Iya, aku paham maknamu. Kubiarkan angin menyelisir tepat dari lukaku. Takkan kuizinkan sesiapapun ambil tempatmu. Biar, biar luka yang membasuh kita menjadi setara. Aku mengerti rasamu, sedikitnya. Membuncah sepersekian detik pun rasa ini tidak. Biar waktu yang merawatnya. Biar lalu yang menjadi kawannya.
Sampai saat nanti, kira ku kita akan tetap sama. Lupakan. Kumohon lupakan rasa ini jika kamu merasa berat menyesakkan dadamu. Kita memang lebih baik seperti ini.
Aku takkan mengenangmu sebagai sesuatu yang asing, bagiku, tetap ada dijiwa ini rasapun. Takkan berkurang, mungkin berlebih. Kamu tak perlu risau, aku sudah banyak berlatih. Tak ada satupun bagian hatiku yang patah. Karena sejak awal memang tak ada yang utuh. Terima kasih, atas rasa sejuk yang menjiwa ini. Aku mencintaimu.
-SeRa
Komentar
Posting Komentar