Langsung ke konten utama

(Tidak) Mengunci Ingatan

Ah, kamu pasti tau. Aku jatuh cinta pada lagu Barasuara - Mengunci Ingatan. Lagu itu sarat makna bagiku. Seakan setiap memori dan harapanku berdebu dalam lagu itu. Tidak ada artinya lagi.
Kamu pasti tau, aku sangat menyenangi lagu itu. Setiap hari takkan kulewatkan tanpa mendengarkan lagu itu. Seakan ingatan ku terkunci. Pada dia yang telah mengambil hatiku, tanpa pernah memiliki niatan untuk memberikan hatinya padaku. 
Seakan lukaku takkan pernah sembuh dan akan tetap membiru. Seakan serpihan hatiku akan tetap terserak hingga berdebu.
Sayangku, kau mengubah semuanya. Segala harap dan memori ku menemukan denyut kehidupannya kembali. Aku bahagia memilikimu. Dan bahagia dimiliki oleh mu. Ternyata bahagia sesederhana aku dan kamu saling menjaga, ya?
Aku kira, pagiku akan selalu terluka. Oleh semua kenangan dan ingatan yang takkan pernah bisa menyembuhkan lukaku.
Aku kira, malamku akan selalu menyiksa. Oleh semua hal yang ingin aku lupa dan sialnya malah semakin nyata.
Tapi aku tau, ketika melihat matamu. Kunci yang selama ini merekat dihatiku perlahan pudar. Dan hilang.
Terima kasih. Kau buat pagiku tak lagi melukai. Dan malamku tak lagi menyiksa.
Aku menyayangimu.
Mencintaimu.
Dan akan selalu begitu.


(Terinspirasi oleh dia dan Barasuara-Mengunci Ingatan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

Serendipity

Hari ini, aku selesai menonton suatu film yang sejak malam tak sempat aku selesaikan. Serendipity. Atau dalam bahasa Indonesia nya, Kebetulan. Filmnya menarik, bikin baper. Hahaha. Makna yang aku dapat dari film tersebut adalah, selalu ada cara. Even  kemungkinannya sangat kecil dan hampir tidak mungkin. Tapi, itulah takdir. Sebetulnya dalam pemikiranku, kebetulan itu tidak ada. Takdir adalah sesuatu yang mutlak yang telah dirancang Tuhan dengan indahnya. Ya... Sesederhana dan serumit itu.  Well,  lupakan film itu. Blog ini bukan tukang review  film ko hahaha. Merujuk pada kata kebetulan. Aku selalu merasa kecil kala merenung bagaimana Tuhan mempertemukan aku dengan setiap orang hadir di hidupku. Entah untuk tinggal atau hanya mampir. Kebetulan aku bertemu dengannya. Kebetulan aku berkenalan dengannya. Dan kebetulan kita saling menyakiti. Hahahaha. Itu salah. Itu bukan kebetulan deh. Aku pernah merasakan suatu kebetulan yang amat sangat menyenangkan. Dimana ...

Smile

Today, as I woke up (due to my fever, I sleep a lot ehe) I checked on my phone. Wondering if I get your message. But nothing. So I check on Instagram. And... that's it. Now I know the reason behind all of it. I'm not mad at you nor blame you. It's me. I know it. Finally, you could set yourself free. I smiled. I supposed to feel broken right? But I am not. I am happy for you. Seeing you smile like that with her kinda make me reminisce about us. Yes. We only existed in the past.  Jangan tanya kenapa aku tak mengirimimu pesan, aku cukup sadar diri untuk tidak merusak kebahagiaan mu. Tulisan ini bahkan aku tulis dengan perasaan yang bersalah pada special lady  mu. Sampaikan maafku padanya jika suatu saat nanti kamu membacanya. Rindu? benar, aku rindu. Kamu pun cukup sering kan aku ganggu dengan pesan marahku karena kamu tak pernah mengabariku? Sekarang aku punya alasan mengapa aku tak boleh menghubungi mu lagi. Tolong. Buat aku untuk tidak menghubungimu, apapun yang terjad...