Entah dimana harus aku memulai, jalanku rasanya sudah sangat jauh. Tertatih, aku menjalani hidup yang sedang aku jalani. Terseok, bahkan langkahku terkadang tak dapat kupaksa. Melewati setiap malam, terkadang menangisi betapa bodohnya diri ini. Bukan aku tak jujur, hanya terkadang perkataan memang sering lebih membekas. Aku tak menyalahkan sesiapapun. Dalam hal ini, kita semua tak sedang menghakimi siapa benar atau salah. Kita sedang belajar menjalani apa-apa yang sudah tertulis, pun apa yang menjadi pilihan kita.
Malam-malam ini sama seperti minggu yang sudah-sudah. Terkadang kita memaksa untuk melakukan segala sesuai mau kita. Padahal, apapun itu ada instruksinya. Kita terlalu angkuh untuk mau peka terhadap lingkungan kita. Dan kita terlalu sering menutup mata untuk mereka yang sedang berusaha menggapai tangan kita.
Malam ini, saya sedang berusaha menahan diri. Untuk tidak pingsan, untuk tidak meluapkan amarah yang ada, untuk tidak bertindak diluar nalar. Saya sedang berusaha untuk lebih menghargai hidup yang sedang Tuhan titipkan pada saya. Saya sedang berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Despite semua tekanan yang saya terima, semoga saya mampu. Saya pasti mampu, Tuhan bersama saya. Hehehe.
Tentu
Hehehe
Saya juga berharap kamu bersama saya.
Tentu
Hehehe
Saya juga berharap kamu bersama saya.
Komentar
Posting Komentar