Ya. Aku itu gelap sayang. Dan kamu terang. Kita berbeda. Dan akan selalu begitu. Kita takkan sama. Dan selama nya memang seperti itu.
Tuhan merancangkan sesuatu untuk kita. Entah bersatu padu menjadi semesta yang saling menjaga satu sama lain. Seperti siang dan malam. Entah hanya seperti bintang di kala malam. Kadang aku harus menerima jikalau kau lebih memilih untuk bercinta dengan awan.
Aku itu gelap. Sudah pasti. Mutlak. Aku takkan bisa kau bawa menjadi terang. Namun kamu selalu mempunyai pilihan untuk menerangi gelapku atau mati ditelan zaman. Hingga sinarmu tak lagi nyala.
Kamu terang. Dan itu sudah jelas. Absolut. Aku takkan bisa menelanmu dalam perutku. Yang kulakukan hanyalah menambah kepekatan ku agar kamu bisa bersinar lebih nyala. Aku menyukainya. Menyukai terangmu di sekujur tubuh gelap ku.
Kamu bilang kita tak bisa bersama, semua akan berubah. Memang. Itu pula yang ku khawatirkan sayang. Aku terlalu takut berdekatan denganmu dan akhirnya menghisap mu pada lubang hitam ku. Bagaimana aku mampu kehilangan dirimu? Kita memang tercipta hanya untuk saling berdampingan. Bukan bersama.
Aku itu gelap. Dan kamu terang. Itu mutlak. Dan absolut.
-bisik langit malam pada bintang yang terlihat paling menyala dan bersinar dari bumi.
Komentar
Posting Komentar