Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Suicidal Notes

Argh! Sometimes I wish i just never born if I know my life will be a burden. And I wish there is no me in the beginning. It's just hard to admit that am a motherfucker asshole in my very own home. I always do my best, I never ask anyone for something. But WHY???? Why does everyone treat me like I was arrogant for always forcing people fulfil my need. When is that fuckin' happened? Never, right? Am tired... Wanna disappear. Please... Am tired.

I am (not) your Rain

Hey, been awhile since the last time I post. Sekarang kamu mengerti? Bahwa aku bukanlah hujan yang selalu kamu tunggu. Mungkin aku memang hujan, sesuatu yang selalu membawamu pada masa lalu. Hora? Aku tak bisa menenangkanmu! Apapun yang aku lakukan hanyalah menyakitimu. Aku harus apa? Sudah kubilang berkali-kali, carilah seseorang yang memang untukmu dan itu bukan aku. Ah sial! Aku harus apa? Bawa aku. Suatu saat nanti. Tolong jemput aku. -Suigintou.

Menjadi bintang itu sepi, ya?

Damn ... Malam ini dingin... Tapi aku justru sengaja diam di balkon kamar ku. Membiarkan angin yang terlalu sejuk ini menerpa setiap inci tubuhku. Air mata tetiba mengalir, tanpa permisi. Dan ada yang perih di sekitar dadaku, hati kah itu? Lalu kupaksakan menengadah, menyaksikan hamparan karpet biru tua di hadapanku... Gelap... Biru nya gelap. Hanya ada beberapa bintang malam ini, jaraknya pun berjauhan. Gabisa deketan aja gitu? Air mataku tetap mengalir, diiringi Mimpi nya kak Isyana Sarasvati yang mengalun sendu.  Malam ini... Hatiku berteriak. Mencaci. Menari. Mengutuk. Bersulang. Mendendam. Berbahagia. Berulang-ulang hingga akhir yang tak ku tahui. Dulu, aku ingin sekali menjadi bintang. Supaya selalu dapat menemani mu. Supaya selalu dapat menghiasi malam mu. Tanpa ku sadari, menjadi bintang berarti aku takkan tergapai oleh mu, kan? Tanpa ku sadari, menjadi bintang berarti aku takkan bisa mendekati mu, kan? Dulu, aku akan bersinar sekuat yanng ku bisa untukmu. Agar kamu selalu ...

My Way

I wanted to go dive, dive through the deepest sky. I wanted to go run, running through the neverland. I wanted to go fly, fly through the blackest ocean. I am tired. Tired of being used. Can I just have one moment to catch my breath? Oh I see, I'm running out of time. Bye.

Pluviophile, Si Lelaki Gondrong

Ah... Nostalgia ini tak membunuhku. Justru menggelitik, kala ingat tahun yang telah lalu. Saat aku menggenggam hatinya. Angin, aku ceritakan sebuah kisah paling rahasia. Ya. Dia adalah seorang lelaki, dengan rambut gondrong. Mirip sarang tawon. Perawakannya kurus, tinggi dan berkaca mata. Hidungnya bangir asal kau tahu saja, dan itu sering membuatku kesal karena dia akan menyombongkannya padaku. Cih. Tapi dia baik, manis, dan misterius. Kebanyakan orang selalu salah menilainya, atau memang langkah yang ia tempuh salah? Aku tak tahu. Yang ku tahu dia pecinta yang setia. Mungkin. Aku tak tahu. Yang ku tahu lagi dia pecinta hujan, makhluk-makhluk yang menemukan ketenangan dalam rintihan tangis dewa langit. Lain kali kalau kau punya waktu, hubungi dia! Kau akan tertawa mendengar logat bicaranya. Renyah tawanya pun tak pernah hilang dalam percakapannya. Tapi seberapa lama pun aku mencoba memahaminya, aku tak pernah bisa. Apa karena aku bukan air hujan yang turun membasahi bumi sehingga aku ...