Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Terlambat

Aku selalu mengira bahwa dunia ini penuh kejutan! Entah baik atau buruk, kejutan tetaplah kejutan. Dan mungkin saat ini, kenyataan yang sedikit menyakitkan ini menjadi hadiah bagiku. Aku selalu merasa bahwa aku jauh dari apa yang kau inginkan, aku bukanlah gadis baik yang pantas untukmu. Melihat keseharianmu sangat berbanding terbalik denganku. Inikah rasanya menyukai seseorang yang bertolak belakang denganmu? Lalu, tepat 2 minggu lalu kejutan itu datang. Dan aku sadar aku bukan lagi seseorang yang pantas mengharapkanmu. Rasa ragu tentu saja ada, tapi kenyataan memang harus dihadapi sepahit apapun bukan? Ya, aku sadar. Sayangnya, melupakanmu takkan pernah menjadi mudah bagiku. Selalu saja aku mencari cara untuk sekedar berbicara denganmu. Selalu saja aku mencari cara untuk sekedar mengambil perhatianmu. Dan selalu saja aku mencari cara untuk membuatmu bersamaku. Tapi aku sadar, bagaimanapun aku tak boleh memiliki perasaan ini. Tak boleh aku memiliki keinginan untuk memilikimu. Entah ak...

Hujan

Ada seorang teman, bercerita padaku. Kala hujan, ia selalu terjebak. Aku kaget mendengarnya, terjebak dimana? Lalu dengan senyum ketir di wajah nya yang manis, ia balas pesanku. Aku selalu terjebak di masa lalu. Seakan hujan lebih di dominasi rindu ketimbang air. Mungkin 90% rindu dan 10% air. Tentu aku tertawa mendengarnya. Bagaimana bisa lelaki gagah sepertimu terjebak di masa lalu? Dengan cepat ia membalas, "temanku, ini masalah hati. Bukan kegagahan. Siapapun akan luluh lantak ketika hatinya diuji" dan aku berhenti tertawa. Dapat kubayangkan wajah nya berubah serius. Ya, hujan ini. Selalu mengingatkan kita akan suatu kenangan. Entah indah, entah pahit. Entah sesuatu yang sengaja ingin kau ingat, Atau justru sesuatu yang selalu berusaha kau lupakan. Ya, hujan ini. Selalu menjadi bencana bagi hati yang belum mampu rela. Rela melepaskan seseorang yang tak di takdirkan Tuhan bersama nya. Ya, hujan ini. Selalu menjadi anugerah bagi hati yang dijatuhcintakan pada hujan. Pluviop...

(Tidak) Mengunci Ingatan

Ah, kamu pasti tau. Aku jatuh cinta pada lagu Barasuara - Mengunci Ingatan. Lagu itu sarat makna bagiku. Seakan setiap memori dan harapanku berdebu dalam lagu itu. Tidak ada artinya lagi. Kamu pasti tau, aku sangat menyenangi lagu itu. Setiap hari takkan kulewatkan tanpa mendengarkan lagu itu. Seakan ingatan ku terkunci. Pada dia yang telah mengambil hatiku, tanpa pernah memiliki niatan untuk memberikan hatinya padaku.  Seakan lukaku takkan pernah sembuh dan akan tetap membiru. Seakan serpihan hatiku akan tetap terserak hingga berdebu. Sayangku, kau mengubah semuanya. Segala harap dan memori ku menemukan denyut kehidupannya kembali. Aku bahagia memilikimu. Dan bahagia dimiliki oleh mu. Ternyata bahagia sesederhana aku dan kamu saling menjaga, ya? Aku kira, pagiku akan selalu terluka. Oleh semua kenangan dan ingatan yang takkan pernah bisa menyembuhkan lukaku. Aku kira, malamku akan selalu menyiksa. Oleh semua hal yang ingin aku lupa dan sialnya malah semakin nyata. Tapi aku tau, ke...

Kamu Selalu Memiliki Hak untuk Melepasku

Teruntuk kamu, yang pernah kusanjung jiwanya. Aku adalah jiwa yang bebas, tapi selalu tunduk dalam aturanmu. Tapi sayangku, mengertilah. Dalam diriku ada duniaku sendiri yang tak bisa kau ganggu bagaimanapun caranya kamu mencoba. . Teruntuk kamu, yang hatinya pernah kurampas dan kusembunyikan rapat-rapat. Benar. Benar aku mencintaimu. Sangat. Tapi aku manusia yang rapuh. Sekuat apapun aku berusaha menahanmu bersamaku, aku takkan tega menghalangi kebahagiaanmu. . Teruntuk kamu, yang cintanya pernah meluluhkan hatiku. Aku bersyukur. Pada Tuhan aku berterima kasih. Karena telah mempertemukan aku dengan kamu. Yang pribadinya mencuri perhatianku. . Teruntuk kamu, yang waktunya pernah tergadai bersama hariku. Aku berterima kasih, karena telah menyayangiku sedemikian rupa. Sehingga aku kadang lupa kamu lah duri yang semakin aku peluk semakin menyakitiku. . Teruntuk kamu. Pergilah. Kulepas kamu dengan segala cintaku. Pelukku takkan dingin menghangatkanmu. Hatiku takkan hancur merekatkanmu. Cin...

Itu Kamu.

Hi! Selamat malam. Errrr, saya bingung sejujurnya bagaimana harus memulai. Tapi saya yakin kamu mengerti, atau mungkin suatu saat nanti. Saya pergi, untuk kembali. Alasannya, itu kamu. Saya tidak bisa meninggalkanmu. Lebih tepatnya tidak ingin. Namun sepertinya dunia belum mengizinkan kita sekedar berbicara, apalagi bersua. Dunia memang kejam, cinta. Namun aku selalu yakin. Tuhan memiliki rencana dan jalan yang lebih indah untuk kita. Saya ikhlas jikalau akhirnya kita tak bersatu. Saya tidak akan menyesali perasaan ini. Galau, mungkin sedikit. Lebih kepada sadar diri. Bagaimana mampu berharap secara pasti pada dunia yang sementara ini? Saya hanya mampu berusaha. Mengusahakan kamu tetap dalam genggaman. Mengusahakan saya tetap dalam hati kamu.  Mengusahakan impian kita berdua tak hanya sebatas lamunan belaka. Saya sangat menyayangi kamu. Terlebih sangat mencintai kamu. Tapi jika Tuhan tahu kamu takkan bahagia dengan saya, saya bisa apa? Meskipun dimatamu saya temukan rumah saya. Jik...