Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

ABC's

Aku pernah menginginkanmu. Sampai sekarang masih. Hanya saja tidak jadi. Takut kamu tidak menginginkan aku juga. Akhirnya aku pergi, cari suasana baru. Tapi tetap, kamu dihati. Gimana sih kamu, katanya ga ingin aku. Tapi ga pernah pergi dari pikiran aku. Maunya apa? :( Sial! Sial! Sial! Kamu bikin mood ku berantakan. Dan kenapa sih aku gabisa lupa sama kamu? Kamu itu... Ah sudahlah. Aku lelah nunggu kamu peka. Kek nunggu ujan duit. Lama. Susah. Mustahil.

Cannot heal, Cannot touch

Aku... Harus berapa kali ku katakan bahwa aku berbeda dengan manusia lainnya. Aku muak menjadi manusia, jadi kucing lebih asyik sepertinya. Bagimu aku ini seperti rentetan puzzle yang tak pernah bisa kau selesaikan. Bagiku kamu adalah manusia yang paling gampang menyerah. Lagipula, sudah kubilang bahwa kau tak perlu repot-repot membuka hatiku. Bodoh, kamu makhluk terbodoh yang pernah aku temukan. Dan aku, adalah makhluk teregois yang pernah Tuhan ciptakan. Aku ingin dirimu, tapi tanpa pernah ingin kamu miliki. Aku lebih senang bersama kebebasan. Meski lebih sering berbincang bersama kesepian. Aku ya aku. Kamu ya kamu. Aku takkan memaksamu untuk memahami diriku yang ribet menurutmu. Dan aku takkan repot-repot menunggu mu untuk mencintai aku apa adanya. Bagiku, kesendirian adalah aku. Bagimu, cinta adalah suatu hal yang kau hirup bagai oksigen. Bagiku, kamu adalah bintang yang takkan pernah kugapai. Bagimu, aku adalah matahari yang kadang kau perlu tapi kau takut tuk mendekati. Kita sada...

Kira aku

Aku kira kita sudah sepakat bahwa cinta ini milik kita. Aku kira kita sudah mengerti bahwa rindu haruslah dibayar layak dendam mati. Aku kira kita sudah paham bahwa menyayangi terkadang sangat menyakitkan. Aku kira kamu sudah menerima bahwa aku bukan makhluk tak bercacat. Aku kira... Aku kira, kamu dan aku adalah kita. Nyatanya hanya aku tanpa kamu.

Temu, Rindu

Aku merindukanmu, tapi tak mampu berucap. Takut, menyakitimu lebih dari yang telah ku lakukan. Kamu tak pantas, lebih pantas bahagia. Maafkan aku. Aku yang selalu bercita-cita tambah tua bersamamu, berakhir dengan menginginkanmu untukku seorang diri. Tapi tanpa pernah mampu mewujudkannya. Hanya mampu sekedar saja. Kamu, yang selalu menemani dan mencoba mengerti rumitnya diriku. Yang selalu saja dibilang "aneh" orang lain, tapi kamu memanggilku "unik". Dan untuk pertama kalinya aku suka. Suka sekali. Suka. Kamu, yang selalu berusaha untuk memberikan waktu dan segala milikmu. Dan aku yang selalu saja menuntut lebih. . . . Maafkan aku, aku rindu. Rindu dipelukmu. Aku ingin berjumpa lagi, mendengarkan segala kesahmu, menghirup wangi tubuhmu. Aku ingin, bertemu denganmu. -bisik Seorang Perindu yang melelam kelam menangisi kasihnya

Hope.

There's two side of me, which one do you prefer? The nice one or the one you'll never want to see? Dear, am a complicated maze you'll never find the exit. But you say you can and I let you in. What now? You're trying to cut loose me just to shorten your way. How dare you mess my life? Dear, am an open book. Really. But it's invisible ink keep the secret away. If you are really filled with curiousity you'll find a way to read me. A whole me. Instead you just tore me and burn it out the garbage. Dear, am a looped thread you can never loosen it. Didn't I told you this already? You'll never understand me and start to take a bit of my thread and ended up throwing a whole of me in the floor. How rude! You say you want me, you say you love me, you say you are willing to accept any flaw I had all my life. But what? It's that true what people have told me all the time? That hope is just something more dangerous than death itself? Hope is something I will neve...

The Time that I can't Embrace

Honey dear, this time am gonna tell you a pretty long story. About a girl who try to embrace something that can never be embrace. Once upon a time, there is this little girl. Who always wondering if she will find the meaning of her life. She ask her mother but she never found the answer. She seek her father the same, but still no answer. Then... This little girl, shocked when her parents decided to take a separate ways. She doesn't even realize what is meant by that. All that she knew is just they are no longer loving each other. Time by time, she already get through a lot of love. And ended up going  the separate ways as she and her lovers doesn't love anymore. Another story, she finally found her happily ever after. She found her family coming back together. There's mom and dad. There's the brother. What a loving family. Yeah. That's what people see. But, somehow. They're love and care for each other but they live in a rather different world. They have their u...

Starless Sky

Ya. Aku itu gelap sayang. Dan kamu terang. Kita berbeda. Dan akan selalu begitu. Kita takkan sama. Dan selama nya memang seperti itu. Tuhan merancangkan sesuatu untuk kita. Entah bersatu padu menjadi semesta yang saling menjaga satu sama lain. Seperti siang dan malam. Entah hanya seperti bintang di kala malam. Kadang aku harus menerima jikalau kau lebih memilih untuk bercinta dengan awan. Aku itu gelap. Sudah pasti. Mutlak. Aku takkan bisa kau bawa menjadi terang. Namun kamu selalu mempunyai pilihan untuk menerangi gelapku atau mati ditelan zaman. Hingga sinarmu tak lagi nyala. Kamu terang. Dan itu sudah jelas. Absolut. Aku takkan bisa menelanmu dalam perutku. Yang kulakukan hanyalah menambah kepekatan ku agar kamu bisa bersinar lebih nyala. Aku menyukainya. Menyukai terangmu di sekujur tubuh gelap ku. Kamu bilang kita tak bisa bersama, semua akan berubah. Memang. Itu pula yang ku khawatirkan sayang. Aku terlalu takut berdekatan denganmu dan akhirnya menghisap mu pada lubang hitam ku. ...