Menjadi seorang Tieya Aulia, mungkin bagi beberapa orang itu mudah. Hanya perlu mengikuti semua alur yang ada dan menjadi manusia yang berguna. Tentu, hidupku akan menjadi sebegitu mulusnya pabila aku menuruti semua kemauan orang di sekitarku. Aku tak memiliki pilihan. Mau pun tak mau aku harus melakukannya. Tanpa mereka sadari, aku juga seonggok jiwa yang memiliki duniaku sendiri. Tak peduli, semua akan menuntutku patuh pada apa-apa yang mereka kehendaki. Ketika aku salah, makian sudah menjadi hal yang harus mau aku terima. Apabila aku melakukan sesuatu yang benar, ya memang itu sudah seperti seharusnya. Tak perlu ada apresiasi yang berarti, karena memang itu sudah menjadi kewajibanku.
Mungkin, yang selama ini aku cari adalah penerimaan. Bahwa tak mengapa aku gagal, tak mengapa jika terkadang aku ingin memilih jalanku sendiri, tak salah jika aku bersimpuh kelelahan dan berusaha untuk meyakinkan ku bahwa menangis adalah suatu hal yang manusiawi. Mungkin hanya sekedar itu. Tapi, dimana ciptaan Tuhan yang mau melakukan hal itu untukku?
Seyogyanya, semua hanya ingin dimengerti, tanpa ingin mengerti aku. Asalkan apa yang mereka butuh dariku sudah terpenuhi, mereka tak perlu bersusah menanyakan kabarku yang tertatih sendiri. Ya. Aku harus selalu terbiasa sendiri, tapi, bukankah aku juga manusia seperti kalian yang terkadang membutuhkan peluk setulus itu?
Mereka kadang lupa bahwa aku juga memiliki perasaan. Mereka terkadang lupa bahwa aku juga butuh dimengerti. Mereka terkadang lupa bahwa merekalah yang menjanjikan ku harapan. Mereka terkadang lupa atas semua tanggung jawab mereka.
Seringkali aku mendapatkan jawaban "Kamu boleh menangis semaumu" "Kamu boleh mengeluh apapun kepadaku" "Kamu boleh manja ke aku" "Kamu ga harus nanggung semuanya sendiri ko. Ada aku disini" "Aku bakalan selalu nerima kamu apa adanya"
But, guess what? None of them ever working out in the end. Ketika aku mulai menggantungkan harapanku, dan hidupku pada mereka. Mereka hanya akan berkata "Kamu jangan nangis" "Kan udah aku bilang kamu gaboleh sedih" "Aduh maaf aku lagi sibuk" "Kamu juga ngerti kan aku lagi sibuk" "Ya kamu jangan manja dong, ngegangtungin hidup kamu di orang lain"
Lucu ya hidup aku ini?
Jadi? Pada dasarnya aku tidak boleh egois kan? Aku tak boleh marah, semena-mena apapun orang memperlakukan ku. Aku tak boleh meminta bantuan, aku harus menyelesaikan semuanya sendiri. Aku tak boleh menangis. Aku harus selalu mau mengalah, sebagaimanapun kuatnya perasaan ku ingin mempertahankan pendapatku.
Jadi?
Aku ini robot ya? Hehe...
):)
Komentar
Posting Komentar