Langsung ke konten utama

09112017

Hari ini, hujan turun seharian. Membasahi apa-apa yang menutup jalannya juga memberikan sensasi dingin yang membuatku enggan beranjak dari selimutku. Aku membuka mata tepat pukul 06.31 pagi ini. Menggumam dan berpikir apa yang harus aku kerjakan hari ini, apa yang harus aku makan hari ini dan segera bangkit mengambil botol minum yang semalam sudah kuisi penuh dengan air putih dan sengaja kuletakkan disamping tempat tidurku. Sembari menenggak air putih, aku membuka gawaiku yang semalam sudah ku isi dayanya. Menggerakan jariku dilayar gawaiku keatas dan kebawah mencari pesan, kalau-kalau ada yang penting. Tapi seperti biasa aku hanya mendapatkan pesan notifikasi games dan promo dari beberapa brand yang kuikuti di LINE.

5 menit kemudian...

Aku menggeliat dan bangkit dari tempat tidurku. Kutarik kekanan tirai yang menutupi jendelaku, diluar hujan turun dengan cukup lebat. Dingin. Dengan tertatih aku menuju kamar mandiku. Mataku masih sembab. Aku menangis semalam. Keputusanku untuk hengkang dari hidupnya, persoalan-persoalan yang menggelayuti pikiranku beberapa hari kemarin membuyarkan semua semangat hidupku. Aku kembali menarik gawaiku dan menyalakan music player. Suara lembut dari Greyson Chance yang kala itu belum puber (hahaha) mengalun sangat lembut. 

My heart beats a little bit slower

These nights are a little bit colder

Now that you're gone
My skies seem a little bit darker
Sweet dreams come a little bit harder...
I hate when you're gone.

Everyday time is passing
Growing tired of all this travelling
Take me away to where you are.

I wanna be holding your hand
In the sand
By the the tire swing
Where we use to be
Baby you and me
I travel a thousand miles
Just so I can see you smile
Feels so far away when you cry
'Cause home is in your eyes

Yup, aku ikut mengalunkan beberapa bait Home Is In Your Eyes nya Greyson Chance. Sambil membereskan tempat tidurku, beberapa kali aku mendapati diriku menatap jendela. Udara dingin segera menusuk kulitku. Selesai membereskan kamar aku menyapunya, mengepel lantai yang beberapa hari ini lalai aku bersihkan karena beberapa hari ini aku pergi pagi pulang malam (Macam abang supir truk pantura hahaha). Setelah selesai aku segera menanak nasi dan pergi mandi. Setelah melakukan semua rutinitas pagiku aku menyalakan laptopku dan menonton anime yang sudah lebih dari setahun ku tunda untuk kutonton. Devil Survivor 2 nya Shin Megami Tensei. Sungguh selalu kagum sama SMT sensei karena karyanya selalu dan selalu bikin aku jatuh cinta (Apalagi Alcor nya ganteng banget wkwkwwkk eh Lulu di episode akhir juga ganteng sekali sampai aku print screen aku jadiin wallpaper laptop ahaha)


(Penampakan laptopku sekarang hahaha)

Nonton ngebut hari ini, supaya...

Aku tak perlu berusaha mencarimu lagi. Sungguh, berhenti berbincang denganmu itu suffocating, you know? Sejujurnya dengan aku berbicara disini pun aku sudah sangat membebanimu ya? Maaf :( Aku tak berani mengatakannya langsung padamu. Maaf.

Let me ask you something.

Do you want me to stay?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

CodeName

Hur många gånger måste jag berätta för dig? Om det inte är med mitt kodnamn. Då är historien inte rätt. Jag låter dig veta det hela tiden. Det är därför jag använder mitt kodnamn, kanske förstår du det. Du vet historien bakom namnet. Du frågar mig vad skulle jag ha? Jag vill inte ha någonting. Det gör bara ont för att veta det faktum. Att jag inte visste vad du ville ha. Vad du vet. Som om du inte ville ha mig, men du fortsätter att dra mig. Jag vet att vi inte kunde vara tillsammans. Eftersom detta bara är ensidigt. Men vad vill du ha? Jag saknar dig. Jag gör verkligen. - SeRa

Pernikahan

Marriage. Aku kadang ngeri mendengar kata ini. Bagiku pernikahan bukanlah suatu tujuan. Karena, dalam pikiranku, pernikahan adalah sesuatu yang tidak sesakral itu. Kenapa? Mungkin karena aku ada didalam sesuatu yang mereka sebut perceraian. Didalam artiku, pernikahan yang se-kramat itu bisa hancur hanya karena pihak lain yang mungkin dirasa lebih menggoda. Jadi, untuk apa menikah jika kita tetap menganut pada prinsip "jodoh siapa yang tahu"? Sampai sekarang, aku masih tidak mengerti kenapa teman-teman ku bersikeras ingin menikah muda. Pasalnya, untuk menikah, buatku, bukan hanya perkara menghalalkan pacaran. Bukan hanya menghalalkan "ena-ena". Bukan hanya menghalalkan kontak fisik yang selama ini mereka damba. Lebih dari itu, sesiap apa kamu untuk mengurus orang lain yang katanya kamu sayangi? Salut, pada mereka yang memutuskan untuk menikah muda. Berani sekali. Di usia yang bisa dibilang belum matang berpikir dan pengalaman berkomunikasi yang pastinya sedikit leb...