Teruntuk kamu, yang pernah kusanjung jiwanya. Aku adalah jiwa yang bebas, tapi selalu tunduk dalam aturanmu. Tapi sayangku, mengertilah. Dalam diriku ada duniaku sendiri yang tak bisa kau ganggu bagaimanapun caranya kamu mencoba.
.
Teruntuk kamu, yang hatinya pernah kurampas dan kusembunyikan rapat-rapat. Benar. Benar aku mencintaimu. Sangat. Tapi aku manusia yang rapuh. Sekuat apapun aku berusaha menahanmu bersamaku, aku takkan tega menghalangi kebahagiaanmu.
.
Teruntuk kamu, yang cintanya pernah meluluhkan hatiku. Aku bersyukur. Pada Tuhan aku berterima kasih. Karena telah mempertemukan aku dengan kamu. Yang pribadinya mencuri perhatianku.
.
Teruntuk kamu, yang waktunya pernah tergadai bersama hariku. Aku berterima kasih, karena telah menyayangiku sedemikian rupa. Sehingga aku kadang lupa kamu lah duri yang semakin aku peluk semakin menyakitiku.
.
Teruntuk kamu. Pergilah. Kulepas kamu dengan segala cintaku. Pelukku takkan dingin menghangatkanmu. Hatiku takkan hancur merekatkanmu. Cintaku takkan bosan menghidupimu. Doaku takkan lepas menemani hidupmu. Kamu bebas! Sebebas jiwaku yang tak lagi dalam ragaku.
-From A to A-
Komentar
Posting Komentar