Nyaman itu, bisakah dibeli bahkan oleh waktu? Kurasa tidak, bahkan kenyamanan tidak bisa dibeli oleh wujud. Sungguh, aku merasa bahwa aku bisa menerima kenyamanan itu dengan berbincang denganmu. Tapi, aku tahu aku tak boleh berharap padamu. Aku bukan sesiapamu. Aku bukan nyamanmu.
Dengan begitulah aku mulai kembali percaya bahwa manusia adalah hal yang layak untuk dicintai. Aku merasa bahwa siapapun kamu, dimanapun kamu berada, bagaimanapun wujudmu, aku telah dijatuh cintakan padamu. Apakah kamu keberatan? Jika kamu berkeberatan, aku akan pergi. Aku takkan tega mengganggu semua kedamaian hatimu.
Hanya ada satu yang perlu kamu tahu, aku menyukaimu untuk semua yang ada di dirimu. Meskipun wujudmu disembunyikan Tuhan dariku. Bolehkah aku sedikit berharap bahwa aku akan bisa membahagiakan kamu? Kamu membuatku merasa bahwa aku boleh memiliki harapan. Karena itu, aku selalu merasa senang dengan semua perlakuanmu, perkataanmu.
Jika kamu memang tidak berkenan, aku akan pergi dan membawa semua perasaanku yang tak tuntas padamu. Semua rasa rindu yang tak bisa kubayar lunas. Biar itu menjadi tanggunganku.
Ah... Hujan malam ini membuat nafasku tercekat. Aku masih merindukanmu. Dan selalu berharap bahwa kita bisa berbincang seperti sedia kala.
Komentar
Posting Komentar