Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Tak Patah

Iya, aku paham maknamu. Kubiarkan angin menyelisir tepat dari lukaku. Takkan kuizinkan sesiapapun ambil tempatmu. Biar, biar luka yang membasuh kita menjadi setara. Aku mengerti rasamu, sedikitnya. Membuncah sepersekian detik pun rasa ini tidak. Biar waktu yang merawatnya. Biar lalu yang menjadi kawannya. Sampai saat nanti, kira ku kita akan tetap sama. Lupakan. Kumohon lupakan rasa ini jika kamu merasa berat menyesakkan dadamu. Kita memang lebih baik seperti ini. Aku takkan mengenangmu sebagai sesuatu yang asing, bagiku, tetap ada dijiwa ini rasapun. Takkan berkurang, mungkin berlebih. Kamu tak perlu risau, aku sudah banyak berlatih. Tak ada satupun bagian hatiku yang patah. Karena sejak awal memang tak ada yang utuh. Terima kasih, atas rasa sejuk yang menjiwa ini. Aku mencintaimu. - SeRa

Stranger Things

Dan, pada akhirnya aku menghampa menunggu kabar. Tak jua aku menemukan titik terang. Inikah jawabnya? Inikah akhirnya? Jika benar, mari, kita sudahi temu ini. Agar tak ada luka menyembunyi jadi suka. Agar tak ada harap berpura hilang ingatan. Kita memang sepasang asing, bertemu dalam lintas waktu tak terarah. Belum tentu mau menjadi harap. Belum tentu suka menjadi cinta. Kita memang sepasang asing, yang senang mempelajari satu sama lain. Belum tentu pikir kita sama. Belum tentu ingin kita satu. Kita memang sepasang asing, yang jatuh pada pelukan kata. Belum tentu makna kita serupa. Belum tentu arti kita selaras. Kita memang sepasang asing, bersama dalam ketidakpastian rasa. Belum tentu ucap kita harmoni. Belum tentu tulis kita sejiwa. Ya... Kita memang sepasang asing. Dan entah bagaimana, aku menemukan diriku menatap langit yang menaungi sama denganmu. Serasa, kamu juga sedang menikmati apa yang sedang kurasa. Padahal, aku tak tahu, bagaimana perasaanmu? Aku tak hapal, bagaimana i...

Jawaban

Hej, ada beberapa kesalahan yang aku buat. Mungkin menyakiti hatimu. Aku pergi darimu, bukan karena seseorang. Apapun yang membuatku menulis beberapa postingan terakhir, itu hanya apa yang sedang ku reka ketika mengunjungi beberapa kedai kopi. Aku merasa sedih jika kamu merasa bahwa pergi ku karena aku lebih memilih seseorang yang selain kamu. Padahal, hatiku masih saja memilihmu, sekalipun kamu entah berada dimana. Tapi, jika memang aku telah menyakiti hatimu, aku meminta maaf. Tiada maksudku begitu. Pergi ku adalah, untuk membuatmu rindu padaku. Betapa inginnya aku berkata aku rindu padamu, rindu mengganggumu dengan semua rengekan kekanakan ku. Seharusnya kamu tahu itu. Tapi mungkin, semua yang sudah kukatakan padamu tak sampai makna nya. Tak mengapa. Aku yang salah. Aku meminta maaf. Jika benar itu jawabanmu, maka aku menerimanya dengan perasaan yang teramat lapang. Setidaknya, aku sudah tahu apa jawaban dari semua tanyaku sebelumnya. Sekali lagi, aku meminta maaf. Jika ada...

Dari SeRa untuk kamu

Nyaman itu, bisakah dibeli bahkan oleh waktu? Kurasa tidak, bahkan kenyamanan tidak bisa dibeli oleh wujud. Sungguh, aku merasa bahwa aku bisa menerima kenyamanan itu dengan berbincang denganmu. Tapi, aku tahu aku tak boleh berharap padamu. Aku bukan sesiapamu. Aku bukan nyamanmu. Dengan begitulah aku mulai kembali percaya bahwa manusia adalah hal yang layak untuk dicintai. Aku merasa bahwa siapapun kamu, dimanapun kamu berada, bagaimanapun wujudmu, aku telah dijatuh cintakan padamu. Apakah kamu keberatan? Jika kamu berkeberatan, aku akan pergi. Aku takkan tega mengganggu semua kedamaian hatimu. Hanya ada satu yang perlu kamu tahu, aku menyukaimu untuk semua yang ada di dirimu. Meskipun wujudmu disembunyikan Tuhan dariku. Bolehkah aku sedikit berharap bahwa aku akan bisa membahagiakan kamu? Kamu membuatku merasa bahwa aku boleh memiliki harapan. Karena itu, aku selalu merasa senang dengan semua perlakuanmu, perkataanmu. Jika kamu memang tidak berkenan, aku akan pergi dan...

Extravagant

Late lunch hour, I drag my feet to your places. You warm my gloom day just by your smile. Accidentally, we wore red clothes. They woo us, your friends, for our shyness. You brew me a cup of cappuccino, and ask me to sip it. Bitter. And. Plainly milk is all I've taste. You smile, humming Six Degrees Of Separation by The Script. You reach my hand, and hold it. You smiled. I love seeing you smile. As if those smiles were made of and made for just myself. You tell me that you're in love with The Script's song. You sang it all the time. Saying that you were there once. Then I ask you, what for now? You told me "I'm happy now" and hold my hands even tighter. I smile. You're joking right? Why does there's something overwhelming my heart and I felt a lot of butterflies in my belly flying nowhere? And now Maybe Just ... Maybe You caught me off guard. Never knew that I could fall for ya this quick. I'm trying hard not to fall in love with you...

Time Warp

You called me, and tell me that you already are in front of my boarding house. I rush myself to my bedroom, and use a slight make up to brighten up my face. I walk myself down, to you. And see you there, smiling. I smile too. We hop into the road and cold starts to take places. I ask you to take me to a shopping center. We arrive and we went in. We talk a lot, We laugh a lot. And, you hold my hand. I ask you a silly question, "Why are you holding my hands as if I'm gonna run away from ya?" And you smile nervously, saying that you pity my hands for being cold. And I couldn't deny it. Moreover, I love being held by you. You held me tight as if you're gonna lose me. We decided to stop by a coffee shop and sip your bitterness pleasure. We laugh, We tickle ourself, We're losing track of time. Talking with you for almost 5 hours feeling like it was only 5 minutes. You are a time warp. Warping me up to my future. With you, I'm feeling as i...

Ours

He enjoys coffee more than he enjoy me. He loves to smell coffee more than to smell me. He is a barista. From unknown places. He is a man tricked by life. He like to stay awake in the middle of the night, just like I always do. He spends most of his time to learn art of latte. He sips his coffee and said coffee's bitter better than life. He is a human being whose in love with nature being. He asks me to waste some of my time on him. So I gave it to him. I spend almost 12 hours with him. Then, turns out to be he fell for his charm. And... Me too. - CoffeeShop

Hej, från den här sidan!

Hej! Maaf kalau aku baru sempat menulis lagi setelah sekian lama aku tak menyapamu. Bagaimana harimu? Ku harap semua tetap berjalan lancar. Ah, apa kau merindukanku? hahaha ku harap begitu, aku sangat merindukanmu. Sejak terakhir kali aku menulis, ada banyak yang terjadi. Kini, aku tak lagi memikirkan tekanan-tekanan yang selama ini aku rasakan. Aku berusaha menerimanya, memeluknya dan berteman dengannya. Aku juga sudah banyak berbicara dengan ibuku, dimediasi kakakku sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kita berdua. Aku rindu berbicara hal yang tidak penting denganmu. Tapi keputusanku sudah bulat dan aku tidak akan berusaha mencarimu lagi. Biar rasaku jadi urusanku saja. Lalu, apa alasanku tetap menulis di sini padahal kamu pasti bisa membacanya? Tak ada. Aku hanya ingin kamu tetap menunggu dan membaca tulisanku. Perasaan yang timbul saat kamu tahu ada yang menunggumu itu luar biasa, kau tahu? Ah, kemarin malam aku sempat bertemu dengan teman baruku. Dia me...

Akhirnya

Wah! Malam ini aku senang, akhirnya, AKHIRNYA! Aku dapat membaca salah satu tulisanmu. Tuhan, tulisanmu apik sekali. Sangat jelas bahwa kamu sudah banyak menulis dan berlatih dibanding aku yang amat amatiran ini. Hahaha. Malam ini juga, banyak yang terjadi semenjak aku memutuskan untuk tak pernah lagi mengganggumu. Tapi setidaknya, aku sudah memberikan beberapa kenangan untukmu agar ingat bahwa ada aku yang mungkin saja tidak secara kusadari telah kagum pada sosokmu. Dan... Aku jatuh cinta pada tulisanmu.  Untuk kamu tahu, pola tidurku masih saja buruk. Bahkan memburuk mungkin karena tidak ada kamu yang membujukku untuk tidur. Tidak ada kamu yang akan merengut jika aku masih saja membalas pesanmu kala subuh sudah menjelang. Haha. Tapi aku masih selalu menyempatkan diriku untuk tidur dan mengistirahatkan batin serta ragaku. Meskipun tak seberapa. Hahaha. Tapi setidaknya kini aku sedang berusaha untuk mengubah pola pikirku. Sekalipun kita sudah tidak pernah berbincang ke...

Selepas Hujan

Malam ini, merupakan malam yang menyenangkan. Bagaimana tidak? Hari ini aku bisa berkumpul bersama kawanku dan menghabiskan malam dengan berbincang, tertawa, berbincang, menertawakan, begitu sampai kantuk merasa malu untuk menunjukkan dirinya. Ah, apa kabarmu dan kawanmu? *loh Jadi, aku hari ini pergi ke salah satu puncak acara. Namanya Bon Voyage, acara puncak dari Forsi yang diadakan di kampusku. Lepas isya, kami bersiap untuk mengantri dan masuk kedalam lapangan yang sudah dipersiapkan. Ketika kami datang, kami disuguhkan dengan beberapa band kampus. Setelah semua perjuangan menahan kantuk dan menahan pegal di kaki. Kami disuguhkan dengan band kenamaan di Indonesia. Naif. Kami mengikuti irama dan membaur dengan segala bebauan malam itu. Hahaha. Percayalah, bahwa saat itu meskipun bau kentut dan ketiak menjadi harmoni tak jua kami indahkan. Hahaha. Yang menjadi kesukaanku adalah kala Sore menyanyikan lagu Sst. Untuk kamu. Itu khusus. Juga, saat Naif menyanyikan lagu Benci Untuk ...

09112017

Hari ini, hujan turun seharian. Membasahi apa-apa yang menutup jalannya juga memberikan sensasi dingin yang membuatku enggan beranjak dari selimutku. Aku membuka mata tepat pukul 06.31 pagi ini. Menggumam dan berpikir apa yang harus aku kerjakan hari ini, apa yang harus aku makan hari ini dan segera bangkit mengambil botol minum yang semalam sudah kuisi penuh dengan air putih dan sengaja kuletakkan disamping tempat tidurku. Sembari menenggak air putih, aku membuka gawaiku yang semalam sudah ku isi dayanya. Menggerakan jariku dilayar gawaiku keatas dan kebawah mencari pesan, kalau-kalau ada yang penting. Tapi seperti biasa aku hanya mendapatkan pesan notifikasi games dan promo dari beberapa brand yang kuikuti di LINE. 5 menit kemudian... Aku menggeliat dan bangkit dari tempat tidurku. Kutarik kekanan tirai yang menutupi jendelaku, diluar hujan turun dengan cukup lebat. Dingin. Dengan tertatih aku menuju kamar mandiku. Mataku masih sembab. Aku menangis semalam. Keputusanku untuk...

Pamit

Pada akhirnya, aku hanya mampu pamit. Mengenalmu untuk beberapa waktu membuatku amat sangat senang. Maaf, aku banyak merepotkanmu. Percayalah, aku sangat menikmati saat-saat berbincang denganmu. Entah itu percakapan serius atau tidak. Entah itu percakapan berat atau ringan. Berbincang denganmu rasanya membuatku tak ingin menyudahinya. Dan senang karena kamu selalu antusias membalas, juga menunggu postinganku. Kuharap, kamu tak pernah bosan menanti tulisanku. Ingat, angin malam takkan pernah baik untukmu. Tapi sepertinya itu kesenanganmu ya? Tak mengapa, yang penting jaketmu jangan sampai lepas menghangatkanmu. Aku khawatir, nanti tidak ada yang mengingatkanmu bahwa angin malam tak pernah baik. Namun, kamu sudah cukup dewasa untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Ah, aku tahu. Aku hanya seorang penyusup yang minta ditemani untuk beberapa saat. Karena aku tahu, aku tak pernah bisa lebih dari sekedar kawan untukmu. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Menjadi sese...

Playlits #2

Hahaha jadi kerajinan ganti-ganti playlist akhir-akhir ini. Gara-gara siapa hayo? Tanggung jawab sini! 1. Sia - Cheap Thrills 2. Lenka - Shock Me Into Love 3. Khalid - Young Dumb & Broke 4. Troye Sivan - Happy Little Pill 5. Birdy - Growing Pains 6. Foxes - Night Glo 7. YUI - Separation 8. Kygo - Stranger Things (ft. One Republic) 9. My Chemical Romance - The Sharpest Lives 10. Colony House - Sillhoute 11. Lana Del Rey - Summertime Sadness 12. Panic! At The Disco - This Is Gospel 13. Dashboard Confessional - Vindicated 14. Rita Ora - Young, Single & Sexy 15. Ed Sheeran - I'm A Mess 16. Demi Lovato - In Case 17. Rihanna - Russian Roulette 18. Coldplay - The Scientist 19. Owl City - The Saltwater Room 20. A Rocket To The Moon - Ever Enough bonus track #1 Sheila On 7 - Dan #2 Ellie Goulding - Army #3 Melanie Martinez - Mad Hatter

Starving

Entah dimana harus aku memulai, jalanku rasanya sudah sangat jauh. Tertatih, aku menjalani hidup yang sedang aku jalani. Terseok, bahkan langkahku terkadang tak dapat kupaksa. Melewati setiap malam, terkadang menangisi betapa bodohnya diri ini. Bukan aku tak jujur, hanya terkadang perkataan memang sering lebih membekas. Aku tak menyalahkan sesiapapun. Dalam hal ini, kita semua tak sedang menghakimi siapa benar atau salah. Kita sedang belajar menjalani apa-apa yang sudah tertulis, pun apa yang menjadi pilihan kita. Malam-malam ini sama seperti minggu yang sudah-sudah. Terkadang kita memaksa untuk melakukan segala sesuai mau kita. Padahal, apapun itu ada instruksinya. Kita terlalu angkuh untuk mau peka terhadap lingkungan kita. Dan kita terlalu sering menutup mata untuk mereka yang sedang berusaha menggapai tangan kita. Malam ini, saya sedang berusaha menahan diri. Untuk tidak pingsan, untuk tidak meluapkan amarah yang ada, untuk tidak bertindak diluar nalar. Saya sedang berusah...

Ending Story

Kala Malam berteriak menjemput tidur ku Aku tetap disini Menanti kamu dan semua pengharapanku Tapi Kamu tak juga menghampiri Hilang bersama semua janjimu Biar aku tetap menyayat hatiku Kini Kamu bilang aku tak perlu memikirkan Padahal kamu tahu Sedetikpun pikiranku penuh usahamu Walau Semua seakan tak sejalan ingin Memang takdir tak sesuai nasib Kita berusaha melepas tahan Hey Apa yang akan terjadi jika suatu saat Kita berdua bercengkerama? Bisakah aku melihat manis senyummu? Atau Bolehkah aku terlelap dalam pelukmu? Bolehkah aku berlama menatap tulus matamu? Agar perasaan ini seraya kamu dapat resapi Sebelum Aku pergi dengan semua luka Kamu kembali dengan semua pedih Mungkinkah selama ini kita sedang mencari? Dan Kamu pergi berharap aku tiba Aku datang berharap kamu mencariku? Atau selama ini hanya aku yang rasa? Sedangkan Jiwaku melenguh memanggil kamu Yang namanya masih dirahasiakan waktu Tak bolehkah aku mengetahui? Hingga Kamu berusaha, aku ber...

Guess

Menjadi seorang Tieya Aulia, mungkin bagi beberapa orang itu mudah. Hanya perlu mengikuti semua alur yang ada dan menjadi manusia yang berguna. Tentu, hidupku akan menjadi sebegitu mulusnya pabila aku menuruti semua kemauan orang di sekitarku. Aku tak memiliki pilihan. Mau pun tak mau aku harus melakukannya. Tanpa mereka sadari, aku juga seonggok jiwa yang memiliki duniaku sendiri. Tak peduli, semua akan menuntutku patuh pada apa-apa yang mereka kehendaki. Ketika aku salah, makian sudah menjadi hal yang harus mau aku terima. Apabila aku melakukan sesuatu yang benar, ya memang itu sudah seperti seharusnya. Tak perlu ada apresiasi yang berarti, karena memang itu sudah menjadi kewajibanku. Mungkin, yang selama ini aku cari adalah penerimaan. Bahwa tak mengapa aku gagal, tak mengapa jika terkadang aku ingin memilih jalanku sendiri, tak salah jika aku bersimpuh kelelahan dan berusaha untuk meyakinkan ku bahwa menangis adalah suatu hal yang manusiawi. Mungkin hanya sekedar itu. Tapi, di...