Jadi, kamu masih berusaha untuk mengejarku. Memintaku kembali menjadi seseorang yang dulu kamu kenal. Menjadi aku, yang dulu bisa kamu atur semaumu. Menjadi aku, yang dulu mati-matian mencintaimu dan berusaha sebisaku mempertahankan kamu tetap bersamaku. Aku tertawa. Licik. Itu yang kupikirkan tentangmu. Aku merasa kenapa aku bisa sebodoh itu, menjatuhkan diriku untukmu? Tapi itu dulu, sekarang pikiran itu tak pernah ada lagi. Justru aku berterimakasih padamu, karena mu aku tahu bahwa ada beberapa hal yang memang tidak akan bisa kita miliki sekuat apapun kita berusaha dan berdoa. Ada ketentuan-ketentuan Tuhan yang tak bisa kita, sebagai manusia, hanya manusia, kita langgar. Aku jadi belajar untuk lebih menghargai diriku sendiri, mencinta diriku sendiri, agar orang juga tahu, seberapa berharganya diriku. Kamu berteriak, seakan aku manusia paling jahat karena telah memalingkan wajahku darimu. Telah melangkahkan kakiku menjauhimu. Telah memutuskan untuk melepas tali yang mengikat, dianta...
An extraordinary-rare-differentthinker-young girl. Eremophobia.