Pada akhirnya, aku hanya mampu pamit. Mengenalmu untuk beberapa waktu membuatku amat sangat senang. Maaf, aku banyak merepotkanmu. Percayalah, aku sangat menikmati saat-saat berbincang denganmu. Entah itu percakapan serius atau tidak. Entah itu percakapan berat atau ringan. Berbincang denganmu rasanya membuatku tak ingin menyudahinya. Dan senang karena kamu selalu antusias membalas, juga menunggu postinganku. Kuharap, kamu tak pernah bosan menanti tulisanku.
Ingat, angin malam takkan pernah baik untukmu. Tapi sepertinya itu kesenanganmu ya? Tak mengapa, yang penting jaketmu jangan sampai lepas menghangatkanmu. Aku khawatir, nanti tidak ada yang mengingatkanmu bahwa angin malam tak pernah baik. Namun, kamu sudah cukup dewasa untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.
Ah, aku tahu. Aku hanya seorang penyusup yang minta ditemani untuk beberapa saat. Karena aku tahu, aku tak pernah bisa lebih dari sekedar kawan untukmu. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Menjadi seseorang yang menerima balasan darimu saja sudah amat sangat membuatku senang. Aku berharap suatu saat nanti, aku bisa lebih mengenalmu. Kamu orang yang baik. Sangat baik. Maaf jika ada tutur atau canda yang tak menyenangkan untukmu.
Malam ini, seperti biasa aku kepayahan untuk memejamkan mata barang sedetikpun. Melangkah pergi darimu rasanya sangat berat untukku. Namun, semakin lama aku bersamamu, semakin ingin aku lebih mengenalmu. Bahkan kadang aku mengira-ngira namamu siapa. Hahaha. Maaf. Tapi tenang, aku sudah bukan sesiapamu. Aku takkan pula mengganggu waktumu. Kuharap aku masih tetap menjadi kawanmu.
Hey, tetaplah menjadi baik. Dan semoga, nanti aku akhirnya bisa tahu namamu. Aku masih berharap untuk bisa membaca semua tulisanmu. Seperti kamu yang selalu membaca tulisanku. Aku juga ingin menunggu kamu membuat postingan, kau tahu? Hahaha
Selamat malam.
Semoga lekas sembuh.
Komentar
Posting Komentar