Ada seorang teman, bercerita padaku. Kala hujan, ia selalu terjebak. Aku kaget mendengarnya, terjebak dimana? Lalu dengan senyum ketir di wajah nya yang manis, ia balas pesanku. Aku selalu terjebak di masa lalu. Seakan hujan lebih di dominasi rindu ketimbang air. Mungkin 90% rindu dan 10% air. Tentu aku tertawa mendengarnya. Bagaimana bisa lelaki gagah sepertimu terjebak di masa lalu? Dengan cepat ia membalas, "temanku, ini masalah hati. Bukan kegagahan. Siapapun akan luluh lantak ketika hatinya diuji" dan aku berhenti tertawa. Dapat kubayangkan wajah nya berubah serius.
Ya, hujan ini. Selalu mengingatkan kita akan suatu kenangan. Entah indah, entah pahit. Entah sesuatu yang sengaja ingin kau ingat, Atau justru sesuatu yang selalu berusaha kau lupakan.
Ya, hujan ini. Selalu menjadi bencana bagi hati yang belum mampu rela. Rela melepaskan seseorang yang tak di takdirkan Tuhan bersama nya.
Ya, hujan ini. Selalu menjadi anugerah bagi hati yang dijatuhcintakan pada hujan. Pluviophile. Dan aku mengenal seseorang itu. Lelaki gondrong yang sangat mencintai hujan. Semoga kamu bahagia dengan hujan malam ini, manis.
Ya, hujan ini. Bagiku, membikin hatiku resah. Resah akan janji setia dari seseorang. Resah memikirkan rencana apalagi yang sedang Tuhan rancangkan. Tapi juga membikin hatiku syahdu. Syahdu dengan irama hujan yang menenangkan. Aroma tanah yang khas. Dan aku bahagia menikmati hujan.
Ya, hujan ini. Bagaimana denganmu? Kisah apa yang sedang kau perjuangkan? Semoga hujan ini mendamaikan setiap pikiranmu!
:)
Komentar
Posting Komentar