aku hanya ingin kamu tetap menunggu dan membaca tulisanku. Perasaan yang timbul saat kamu tahu ada yang menunggumu itu luar biasa, kau tahu? Ah, kemarin malam aku sempat bertemu dengan teman baruku. Dia me...

Akhirnya

Wah! Malam ini aku senang, akhirnya, AKHIRNYA! Aku dapat membaca salah satu tulisanmu. Tuhan, tulisanmu apik sekali. Sangat jelas bahwa kamu sudah banyak menulis dan berlatih dibanding aku yang amat amatiran ini. Hahaha. Malam ini juga, banyak yang terjadi semenjak aku memutuskan untuk tak pernah lagi mengganggumu. Tapi setidaknya, aku sudah memberikan beberapa kenangan untukmu agar ingat bahwa ada aku yang mungkin saja tidak secara kusadari telah kagum pada sosokmu. Dan... Aku jatuh cinta pada tulisanmu.  Untuk kamu tahu, pola tidurku masih saja buruk. Bahkan memburuk mungkin karena tidak ada kamu yang membujukku untuk tidur. Tidak ada kamu yang akan merengut jika aku masih saja membalas pesanmu kala subuh sudah menjelang. Haha. Tapi aku masih selalu menyempatkan diriku untuk tidur dan mengistirahatkan batin serta ragaku. Meskipun tak seberapa. Hahaha. Tapi setidaknya kini aku sedang berusaha untuk mengubah pola pikirku. Sekalipun kita sudah tidak pernah berbincang ke...

Selepas Hujan

Malam ini, merupakan malam yang menyenangkan. Bagaimana tidak? Hari ini aku bisa berkumpul bersama kawanku dan menghabiskan malam dengan berbincang, tertawa, berbincang, menertawakan, begitu sampai kantuk merasa malu untuk menunjukkan dirinya. Ah, apa kabarmu dan kawanmu? *loh Jadi, aku hari ini pergi ke salah satu puncak acara. Namanya Bon Voyage, acara puncak dari Forsi yang diadakan di kampusku. Lepas isya, kami bersiap untuk mengantri dan masuk kedalam lapangan yang sudah dipersiapkan. Ketika kami datang, kami disuguhkan dengan beberapa band kampus. Setelah semua perjuangan menahan kantuk dan menahan pegal di kaki. Kami disuguhkan dengan band kenamaan di Indonesia. Naif. Kami mengikuti irama dan membaur dengan segala bebauan malam itu. Hahaha. Percayalah, bahwa saat itu meskipun bau kentut dan ketiak menjadi harmoni tak jua kami indahkan. Hahaha. Yang menjadi kesukaanku adalah kala Sore menyanyikan lagu Sst. Untuk kamu. Itu khusus. Juga, saat Naif menyanyikan lagu Benci Untuk ...

09112017

Hari ini, hujan turun seharian. Membasahi apa-apa yang menutup jalannya juga memberikan sensasi dingin yang membuatku enggan beranjak dari selimutku. Aku membuka mata tepat pukul 06.31 pagi ini. Menggumam dan berpikir apa yang harus aku kerjakan hari ini, apa yang harus aku makan hari ini dan segera bangkit mengambil botol minum yang semalam sudah kuisi penuh dengan air putih dan sengaja kuletakkan disamping tempat tidurku. Sembari menenggak air putih, aku membuka gawaiku yang semalam sudah ku isi dayanya. Menggerakan jariku dilayar gawaiku keatas dan kebawah mencari pesan, kalau-kalau ada yang penting. Tapi seperti biasa aku hanya mendapatkan pesan notifikasi games dan promo dari beberapa brand yang kuikuti di LINE. 5 menit kemudian... Aku menggeliat dan bangkit dari tempat tidurku. Kutarik kekanan tirai yang menutupi jendelaku, diluar hujan turun dengan cukup lebat. Dingin. Dengan tertatih aku menuju kamar mandiku. Mataku masih sembab. Aku menangis semalam. Keputusanku untuk...

Pamit

Pada akhirnya, aku hanya mampu pamit. Mengenalmu untuk beberapa waktu membuatku amat sangat senang. Maaf, aku banyak merepotkanmu. Percayalah, aku sangat menikmati saat-saat berbincang denganmu. Entah itu percakapan serius atau tidak. Entah itu percakapan berat atau ringan. Berbincang denganmu rasanya membuatku tak ingin menyudahinya. Dan senang karena kamu selalu antusias membalas, juga menunggu postinganku. Kuharap, kamu tak pernah bosan menanti tulisanku. Ingat, angin malam takkan pernah baik untukmu. Tapi sepertinya itu kesenanganmu ya? Tak mengapa, yang penting jaketmu jangan sampai lepas menghangatkanmu. Aku khawatir, nanti tidak ada yang mengingatkanmu bahwa angin malam tak pernah baik. Namun, kamu sudah cukup dewasa untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Ah, aku tahu. Aku hanya seorang penyusup yang minta ditemani untuk beberapa saat. Karena aku tahu, aku tak pernah bisa lebih dari sekedar kawan untukmu. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Menjadi sese...

Playlits #2

Hahaha jadi kerajinan ganti-ganti playlist akhir-akhir ini. Gara-gara siapa hayo? Tanggung jawab sini! 1. Sia - Cheap Thrills 2. Lenka - Shock Me Into Love 3. Khalid - Young Dumb & Broke 4. Troye Sivan - Happy Little Pill 5. Birdy - Growing Pains 6. Foxes - Night Glo 7. YUI - Separation 8. Kygo - Stranger Things (ft. One Republic) 9. My Chemical Romance - The Sharpest Lives 10. Colony House - Sillhoute 11. Lana Del Rey - Summertime Sadness 12. Panic! At The Disco - This Is Gospel 13. Dashboard Confessional - Vindicated 14. Rita Ora - Young, Single & Sexy 15. Ed Sheeran - I'm A Mess 16. Demi Lovato - In Case 17. Rihanna - Russian Roulette 18. Coldplay - The Scientist 19. Owl City - The Saltwater Room 20. A Rocket To The Moon - Ever Enough bonus track #1 Sheila On 7 - Dan #2 Ellie Goulding - Army #3 Melanie Martinez - Mad Hatter

Starving

Entah dimana harus aku memulai, jalanku rasanya sudah sangat jauh. Tertatih, aku menjalani hidup yang sedang aku jalani. Terseok, bahkan langkahku terkadang tak dapat kupaksa. Melewati setiap malam, terkadang menangisi betapa bodohnya diri ini. Bukan aku tak jujur, hanya terkadang perkataan memang sering lebih membekas. Aku tak menyalahkan sesiapapun. Dalam hal ini, kita semua tak sedang menghakimi siapa benar atau salah. Kita sedang belajar menjalani apa-apa yang sudah tertulis, pun apa yang menjadi pilihan kita. Malam-malam ini sama seperti minggu yang sudah-sudah. Terkadang kita memaksa untuk melakukan segala sesuai mau kita. Padahal, apapun itu ada instruksinya. Kita terlalu angkuh untuk mau peka terhadap lingkungan kita. Dan kita terlalu sering menutup mata untuk mereka yang sedang berusaha menggapai tangan kita. Malam ini, saya sedang berusaha menahan diri. Untuk tidak pingsan, untuk tidak meluapkan amarah yang ada, untuk tidak bertindak diluar nalar. Saya sedang berusah...

Ending Story

Kala Malam berteriak menjemput tidur ku Aku tetap disini Menanti kamu dan semua pengharapanku Tapi Kamu tak juga menghampiri Hilang bersama semua janjimu Biar aku tetap menyayat hatiku Kini Kamu bilang aku tak perlu memikirkan Padahal kamu tahu Sedetikpun pikiranku penuh usahamu Walau Semua seakan tak sejalan ingin Memang takdir tak sesuai nasib Kita berusaha melepas tahan Hey Apa yang akan terjadi jika suatu saat Kita berdua bercengkerama? Bisakah aku melihat manis senyummu? Atau Bolehkah aku terlelap dalam pelukmu? Bolehkah aku berlama menatap tulus matamu? Agar perasaan ini seraya kamu dapat resapi Sebelum Aku pergi dengan semua luka Kamu kembali dengan semua pedih Mungkinkah selama ini kita sedang mencari? Dan Kamu pergi berharap aku tiba Aku datang berharap kamu mencariku? Atau selama ini hanya aku yang rasa? Sedangkan Jiwaku melenguh memanggil kamu Yang namanya masih dirahasiakan waktu Tak bolehkah aku mengetahui? Hingga Kamu berusaha, aku ber...

Guess

Menjadi seorang Tieya Aulia, mungkin bagi beberapa orang itu mudah. Hanya perlu mengikuti semua alur yang ada dan menjadi manusia yang berguna. Tentu, hidupku akan menjadi sebegitu mulusnya pabila aku menuruti semua kemauan orang di sekitarku. Aku tak memiliki pilihan. Mau pun tak mau aku harus melakukannya. Tanpa mereka sadari, aku juga seonggok jiwa yang memiliki duniaku sendiri. Tak peduli, semua akan menuntutku patuh pada apa-apa yang mereka kehendaki. Ketika aku salah, makian sudah menjadi hal yang harus mau aku terima. Apabila aku melakukan sesuatu yang benar, ya memang itu sudah seperti seharusnya. Tak perlu ada apresiasi yang berarti, karena memang itu sudah menjadi kewajibanku. Mungkin, yang selama ini aku cari adalah penerimaan. Bahwa tak mengapa aku gagal, tak mengapa jika terkadang aku ingin memilih jalanku sendiri, tak salah jika aku bersimpuh kelelahan dan berusaha untuk meyakinkan ku bahwa menangis adalah suatu hal yang manusiawi. Mungkin hanya sekedar itu. Tapi, di...

Playlist

Luarbiasanya cinta, bisa bikin aku mengubah semua lagu yang biasa ada d i recently played gawaiku. Iya. Aku mulai mendengarkan lagu-lagu yang biasa kamu dengar. Meski tak semua. Aku ingin lebih mengenalmu, lewat musik yang mengiringi semua aktivitas mu. Mendengarkan beberapa lagumu membuatku merasa dekat denganmu. Padahal... Kita memang jauh. Jarak kita, pun hati kita. Tapi tak apa, aku tetap menyimpan rasa ini. Jadi, here's my 20 recently played these few weeks. One of yours? 1. Danilla - Ada Di Sana 2. The Cardigans - Lovefool 3. Cash Cash - All My Love (ft. Conor Maynard) 4. Marina & The Diamonds - Blue 5. Kygo - Stargazing (ft. Justin Jesso) 6. Zara Larsson - I Would Like 7. Dua Lipa - Genesis 8. Danilla - Berdistraksi 9. Gabrielle Aplin - Used To Do 10. Jonas Blue - We Could Go Back (ft. Moelogo) 11. Katy Perry - Teenage Dream 12. One Ok Rock - Living Dolls 13. Marshmello - Ritual (ft. Wrabel) 14. Khalid - Location 15. Phoebe Ryan - Dark Side 16. Snakehip...

Los(v)er

Aku menekuni kamu selama hidup, sekali aku tak mengenalmu. Menjanji abdi pada segalamu, aku gadaikan waktuku menggapaimu. Mendamba, memanggil, mencari, menemukan, kamu tak berubah... Atau mungkin belum. Semoga tidak. Inginku kamu tetap begitu. Mungkin, Tuhanku bosan mendengarku meminta kamu. Tak mengapa, Tuhanku mengerti. Kamu tak keberatan bukan? Aku takkan memintamu jadi milikku, tak mampu. Berbicara denganmu saja sudah lebih dari cukup bagiku untuk mencintamu. Maafkan aku, aku memang pengecut. Tapi ketahuilah, aku hanya tak ingin membebani hidupmu. Terkecuali kamu juga memiliki perasaan padaku, boleh lah aku mulai menggentayangi pikiranmu. Segala tentangmu, banyak yang abu. Aku tak banyak tahu apa-apa yang menjadi prinsipmu. Satu yang aku tahu, kamu baik. Tolonglah berkaca, kamu itu sangat baik. Beruntung sekali siapapun hati yang telah kamu jatuhkan pelukmu. Sungguh. Aku iri pada sesiapapun itu. Tapi aku akan selalu bahagia untukmu. Bukan syair lagu, tapi begitulah perasaanku unt...

(Jatuh) Cinta!

Jadi, begini... Aku adalah manusia yang seringkali disalah artikan. Eh. Maksudnya begini, ketika aku serius kebanyakan orang menganggap itu bercanda begitupun ketika aku sedang bercanda mereka akan menganggap aku sedang bercanda (yaiyalah ul!). Mungkin karena aku terlalu sering bercanda, kebanyakan aku gak dianggap serius, jadi susah nemu yang mau nyeriusin #curhat. Jadi (lagi), ketika aku sedang bercanda mereka seringkali tertawa lepas. Bahagia sih bikin orang seneng karena kita, cuman repot nya adalah ketika kita beneran serius mereka seringkali menganggap kita becanda juga. Hahaha *nangis dipojokkan* Kali ini, aku ga ingin merayu kamu dengan kata-kata puitis. Aku ga jago. Aku cuman ingin mengungkapkan tanpa membebani kamu. Ya. Aku cuman ingin mengungkapkan disini, bukan kepadamu. Pertama kali mengenalmu, entah bagaimana aku memiliki perasaan bahwa aku akan amat sangat bergantung padamu. Aku akan mencari cara untuk bisa berbincang denganmu, seakan mengerti inginku, semesta berkons...

Blue

I don't wanna feel blue anymore Marina and The Diamonds - Blue Itu lah yang terlintas dikala pagi ini aku menyesap segelas susu hangat. Mungkin selama ini yang aku lakukan adalah menunda. Menunda kebahagian, menunda pekerjaan, dan larut pada perasaan yang memang sangat overwhelming . Perasaan stress, perasaan sedih, perasaan tertekan, perasaan hampa. Semua itu seakan membuatku merasa tak memiliki harapan, terlebih membuatku merasa dimatikan oleh harapanku. Aku sadar, aku tak boleh merasa seperti itu selamanya. For the rain will lift up someday . Aku harus bangun dan memulai menata langkahku. Menata kembali rencana yang selama ini terkabur oleh air mataku. Meski aku tak tahu seberapa lama aku akan bertahan dengan pikiran seperti ini. At the very least, I'm tired being blue . Maybe you won't hear me for awhile. Since I am only bragging about how sick my life was. Aku ingin mencoba menjadi aku yang dahulu, selalu merasa cukup eventho they're taking me for granted...

Lelap

Hujan seakan telah lelah menjatuhkan tubuhnya ke tanah, petir mungkin malu karena aku telah mengumpatnya habis-habisan. Namun, mataku tetap terjaga. Mau apalagi? Jiwaku rasanya sudah sangat lelah namun aku namun mataku tak ingin mengalah. Aku memutuskan untuk kembali menyampah disini. Sudah tidurkah kamu? Malam sudah menunjukkan taringnya, dingin menyelisik kedalam kulitku yang tak terbalut selimut. Sunyi menjadi sesuatu yang tak tertandingi. Tak peduli seberapa kencang aku menyetel volume laptopku. Senyap selalu menemukan jalannya untuk menyiksa jiwa lelahku. Kali ini, lagunya A Rocket To The Moon yang berjudul Like We Used To sengaja kumainkan supaya menenangkan satu sisi didalam hatiku yang begitu hampa. Tapi... tetap saja. Hampa tak mau melepaskan aku dari pelukannya. Padahal sudah berulang kali aku berusaha untuk melepaskannya dan mencoba untuk merasakan luka agar aku merasa hidup kembali. For God sake , I just can't feel anything anymore . Rasanya, hatiku telah membi...

Thunder

Siang telah berlalu, malam kembali hadir untuk menemaniku yang selalu saja kepayahan untuk terlelap. 22.20 WIB. Sudah selarut ini dan aku masih belum menemukan diriku merasakan kantuk. Sudah kucoba segala cara untuk membuat mataku terpejam lebih cepat. Berolah raga sebelum tidur, menghindari makan beberapa waktu sebelum tidur, meminum segelas susu hangat, menghitung mantan eh domba maksudnya, mendengarkan suara hujan, mematikan gawai. Tetap. Mata ku seakan bebal dengan tidur. Ah. Harus bagaimana caranya untuk membuat mataku lelah. Jadi malam ini kuputuskan untuk menulis saja. Tak apa kan? Kumohon jangan lelah untuk mendengarkan semua kesahku. Aku tak tahu selain pada Tuhan dan kamu, pada siapa lagi aku bisa mengadu. Semoga, selesai aku menulis aku bisa mengalahkan kantuk! Malam ini hujan masih turun dengan deras saat aku mengetik tulisan ini, tadi sempat reda. Tapi hanya sesaat. Iya. Sesaat. Kaya perasaan gebetan itu yang sukanya cuman sesaat (Curcol dah hahaha) Musik yang mengalun...

Sepotong Cokelat dan Segenggam Turquoise

Pagi ini aku memulai hari dengan biasa. Membuka mata, mengecek gawai, meminum segelas air putih, membereskan tempat tidur, membuka tirai, pergi ke kamar mandi dan memakan cereal bar  yang ibu berikan di kantong makanan sewaktu dirumah. Ya. Dan perasaanku masih saja sama. Hampa. Skip . Aku segera membuka laptop yang ada di sebelah kasurku. Setelah menyalakan tombol power  dan menekan beberapa tombol, aku mendengarkan The Bird and The Worm nya Owl City. Yesshhhh, pagi ini aku merasa sangat bersemangat. Tapi entah untuk apa. Aku sedang membuka gawaiku saat ada satu pesan masuk di LINE. Aku segera membukanya. Ternyata seseorang yang di masa laluku pernah memberikan ku dua cokelat batangan. Ya. Lagi-lagi masa lalu. Kenapa aku tidak bisa hidup untuk masa depan saja sih? Atau setidaknya untuk masa sekarang. Rasanya hidupku terkungkung di masa lalu. Begitu kan yang sering aku ceritakan padamu? Akhirnya aku membuka pesan itu, pesan yang berisi "Boleh ga aku nanyain kabar aul?". Y...

Serendipity

Hari ini, aku selesai menonton suatu film yang sejak malam tak sempat aku selesaikan. Serendipity. Atau dalam bahasa Indonesia nya, Kebetulan. Filmnya menarik, bikin baper. Hahaha. Makna yang aku dapat dari film tersebut adalah, selalu ada cara. Even  kemungkinannya sangat kecil dan hampir tidak mungkin. Tapi, itulah takdir. Sebetulnya dalam pemikiranku, kebetulan itu tidak ada. Takdir adalah sesuatu yang mutlak yang telah dirancang Tuhan dengan indahnya. Ya... Sesederhana dan serumit itu.  Well,  lupakan film itu. Blog ini bukan tukang review  film ko hahaha. Merujuk pada kata kebetulan. Aku selalu merasa kecil kala merenung bagaimana Tuhan mempertemukan aku dengan setiap orang hadir di hidupku. Entah untuk tinggal atau hanya mampir. Kebetulan aku bertemu dengannya. Kebetulan aku berkenalan dengannya. Dan kebetulan kita saling menyakiti. Hahahaha. Itu salah. Itu bukan kebetulan deh. Aku pernah merasakan suatu kebetulan yang amat sangat menyenangkan. Dimana ...

Setengah

Lampu itu tetap tergantung di dinding kamarku. Memberikan pendar hangat yang senantiasa membuat tentram malam yang dingin ini. Aku menatapnya, memastikan lampu itu nyala satu-persatu. Dan berhenti di tengah sebelum lintasan lampunya selesai. Mengapa? Entah, rasanya, ada yang menarik hatiku. Jadi malam itu, aku habiskan untuk menatap lampu satu-persatu lalu tetap berhenti di tengah. Ucapannya siang itu masih terngiang "Aku pergi dari hidup kamu. Bukan aku yang ingin, tapi kamu yang memaksaku". Padahal, sejujurnya aku tak pernah memaksa dia untuk bertahan atau untuk pergi. Dia, aku memanggilnya dengan sebutan uda. Iya. Sebutan khas untuk lelaki yang tinggal di Padang. Setahuku begitu. Dia salah satu kakak tingkat di kampusku. Beda jurusan. Begitupun fakultasnya. Dia bilang, wajahku mirip dengan mantan kekasihnya. Maka dari itu, dia selalu berusaha untuk membantuku, takut-takut aku adalah reinkarnasi kasihnya dulu. Padahal, mantannya saja masih hidup. Dasar modus! Uda, baik. T...

Cinta Bagiku

Hari ini, aku membaca sebuah artikel. Dengan judul "Perlukah cinta untuk diungkapkan?".  Ingin aku menjawab "tentu saja perlu!" tapi aku sadar, sebenarnya semua kembali pada bentuk cinta itu sendiri. Bentuk cinta? Memang ada? Ada dong! Hahaha Bagiku, Cinta tetaplah Cinta whether kamu ungkapkan atau tidak.  Apa yang lantas menjadikan cinta kurang maknanya ketika tidak diungkapkan? Diungkapkan pun tidak berarti Cinta menjadi berbalas. Tapi, ada suatu perasaan yang melegakan ketika Cinta terungkapkan. Juga, ada tanggung jawab besar yang harus kita pikul ketika Cinta itu terungkap. Sedangkan aku, aku adalah manusia yang senang mencintai dalam diam. Bukan, bukan aku tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan. Namun, Cinta bagiku adalah sesuatu yang personal. Sesuatu yang tak perlu mendapatkan balasan agar menjadi lengkap. Karena, cinta adalah perasaan yang hadir dalam diri, dan hanya diri sendiri mampu merasakan. Aku lebih senang mendamba seseorang dan menghadiahiny...

Malam menjadi terang

Malam, Gelap. Jiwa, Lelah. Buka, Tutup. Hati, Gundah. Kamu, Aku. Jalan, Beriringan. Tawa, Tangis. Temu, Pisah. Malamku, Malammu. Peluk, Haru. Benci, Hindar. Pergi, Kembali. Malam, Gelap. Kamu, Pergi. Tinggal, Luka. Belati, Tancap. Pagi, Luka. Siang, Sesak. Sore, Tangis. Malam, Tawa. Aku, Gila. Malam, Gelisah. Kamu, Tinggal. Aku, Kenangan. Malam, Tali. Aku, Terbang. Hati, Lepas. Malam, Terang.

Salju di bulan Juni

Aku terus mengira bahwa aku akan selalu mencintanya. Menyesap wangi yang selalu hadir dikala ia berada dekat denganku. Aku terus mengira bahwa ia akan selalu ada untukku. Memeluk setiap lukaku dan mengaguminya selayak aku adalah karya seni. Tapi, Aku salah sayangku. Senyatanya aku dijatuh cintakan pada sosok lain. Begitupun kamu yang dengan cepat meninggalkanku untuk kasihnya. Aku tak menyalahkan kamu, atau dia, atau aku sendiri. Tak ada yang patut disalahkan. Jadi, kita hanya saling berusaha melupakan dan berlari. Mengejar hati yang lain agar hati kita dapat utuh kembali. Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh manusia. Kita berlari, mencari, melemah, menguat, membesar, mengecil, melebar, menyempit, diatas, dibawah. Despite, Love is worth the pain, Right? Sekalipun kita harus berdarah untuk mendapatkan cinta, tetap kita mengejarnya. Meski tiada jaminan untuk balasan cinta. Beberapa waktu lalu aku dihadapkan pada sebuah situasi. Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. ...

Hujan tanpa Petir

Malam ini hujan turun dengan sangat deras, merontokkan segala peluh yang ada. Menggigil. Angin dingin menyelisik di jendela. Memberi sensasi dingin pada aku yang tengah kesepian. Hanya ada alunan lagu yang gaduh di gawaiku. Aku menatap sekeliling, dan menyadari betapa berantakannya kamarku. Biarkan saja begini adanya, hatiku sedang tidak utuh juga. Aku sedang berteman dengan kehidupan. Mata ku terpaku pada kelip lampu di dinding kamarku. Nafasku terhela. Sebutir bulir air terurai dari sudut mataku. Tetiba hatiku terasa nyeri. Entah apa. Entah kenapa. Entah bagaimana. Entah kapan. Aku mulai menangis sesenggukan. Hujan memang selalu mampu melelehkan air mataku. Beruntung. Hujan kali ini tiada disertai gemuruh petir. Aku selalu takut dengan petir, sifatku memang selalu kekanakan.  Suara halus Sam Smith menemani malam ku yang diguyur hujan. Seharian ini aku selalu berurusan dengan hujan. Sigh... Malam begini, aku beranjak dari kasurku menuju lemari. Disana kutemui berbagai cem...

Savage

Dia... membuat setiap hembusan napasku berarti. Entah bagaimana caranya, aku selalu merasa menjadi manusia ketika berbicara dengannya. Kebaikan hatinya, lembut tuturnya, bahasanya yang sedikit kaku, setianya mendengarkan. Dia manusia yang indah. Setidaknya itu yang kurasa. Entah. Jika kau tanya aku jatuh hati padanya, mungkin saja. Tapi hanya sekedar itu. Maaf, tapi aku menjadi sesuatu yang berbeda semenjak mengenalmu. Aku ingin menjadi sesuatu yang bisa selalu kamu ingat. Aku ingin menjadi sesuatu yang bisa kau ajak bicara. Ah. Jatuh hati memang obat patah hati terbaik. Kamu seperti roti panggang yang ditaburi selai cokelat dan segelas susu dipagi hari, manis dan menyegarkan, memberikan semangat dipagi hari. Kamu seperti semangkuk Bakso pedas di langgananku pada siang hari, selalu membuatku ketagihan. Dan kamu seperti lembutnya hujan tanpa gemuruh dikala malam, memabukan, menenangkan dan melelapkan. Ya. Itu kamu. Aku menuliskan ini bukan untuk memintamu menjadi milikku. Hanya seke...

Come Back

I wish that I could Photoshop All our bad memories 'Cause the flashbacks, oh, the flashbacks Won't leave me alone If you come back to me, I'll be all that you need Baby, come back to me Let me make up for what happened in the past Come back, baby, come back to me Come back, I'll be everything you need Come back, baby, come back to me Come back, boy, you're one in a million Utada Hikaru - Come Back to Me Iya. Malam ini Mbak Utada membuatku sangat tersinggung. Amat sangat tersinggung. Pasalnya aku sedang menginginkan seseorang untuk kembali tapi juga tak setega itu untuk mengganggu kebahagiannya. You know what it feels lyk rite? Dia... dia seperti imaji didalam puisiku. Tak bisa aku berhenti untuk menggambarkan semua tentangnya. Tak bisa aku berhenti mencita segala tentangnya. Aku bukan pecinta yang handal. Aku sangat lemah dalam urusan cinta-mencinta. Namun dia mampu merengkuh segalaku tanpa percuma. Dia menjadikan aku ada. Bagaimana bisa aku sampai k...

Smile

Today, as I woke up (due to my fever, I sleep a lot ehe) I checked on my phone. Wondering if I get your message. But nothing. So I check on Instagram. And... that's it. Now I know the reason behind all of it. I'm not mad at you nor blame you. It's me. I know it. Finally, you could set yourself free. I smiled. I supposed to feel broken right? But I am not. I am happy for you. Seeing you smile like that with her kinda make me reminisce about us. Yes. We only existed in the past.  Jangan tanya kenapa aku tak mengirimimu pesan, aku cukup sadar diri untuk tidak merusak kebahagiaan mu. Tulisan ini bahkan aku tulis dengan perasaan yang bersalah pada special lady  mu. Sampaikan maafku padanya jika suatu saat nanti kamu membacanya. Rindu? benar, aku rindu. Kamu pun cukup sering kan aku ganggu dengan pesan marahku karena kamu tak pernah mengabariku? Sekarang aku punya alasan mengapa aku tak boleh menghubungi mu lagi. Tolong. Buat aku untuk tidak menghubungimu, apapun yang terjad...

To The Stranger

Aku terbiasa menelan luka sendiri. Membiarkan nya kering oleh angin dan memeluk sakitnya sendiri. Aku terbiasa menikmati rasa perih sendiri. Tenang, bahagia ku akan selalu kubagikan. Sebagian orang hanya kubiarkan melihat senyumku. Tak banyak yang berlutut membangunkan jatuhku. Aku terbiasa menikmati hujan sendiri, berjalan perlahan membiarkan kuyup setubuh. Hujan menyamarkan tangisku, pun lukaku. Kebanyakan orang bingung menerka itu senyum entah tangis. Dan aku tak ingin repot menjelaskan apa yang kurasa. Tak banyak orang yang ingin repot mendengarkan dan mengatakan bahwa semua akan baik saja. Jadi ketika aku berusaha menggoreskan kepingan silet pisau cukur ke tanganku, atau berusaha mencari alasan pembenaran diri atas apa yang kurasakan. Tak ada seorangpun yang berusaha meraihku dan memelukku. Mereka hanya berkata aku ga bersyukur dan ga beribadah, kurang dekat dengan Tuhan. Ya... Aku memang manusia yang masih jauh dari Tuhannya, ibadahku pun belum sesempurna para Nabi. Tapi bisa...

Hapilly Ever After

Hello, maybe this is will be my last post in this blog. I didn't know that if I could make it. Really. In the past few months, I lost myself. I really don't know who am I, what am I living for, or what am I supposed to do. What I feel the most is that I am tired. I am that fucking TIRED. That tired until you feeling numb. For God sake I can't do this anymore. So, to the one that I love the most, I care the most. I'm so sorry that I couldn't make you proud of me. Sorry Mother, I couldn't make it. Sorry for being ungrateful. Sorry am not the good daughter you taught to be. Sorry I couldn't make you happy. But, at least, I will not be your burden anymore. Smile mother, for my three brothers still need it. To the two elder brothers, thank you. I love you both equally, and I mean it. Be a good boy momma told ya and raise a happy and loving family. I am sure you two can handle it.  To my one and only lil brothers. Thank You, from the bottom of my hearts...