Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Playlist

Luarbiasanya cinta, bisa bikin aku mengubah semua lagu yang biasa ada d i recently played gawaiku. Iya. Aku mulai mendengarkan lagu-lagu yang biasa kamu dengar. Meski tak semua. Aku ingin lebih mengenalmu, lewat musik yang mengiringi semua aktivitas mu. Mendengarkan beberapa lagumu membuatku merasa dekat denganmu. Padahal... Kita memang jauh. Jarak kita, pun hati kita. Tapi tak apa, aku tetap menyimpan rasa ini. Jadi, here's my 20 recently played these few weeks. One of yours? 1. Danilla - Ada Di Sana 2. The Cardigans - Lovefool 3. Cash Cash - All My Love (ft. Conor Maynard) 4. Marina & The Diamonds - Blue 5. Kygo - Stargazing (ft. Justin Jesso) 6. Zara Larsson - I Would Like 7. Dua Lipa - Genesis 8. Danilla - Berdistraksi 9. Gabrielle Aplin - Used To Do 10. Jonas Blue - We Could Go Back (ft. Moelogo) 11. Katy Perry - Teenage Dream 12. One Ok Rock - Living Dolls 13. Marshmello - Ritual (ft. Wrabel) 14. Khalid - Location 15. Phoebe Ryan - Dark Side 16. Snakehip...

Los(v)er

Aku menekuni kamu selama hidup, sekali aku tak mengenalmu. Menjanji abdi pada segalamu, aku gadaikan waktuku menggapaimu. Mendamba, memanggil, mencari, menemukan, kamu tak berubah... Atau mungkin belum. Semoga tidak. Inginku kamu tetap begitu. Mungkin, Tuhanku bosan mendengarku meminta kamu. Tak mengapa, Tuhanku mengerti. Kamu tak keberatan bukan? Aku takkan memintamu jadi milikku, tak mampu. Berbicara denganmu saja sudah lebih dari cukup bagiku untuk mencintamu. Maafkan aku, aku memang pengecut. Tapi ketahuilah, aku hanya tak ingin membebani hidupmu. Terkecuali kamu juga memiliki perasaan padaku, boleh lah aku mulai menggentayangi pikiranmu. Segala tentangmu, banyak yang abu. Aku tak banyak tahu apa-apa yang menjadi prinsipmu. Satu yang aku tahu, kamu baik. Tolonglah berkaca, kamu itu sangat baik. Beruntung sekali siapapun hati yang telah kamu jatuhkan pelukmu. Sungguh. Aku iri pada sesiapapun itu. Tapi aku akan selalu bahagia untukmu. Bukan syair lagu, tapi begitulah perasaanku unt...

(Jatuh) Cinta!

Jadi, begini... Aku adalah manusia yang seringkali disalah artikan. Eh. Maksudnya begini, ketika aku serius kebanyakan orang menganggap itu bercanda begitupun ketika aku sedang bercanda mereka akan menganggap aku sedang bercanda (yaiyalah ul!). Mungkin karena aku terlalu sering bercanda, kebanyakan aku gak dianggap serius, jadi susah nemu yang mau nyeriusin #curhat. Jadi (lagi), ketika aku sedang bercanda mereka seringkali tertawa lepas. Bahagia sih bikin orang seneng karena kita, cuman repot nya adalah ketika kita beneran serius mereka seringkali menganggap kita becanda juga. Hahaha *nangis dipojokkan* Kali ini, aku ga ingin merayu kamu dengan kata-kata puitis. Aku ga jago. Aku cuman ingin mengungkapkan tanpa membebani kamu. Ya. Aku cuman ingin mengungkapkan disini, bukan kepadamu. Pertama kali mengenalmu, entah bagaimana aku memiliki perasaan bahwa aku akan amat sangat bergantung padamu. Aku akan mencari cara untuk bisa berbincang denganmu, seakan mengerti inginku, semesta berkons...

Blue

I don't wanna feel blue anymore Marina and The Diamonds - Blue Itu lah yang terlintas dikala pagi ini aku menyesap segelas susu hangat. Mungkin selama ini yang aku lakukan adalah menunda. Menunda kebahagian, menunda pekerjaan, dan larut pada perasaan yang memang sangat overwhelming . Perasaan stress, perasaan sedih, perasaan tertekan, perasaan hampa. Semua itu seakan membuatku merasa tak memiliki harapan, terlebih membuatku merasa dimatikan oleh harapanku. Aku sadar, aku tak boleh merasa seperti itu selamanya. For the rain will lift up someday . Aku harus bangun dan memulai menata langkahku. Menata kembali rencana yang selama ini terkabur oleh air mataku. Meski aku tak tahu seberapa lama aku akan bertahan dengan pikiran seperti ini. At the very least, I'm tired being blue . Maybe you won't hear me for awhile. Since I am only bragging about how sick my life was. Aku ingin mencoba menjadi aku yang dahulu, selalu merasa cukup eventho they're taking me for granted...

Lelap

Hujan seakan telah lelah menjatuhkan tubuhnya ke tanah, petir mungkin malu karena aku telah mengumpatnya habis-habisan. Namun, mataku tetap terjaga. Mau apalagi? Jiwaku rasanya sudah sangat lelah namun aku namun mataku tak ingin mengalah. Aku memutuskan untuk kembali menyampah disini. Sudah tidurkah kamu? Malam sudah menunjukkan taringnya, dingin menyelisik kedalam kulitku yang tak terbalut selimut. Sunyi menjadi sesuatu yang tak tertandingi. Tak peduli seberapa kencang aku menyetel volume laptopku. Senyap selalu menemukan jalannya untuk menyiksa jiwa lelahku. Kali ini, lagunya A Rocket To The Moon yang berjudul Like We Used To sengaja kumainkan supaya menenangkan satu sisi didalam hatiku yang begitu hampa. Tapi... tetap saja. Hampa tak mau melepaskan aku dari pelukannya. Padahal sudah berulang kali aku berusaha untuk melepaskannya dan mencoba untuk merasakan luka agar aku merasa hidup kembali. For God sake , I just can't feel anything anymore . Rasanya, hatiku telah membi...

Thunder

Siang telah berlalu, malam kembali hadir untuk menemaniku yang selalu saja kepayahan untuk terlelap. 22.20 WIB. Sudah selarut ini dan aku masih belum menemukan diriku merasakan kantuk. Sudah kucoba segala cara untuk membuat mataku terpejam lebih cepat. Berolah raga sebelum tidur, menghindari makan beberapa waktu sebelum tidur, meminum segelas susu hangat, menghitung mantan eh domba maksudnya, mendengarkan suara hujan, mematikan gawai. Tetap. Mata ku seakan bebal dengan tidur. Ah. Harus bagaimana caranya untuk membuat mataku lelah. Jadi malam ini kuputuskan untuk menulis saja. Tak apa kan? Kumohon jangan lelah untuk mendengarkan semua kesahku. Aku tak tahu selain pada Tuhan dan kamu, pada siapa lagi aku bisa mengadu. Semoga, selesai aku menulis aku bisa mengalahkan kantuk! Malam ini hujan masih turun dengan deras saat aku mengetik tulisan ini, tadi sempat reda. Tapi hanya sesaat. Iya. Sesaat. Kaya perasaan gebetan itu yang sukanya cuman sesaat (Curcol dah hahaha) Musik yang mengalun...

Sepotong Cokelat dan Segenggam Turquoise

Pagi ini aku memulai hari dengan biasa. Membuka mata, mengecek gawai, meminum segelas air putih, membereskan tempat tidur, membuka tirai, pergi ke kamar mandi dan memakan cereal bar  yang ibu berikan di kantong makanan sewaktu dirumah. Ya. Dan perasaanku masih saja sama. Hampa. Skip . Aku segera membuka laptop yang ada di sebelah kasurku. Setelah menyalakan tombol power  dan menekan beberapa tombol, aku mendengarkan The Bird and The Worm nya Owl City. Yesshhhh, pagi ini aku merasa sangat bersemangat. Tapi entah untuk apa. Aku sedang membuka gawaiku saat ada satu pesan masuk di LINE. Aku segera membukanya. Ternyata seseorang yang di masa laluku pernah memberikan ku dua cokelat batangan. Ya. Lagi-lagi masa lalu. Kenapa aku tidak bisa hidup untuk masa depan saja sih? Atau setidaknya untuk masa sekarang. Rasanya hidupku terkungkung di masa lalu. Begitu kan yang sering aku ceritakan padamu? Akhirnya aku membuka pesan itu, pesan yang berisi "Boleh ga aku nanyain kabar aul?". Y...

Serendipity

Hari ini, aku selesai menonton suatu film yang sejak malam tak sempat aku selesaikan. Serendipity. Atau dalam bahasa Indonesia nya, Kebetulan. Filmnya menarik, bikin baper. Hahaha. Makna yang aku dapat dari film tersebut adalah, selalu ada cara. Even  kemungkinannya sangat kecil dan hampir tidak mungkin. Tapi, itulah takdir. Sebetulnya dalam pemikiranku, kebetulan itu tidak ada. Takdir adalah sesuatu yang mutlak yang telah dirancang Tuhan dengan indahnya. Ya... Sesederhana dan serumit itu.  Well,  lupakan film itu. Blog ini bukan tukang review  film ko hahaha. Merujuk pada kata kebetulan. Aku selalu merasa kecil kala merenung bagaimana Tuhan mempertemukan aku dengan setiap orang hadir di hidupku. Entah untuk tinggal atau hanya mampir. Kebetulan aku bertemu dengannya. Kebetulan aku berkenalan dengannya. Dan kebetulan kita saling menyakiti. Hahahaha. Itu salah. Itu bukan kebetulan deh. Aku pernah merasakan suatu kebetulan yang amat sangat menyenangkan. Dimana ...

Setengah

Lampu itu tetap tergantung di dinding kamarku. Memberikan pendar hangat yang senantiasa membuat tentram malam yang dingin ini. Aku menatapnya, memastikan lampu itu nyala satu-persatu. Dan berhenti di tengah sebelum lintasan lampunya selesai. Mengapa? Entah, rasanya, ada yang menarik hatiku. Jadi malam itu, aku habiskan untuk menatap lampu satu-persatu lalu tetap berhenti di tengah. Ucapannya siang itu masih terngiang "Aku pergi dari hidup kamu. Bukan aku yang ingin, tapi kamu yang memaksaku". Padahal, sejujurnya aku tak pernah memaksa dia untuk bertahan atau untuk pergi. Dia, aku memanggilnya dengan sebutan uda. Iya. Sebutan khas untuk lelaki yang tinggal di Padang. Setahuku begitu. Dia salah satu kakak tingkat di kampusku. Beda jurusan. Begitupun fakultasnya. Dia bilang, wajahku mirip dengan mantan kekasihnya. Maka dari itu, dia selalu berusaha untuk membantuku, takut-takut aku adalah reinkarnasi kasihnya dulu. Padahal, mantannya saja masih hidup. Dasar modus! Uda, baik. T...

Cinta Bagiku

Hari ini, aku membaca sebuah artikel. Dengan judul "Perlukah cinta untuk diungkapkan?".  Ingin aku menjawab "tentu saja perlu!" tapi aku sadar, sebenarnya semua kembali pada bentuk cinta itu sendiri. Bentuk cinta? Memang ada? Ada dong! Hahaha Bagiku, Cinta tetaplah Cinta whether kamu ungkapkan atau tidak.  Apa yang lantas menjadikan cinta kurang maknanya ketika tidak diungkapkan? Diungkapkan pun tidak berarti Cinta menjadi berbalas. Tapi, ada suatu perasaan yang melegakan ketika Cinta terungkapkan. Juga, ada tanggung jawab besar yang harus kita pikul ketika Cinta itu terungkap. Sedangkan aku, aku adalah manusia yang senang mencintai dalam diam. Bukan, bukan aku tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan. Namun, Cinta bagiku adalah sesuatu yang personal. Sesuatu yang tak perlu mendapatkan balasan agar menjadi lengkap. Karena, cinta adalah perasaan yang hadir dalam diri, dan hanya diri sendiri mampu merasakan. Aku lebih senang mendamba seseorang dan menghadiahiny...

Malam menjadi terang

Malam, Gelap. Jiwa, Lelah. Buka, Tutup. Hati, Gundah. Kamu, Aku. Jalan, Beriringan. Tawa, Tangis. Temu, Pisah. Malamku, Malammu. Peluk, Haru. Benci, Hindar. Pergi, Kembali. Malam, Gelap. Kamu, Pergi. Tinggal, Luka. Belati, Tancap. Pagi, Luka. Siang, Sesak. Sore, Tangis. Malam, Tawa. Aku, Gila. Malam, Gelisah. Kamu, Tinggal. Aku, Kenangan. Malam, Tali. Aku, Terbang. Hati, Lepas. Malam, Terang.

Salju di bulan Juni

Aku terus mengira bahwa aku akan selalu mencintanya. Menyesap wangi yang selalu hadir dikala ia berada dekat denganku. Aku terus mengira bahwa ia akan selalu ada untukku. Memeluk setiap lukaku dan mengaguminya selayak aku adalah karya seni. Tapi, Aku salah sayangku. Senyatanya aku dijatuh cintakan pada sosok lain. Begitupun kamu yang dengan cepat meninggalkanku untuk kasihnya. Aku tak menyalahkan kamu, atau dia, atau aku sendiri. Tak ada yang patut disalahkan. Jadi, kita hanya saling berusaha melupakan dan berlari. Mengejar hati yang lain agar hati kita dapat utuh kembali. Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh manusia. Kita berlari, mencari, melemah, menguat, membesar, mengecil, melebar, menyempit, diatas, dibawah. Despite, Love is worth the pain, Right? Sekalipun kita harus berdarah untuk mendapatkan cinta, tetap kita mengejarnya. Meski tiada jaminan untuk balasan cinta. Beberapa waktu lalu aku dihadapkan pada sebuah situasi. Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. ...

Hujan tanpa Petir

Malam ini hujan turun dengan sangat deras, merontokkan segala peluh yang ada. Menggigil. Angin dingin menyelisik di jendela. Memberi sensasi dingin pada aku yang tengah kesepian. Hanya ada alunan lagu yang gaduh di gawaiku. Aku menatap sekeliling, dan menyadari betapa berantakannya kamarku. Biarkan saja begini adanya, hatiku sedang tidak utuh juga. Aku sedang berteman dengan kehidupan. Mata ku terpaku pada kelip lampu di dinding kamarku. Nafasku terhela. Sebutir bulir air terurai dari sudut mataku. Tetiba hatiku terasa nyeri. Entah apa. Entah kenapa. Entah bagaimana. Entah kapan. Aku mulai menangis sesenggukan. Hujan memang selalu mampu melelehkan air mataku. Beruntung. Hujan kali ini tiada disertai gemuruh petir. Aku selalu takut dengan petir, sifatku memang selalu kekanakan.  Suara halus Sam Smith menemani malam ku yang diguyur hujan. Seharian ini aku selalu berurusan dengan hujan. Sigh... Malam begini, aku beranjak dari kasurku menuju lemari. Disana kutemui berbagai cem...

Savage

Dia... membuat setiap hembusan napasku berarti. Entah bagaimana caranya, aku selalu merasa menjadi manusia ketika berbicara dengannya. Kebaikan hatinya, lembut tuturnya, bahasanya yang sedikit kaku, setianya mendengarkan. Dia manusia yang indah. Setidaknya itu yang kurasa. Entah. Jika kau tanya aku jatuh hati padanya, mungkin saja. Tapi hanya sekedar itu. Maaf, tapi aku menjadi sesuatu yang berbeda semenjak mengenalmu. Aku ingin menjadi sesuatu yang bisa selalu kamu ingat. Aku ingin menjadi sesuatu yang bisa kau ajak bicara. Ah. Jatuh hati memang obat patah hati terbaik. Kamu seperti roti panggang yang ditaburi selai cokelat dan segelas susu dipagi hari, manis dan menyegarkan, memberikan semangat dipagi hari. Kamu seperti semangkuk Bakso pedas di langgananku pada siang hari, selalu membuatku ketagihan. Dan kamu seperti lembutnya hujan tanpa gemuruh dikala malam, memabukan, menenangkan dan melelapkan. Ya. Itu kamu. Aku menuliskan ini bukan untuk memintamu menjadi milikku. Hanya seke...

Come Back

I wish that I could Photoshop All our bad memories 'Cause the flashbacks, oh, the flashbacks Won't leave me alone If you come back to me, I'll be all that you need Baby, come back to me Let me make up for what happened in the past Come back, baby, come back to me Come back, I'll be everything you need Come back, baby, come back to me Come back, boy, you're one in a million Utada Hikaru - Come Back to Me Iya. Malam ini Mbak Utada membuatku sangat tersinggung. Amat sangat tersinggung. Pasalnya aku sedang menginginkan seseorang untuk kembali tapi juga tak setega itu untuk mengganggu kebahagiannya. You know what it feels lyk rite? Dia... dia seperti imaji didalam puisiku. Tak bisa aku berhenti untuk menggambarkan semua tentangnya. Tak bisa aku berhenti mencita segala tentangnya. Aku bukan pecinta yang handal. Aku sangat lemah dalam urusan cinta-mencinta. Namun dia mampu merengkuh segalaku tanpa percuma. Dia menjadikan aku ada. Bagaimana bisa aku sampai k...

Smile

Today, as I woke up (due to my fever, I sleep a lot ehe) I checked on my phone. Wondering if I get your message. But nothing. So I check on Instagram. And... that's it. Now I know the reason behind all of it. I'm not mad at you nor blame you. It's me. I know it. Finally, you could set yourself free. I smiled. I supposed to feel broken right? But I am not. I am happy for you. Seeing you smile like that with her kinda make me reminisce about us. Yes. We only existed in the past.  Jangan tanya kenapa aku tak mengirimimu pesan, aku cukup sadar diri untuk tidak merusak kebahagiaan mu. Tulisan ini bahkan aku tulis dengan perasaan yang bersalah pada special lady  mu. Sampaikan maafku padanya jika suatu saat nanti kamu membacanya. Rindu? benar, aku rindu. Kamu pun cukup sering kan aku ganggu dengan pesan marahku karena kamu tak pernah mengabariku? Sekarang aku punya alasan mengapa aku tak boleh menghubungi mu lagi. Tolong. Buat aku untuk tidak menghubungimu, apapun yang terjad...