Langsung ke konten utama

Los(v)er

Aku menekuni kamu selama hidup, sekali aku tak mengenalmu. Menjanji abdi pada segalamu, aku gadaikan waktuku menggapaimu. Mendamba, memanggil, mencari, menemukan, kamu tak berubah... Atau mungkin belum. Semoga tidak. Inginku kamu tetap begitu.

Mungkin, Tuhanku bosan mendengarku meminta kamu. Tak mengapa, Tuhanku mengerti. Kamu tak keberatan bukan? Aku takkan memintamu jadi milikku, tak mampu. Berbicara denganmu saja sudah lebih dari cukup bagiku untuk mencintamu. Maafkan aku, aku memang pengecut. Tapi ketahuilah, aku hanya tak ingin membebani hidupmu. Terkecuali kamu juga memiliki perasaan padaku, boleh lah aku mulai menggentayangi pikiranmu.

Segala tentangmu, banyak yang abu. Aku tak banyak tahu apa-apa yang menjadi prinsipmu. Satu yang aku tahu, kamu baik. Tolonglah berkaca, kamu itu sangat baik. Beruntung sekali siapapun hati yang telah kamu jatuhkan pelukmu. Sungguh. Aku iri pada sesiapapun itu. Tapi aku akan selalu bahagia untukmu. Bukan syair lagu, tapi begitulah perasaanku untukmu. Boleh jadi kamu mungkin sebenarnya tahu, pada siapa aku menggantungkan harap, dan kamu memilih untuk menutup pintu itu. Tak mengapa. Sungguh. Aku tetap bahagia untukmu.

Satu hal, mencintai atau dicintai itu sama menyenangkan nya. Jikapun ada yang menyakitkan, sama-sama menyakitkan. Hanya waktunya yang berbeda. Jika sekarang aku mendapatkan kesakitkan karena tak dapat balasanmu, aku tetap senang karena kamu masih mau mendengarkan, pun membalas ceritaku. Cintaku, sesederhana itu kok. Pernah kubilang bukan, perasaanku urusanku? Jadi, sekalipun kamu tak membalasnya. Aku masih memiliki kesempatan untuk menyimpannya.

Tersenyumlah. Bahagialah.

Denganku. Pun dengannya.

:)

(Judul diambil dari salah satu adegan film IT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

CodeName

Hur många gånger måste jag berätta för dig? Om det inte är med mitt kodnamn. Då är historien inte rätt. Jag låter dig veta det hela tiden. Det är därför jag använder mitt kodnamn, kanske förstår du det. Du vet historien bakom namnet. Du frågar mig vad skulle jag ha? Jag vill inte ha någonting. Det gör bara ont för att veta det faktum. Att jag inte visste vad du ville ha. Vad du vet. Som om du inte ville ha mig, men du fortsätter att dra mig. Jag vet att vi inte kunde vara tillsammans. Eftersom detta bara är ensidigt. Men vad vill du ha? Jag saknar dig. Jag gör verkligen. - SeRa

Pernikahan

Marriage. Aku kadang ngeri mendengar kata ini. Bagiku pernikahan bukanlah suatu tujuan. Karena, dalam pikiranku, pernikahan adalah sesuatu yang tidak sesakral itu. Kenapa? Mungkin karena aku ada didalam sesuatu yang mereka sebut perceraian. Didalam artiku, pernikahan yang se-kramat itu bisa hancur hanya karena pihak lain yang mungkin dirasa lebih menggoda. Jadi, untuk apa menikah jika kita tetap menganut pada prinsip "jodoh siapa yang tahu"? Sampai sekarang, aku masih tidak mengerti kenapa teman-teman ku bersikeras ingin menikah muda. Pasalnya, untuk menikah, buatku, bukan hanya perkara menghalalkan pacaran. Bukan hanya menghalalkan "ena-ena". Bukan hanya menghalalkan kontak fisik yang selama ini mereka damba. Lebih dari itu, sesiap apa kamu untuk mengurus orang lain yang katanya kamu sayangi? Salut, pada mereka yang memutuskan untuk menikah muda. Berani sekali. Di usia yang bisa dibilang belum matang berpikir dan pengalaman berkomunikasi yang pastinya sedikit leb...