Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

CodeName

Hur många gånger måste jag berätta för dig? Om det inte är med mitt kodnamn. Då är historien inte rätt. Jag låter dig veta det hela tiden. Det är därför jag använder mitt kodnamn, kanske förstår du det. Du vet historien bakom namnet. Du frågar mig vad skulle jag ha? Jag vill inte ha någonting. Det gör bara ont för att veta det faktum. Att jag inte visste vad du ville ha. Vad du vet. Som om du inte ville ha mig, men du fortsätter att dra mig. Jag vet att vi inte kunde vara tillsammans. Eftersom detta bara är ensidigt. Men vad vill du ha? Jag saknar dig. Jag gör verkligen. - SeRa

Sesaat

Sesaat aku terdiam. Pandanganku terkunci, pada senyum di wajahnya. Senyum yang dapat melelehkan hati gadis yang melihatnya. Raut wajahnya yang sarat kelakian. Matanya yang terbingkai sebuah kacamata berframe hitam. Rambutnya yang tebal dan berantakan. Oh, jangan lupa, bulu matanya yang panjang. Sulam bulu mata dimana dia? Bikin kesal! Seumur hidupku, aku selalu mencari, melepas, mencari, melepas, dan akhirnya aku menemukan. Sesuatu yang entah bagaimana bisa begitu pas dijemariku. Genggamannya. Suara yang begitu menyenangkan hatiku. Suaranya. Peluk yang tak hanya menghangatkan tapi mengamankan. Rangkulannya. Ya. Dia. Dia. Dia. Tanpa puji, tanpa rayu. Dia berhasil. Berhasil apa? Menelanjangi hatiku. Menelanjangi semua masa laluku. Dan menerawang semua masa depanku. Aku penasaran, sepertinya dia cenayang yang menyamar! Entah, hanya dengan tanyanya aku bisa selancar itu menjelaskan apa yang kurasa. Yang selama ini selalu kututup rapat dari siapapun. Hanya dengan sedikit senyumnya, aku b...

Mencari

Siang ini, aku masih dirumahnya. Menunggui dia yang sedang terlelap. Lelakiku begitu manja. Manja sekali. Hanya saja, dia berlaku manja padaku seorang. Entah kenapa, tanpaku, dia selalu menjadi lelaki yang kuat. Mungkin berpura kuat. Tapi denganku, dia selalu ingin dirawat. Ingin aku perhatikan. Gemas. Ditengah tidurnya dia terbangun, mencari aku yang duduk di ruang sebelah. Dia menghampiriku dan menidurkan kepalanya di pangkuanku. Seraya menggerutu kemana aku pergi. Aku hanya tertawa. Semakin senang menggodanya, aku tanya dia "kalo suatu saat nanti aku pergi, kamu mau cari aku ga?" dia segera membuka matanya, lalu menerawang mataku. Seraya membalas "mau pergi kemana?" lalu aku tertawa melihat wajah linglungnya, aku jawab "ya kemana aja" lalu dia langsung menganggukan kepalanya beberapa kali menandakan bahwa ya dia akan mencariku. Aku tertawa geli, seraya mengelus rambutnya. Dan dia kembali pada lelapnya. Aku menatap matanya yang tertutup lekat. Dan terse...

Amnesia

Selepas kamu pergi, ada satu semburat luka yang menganga di ulu hatiku. Kamu pergi tinggalkan luka. Tak seperti saat aku mengenalmu, katamu kamu takkan lukai aku. Justrunya, kamu lah yang paling menikam jauh ke dalam sanubari. Iya. Kamu. Yang telah tinggal lebih dari satu putaran bumi terhadap matahari didalam hariku. Kamu. Yang telah menyembunyikan separuh jiwaku selama lebih dari ratusan hari. Kamu. Yang pergi tanpa kata bersama yang baru. Mungkin, dia mampu berikan sesuatu yang selama ini selalu aku abaikan. Mungkin, dia lebih mampu temani rumit pikiranmu kala deadline kerjamu mengejar. Mungkin, dia lebih menarik bagimu daripada aku yang selama ini kamu amati. Tak mengapa. Pergilah. Dan. Jangan kembali. Mataku menatap jauh, pada saat-saat kamu berusaha mencariku, menggapaiku, memilikiku, hari dimana kamu berusaha untuk menjadikan aku kekasihmu. Yang nyatanya, sekarang kamu lepas begitu saja. Kawanku menanggapi, syukur aku terlepas dari jeratmu. Mereka tak pernah sukai tentangmu. ...