Langsung ke konten utama

Blue

I don't wanna feel blue anymore
Marina and The Diamonds - Blue

Itu lah yang terlintas dikala pagi ini aku menyesap segelas susu hangat. Mungkin selama ini yang aku lakukan adalah menunda. Menunda kebahagian, menunda pekerjaan, dan larut pada perasaan yang memang sangat overwhelming. Perasaan stress, perasaan sedih, perasaan tertekan, perasaan hampa. Semua itu seakan membuatku merasa tak memiliki harapan, terlebih membuatku merasa dimatikan oleh harapanku. Aku sadar, aku tak boleh merasa seperti itu selamanya. For the rain will lift up someday. Aku harus bangun dan memulai menata langkahku. Menata kembali rencana yang selama ini terkabur oleh air mataku. Meski aku tak tahu seberapa lama aku akan bertahan dengan pikiran seperti ini. At the very least, I'm tired being blue.

Maybe you won't hear me for awhile. Since I am only bragging about how sick my life was. Aku ingin mencoba menjadi aku yang dahulu, selalu merasa cukup eventho they're taking me for granted. Aku tidak ingin merubah diriku menjadi apa yang mereka mau. Sudah cukup aku menutup diri dan hatiku. Aku ingin berlari lagi, mengejar semua ketertinggalanku sebelum semuanya terlambat.

Aku ingin memberikan positive vibes lagi, menjadi aku yang tak perlu menyembunyikan tangis lagi. Aku ingin menjadi orang yang lebih menghargai hidup yang telah diamanatkan Tuhan padaku. Mungkin aku akan sedikit jarang bercerita lagi disini, Aku ingin menyibukkan diriku dengan kegiatan yang lebih bermakna. Aku ingin kembali menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitarku. Aku ingin menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan oleh keluargaku. I won't let them down.

Semoga cita-citaku pergi ke Machu Picchu di Peru menjadi kenyataan. Cita-citaku menjadi seorang diplomat kesampaian. Nikah dengan venue di outdoor ga cuman mimpi. Kuliah lagi kalau nanti tabunganku udah cukup dan adikku sudah kerja. Aku ingin meraih semua hal yang pernah aku idamkan dan aku lempar begitu saja. Aku ingin memiliki tujuan hidup. Aku ingin hidupku lebih bermakna. Aku ingin menjadi lebih kuat. Menjadi lebih dewasa. Menjadi lebih bijaksana. Mungkin membutuhkan waktu yang tidak sedikit, but it's worth to fight for right?

Semoga kau menemukan tujuan hidupmu juga. Tunggu aku dengan petualangan baruku nanti!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

CodeName

Hur många gånger måste jag berätta för dig? Om det inte är med mitt kodnamn. Då är historien inte rätt. Jag låter dig veta det hela tiden. Det är därför jag använder mitt kodnamn, kanske förstår du det. Du vet historien bakom namnet. Du frågar mig vad skulle jag ha? Jag vill inte ha någonting. Det gör bara ont för att veta det faktum. Att jag inte visste vad du ville ha. Vad du vet. Som om du inte ville ha mig, men du fortsätter att dra mig. Jag vet att vi inte kunde vara tillsammans. Eftersom detta bara är ensidigt. Men vad vill du ha? Jag saknar dig. Jag gör verkligen. - SeRa

Pernikahan

Marriage. Aku kadang ngeri mendengar kata ini. Bagiku pernikahan bukanlah suatu tujuan. Karena, dalam pikiranku, pernikahan adalah sesuatu yang tidak sesakral itu. Kenapa? Mungkin karena aku ada didalam sesuatu yang mereka sebut perceraian. Didalam artiku, pernikahan yang se-kramat itu bisa hancur hanya karena pihak lain yang mungkin dirasa lebih menggoda. Jadi, untuk apa menikah jika kita tetap menganut pada prinsip "jodoh siapa yang tahu"? Sampai sekarang, aku masih tidak mengerti kenapa teman-teman ku bersikeras ingin menikah muda. Pasalnya, untuk menikah, buatku, bukan hanya perkara menghalalkan pacaran. Bukan hanya menghalalkan "ena-ena". Bukan hanya menghalalkan kontak fisik yang selama ini mereka damba. Lebih dari itu, sesiap apa kamu untuk mengurus orang lain yang katanya kamu sayangi? Salut, pada mereka yang memutuskan untuk menikah muda. Berani sekali. Di usia yang bisa dibilang belum matang berpikir dan pengalaman berkomunikasi yang pastinya sedikit leb...