Langsung ke konten utama

Starving

Entah dimana harus aku memulai, jalanku rasanya sudah sangat jauh. Tertatih, aku menjalani hidup yang sedang aku jalani. Terseok, bahkan langkahku terkadang tak dapat kupaksa. Melewati setiap malam, terkadang menangisi betapa bodohnya diri ini. Bukan aku tak jujur, hanya terkadang perkataan memang sering lebih membekas. Aku tak menyalahkan sesiapapun. Dalam hal ini, kita semua tak sedang menghakimi siapa benar atau salah. Kita sedang belajar menjalani apa-apa yang sudah tertulis, pun apa yang menjadi pilihan kita.

Malam-malam ini sama seperti minggu yang sudah-sudah. Terkadang kita memaksa untuk melakukan segala sesuai mau kita. Padahal, apapun itu ada instruksinya. Kita terlalu angkuh untuk mau peka terhadap lingkungan kita. Dan kita terlalu sering menutup mata untuk mereka yang sedang berusaha menggapai tangan kita.

Malam ini, saya sedang berusaha menahan diri. Untuk tidak pingsan, untuk tidak meluapkan amarah yang ada, untuk tidak bertindak diluar nalar. Saya sedang berusaha untuk lebih menghargai hidup yang sedang Tuhan titipkan pada saya. Saya sedang berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Despite semua tekanan yang saya terima, semoga saya mampu. Saya pasti mampu, Tuhan bersama saya. Hehehe.

Tentu

Hehehe

Saya juga berharap kamu bersama saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

CodeName

Hur många gånger måste jag berätta för dig? Om det inte är med mitt kodnamn. Då är historien inte rätt. Jag låter dig veta det hela tiden. Det är därför jag använder mitt kodnamn, kanske förstår du det. Du vet historien bakom namnet. Du frågar mig vad skulle jag ha? Jag vill inte ha någonting. Det gör bara ont för att veta det faktum. Att jag inte visste vad du ville ha. Vad du vet. Som om du inte ville ha mig, men du fortsätter att dra mig. Jag vet att vi inte kunde vara tillsammans. Eftersom detta bara är ensidigt. Men vad vill du ha? Jag saknar dig. Jag gör verkligen. - SeRa

Pernikahan

Marriage. Aku kadang ngeri mendengar kata ini. Bagiku pernikahan bukanlah suatu tujuan. Karena, dalam pikiranku, pernikahan adalah sesuatu yang tidak sesakral itu. Kenapa? Mungkin karena aku ada didalam sesuatu yang mereka sebut perceraian. Didalam artiku, pernikahan yang se-kramat itu bisa hancur hanya karena pihak lain yang mungkin dirasa lebih menggoda. Jadi, untuk apa menikah jika kita tetap menganut pada prinsip "jodoh siapa yang tahu"? Sampai sekarang, aku masih tidak mengerti kenapa teman-teman ku bersikeras ingin menikah muda. Pasalnya, untuk menikah, buatku, bukan hanya perkara menghalalkan pacaran. Bukan hanya menghalalkan "ena-ena". Bukan hanya menghalalkan kontak fisik yang selama ini mereka damba. Lebih dari itu, sesiap apa kamu untuk mengurus orang lain yang katanya kamu sayangi? Salut, pada mereka yang memutuskan untuk menikah muda. Berani sekali. Di usia yang bisa dibilang belum matang berpikir dan pengalaman berkomunikasi yang pastinya sedikit leb...