Hej, ada beberapa kesalahan yang aku buat. Mungkin menyakiti hatimu. Aku pergi darimu, bukan karena seseorang. Apapun yang membuatku menulis beberapa postingan terakhir, itu hanya apa yang sedang ku reka ketika mengunjungi beberapa kedai kopi. Aku merasa sedih jika kamu merasa bahwa pergi ku karena aku lebih memilih seseorang yang selain kamu. Padahal, hatiku masih saja memilihmu, sekalipun kamu entah berada dimana.
Tapi, jika memang aku telah menyakiti hatimu, aku meminta maaf. Tiada maksudku begitu. Pergi ku adalah, untuk membuatmu rindu padaku. Betapa inginnya aku berkata aku rindu padamu, rindu mengganggumu dengan semua rengekan kekanakan ku. Seharusnya kamu tahu itu. Tapi mungkin, semua yang sudah kukatakan padamu tak sampai makna nya. Tak mengapa. Aku yang salah. Aku meminta maaf.
Jika benar itu jawabanmu, maka aku menerimanya dengan perasaan yang teramat lapang. Setidaknya, aku sudah tahu apa jawaban dari semua tanyaku sebelumnya. Sekali lagi, aku meminta maaf. Jika ada perkataan ku yang menyakiti hatimu. Terima kasih karena telah memberiku jawaban. Aku takkan merubah perasaanku padamu. Aku jatuh cinta. Dan itu mutlak. Pamitku kala itu, inginnya aku kamu mencegah. Tapi aku terlalu egois untuk berharap ini itu pada kamu.
Jika benar pesanmu itu untukku, Aku sudah mendengarkan senandungmu. Aku sudah tahu maksudmu. Ada satu hal yang perlu kamu tahu, aku memang sudah menemukan seseorang yang membuatku merasa bahagia, jauh kedalam lubuk hatiku. Membuatku merasa lengkap dan istimewa. Jika kamu penasaran siapa dia, tolong sekarang kamu pergi ke cermin terdekat, atau gunakan kamera depan gawaimu. Ya. Itu kamu.
Mungkin, apa yang kukatakan disini terasa seperti omong kosong bagimu. Tapi ini, jujur dari dalam hatiku. SeRa merindukan kamu. SeRa rindu berbicara denganmu. Bolehkah SeRa kembali egois menginginkanmu hanya untuk SeRa? Ah, mungkin sekarang semua sudah terlambat, tak mengapa, dari awal memang itulah yang ingin aku katakan padamu. SeRa menginginkan kamu.
Mungkin, jika berkenan, jika kamu mengerti dan paham apa maksud dari tulisan ini, bolehkah SeRa kembali mengajakmu untuk menikmati secangkir kopi dikala hujan?
Ingatlah, pergiku bukan karena sesiapapun. Pergikku, karena aku ingin kamu tahu bahwa aku takut membebanimu dengan perasaanku.
Aku masih menunggu balasanmu.
-SeRa, yang hatinya sedang berhambur membaca pesanmu.
Komentar
Posting Komentar