Aku terus mengira bahwa aku akan selalu mencintanya. Menyesap wangi yang selalu hadir dikala ia berada dekat denganku. Aku terus mengira bahwa ia akan selalu ada untukku. Memeluk setiap lukaku dan mengaguminya selayak aku adalah karya seni.
Tapi, Aku salah sayangku. Senyatanya aku dijatuh cintakan pada sosok lain. Begitupun kamu yang dengan cepat meninggalkanku untuk kasihnya. Aku tak menyalahkan kamu, atau dia, atau aku sendiri. Tak ada yang patut disalahkan. Jadi, kita hanya saling berusaha melupakan dan berlari. Mengejar hati yang lain agar hati kita dapat utuh kembali. Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh manusia.
Kita berlari, mencari, melemah, menguat, membesar, mengecil, melebar, menyempit, diatas, dibawah. Despite, Love is worth the pain, Right? Sekalipun kita harus berdarah untuk mendapatkan cinta, tetap kita mengejarnya. Meski tiada jaminan untuk balasan cinta.
Beberapa waktu lalu aku dihadapkan pada sebuah situasi. Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita. Ah. Lebih tepatnya, Mencintai seseorang yang berpura-pura mencintai kita. Dia bilang dia mencintaiku, tapi pada kenyataannya bukan aku yang dia cintai. Aku hanya pelarian dari dia yang tak menyambut cintanya. Menyedihkan? Tidak. Aku sudah terbiasa dengan hal itu. Awalnya aku akan merasa aku dicintai. Tapi, lambat laun aku sadar bukan aku yang dicintainya.
Aku juga sempat menghadapi suatu keadaaan, dimana semua orang mendekatiku hanya untuk apa yang mereka lihat dari tampilan luarku. Bukan. Aku bukan sedang membanggakan tampangku. Aku sedang merasa patah hati, sepatah itu. Ternyata, hanya itu alasan orang menyukaiku. Padahal aku berharap ada yang menyayangiku untuk semua sifat kekanakanku, atau untuk semua luka yang ada dibalik senyumku. Bukan tatapan kasihan ketika mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika aku terbangun sendiri pada pukul tiga malam. Aku hanya bisa tersenyum ketika mereka mulai mundur saat tahu kalau aku akan mencari cara untuk melukai diriku sendiri saat aku kehilangan arah. Dan berterima kasih pada Tuhan bahwa aku tak perlu kerepotan untuk memiliki mereka. They don't deserve my best when they can't handle my worst, ever heard? Hal konyol itu yang selalu kupikirkan untuk membuat aku merasa diinginkan. Padahal, senyatanya... Aku kesepian. Aku butuh seseorang yang aku butuhkan, juga membutuhkan aku. Andai aku bisa berkata sejujurnya.
Aku ingin memeluk kamu disaat aku memang tak bisa memilikimu. Aku menginginkan kamu diaat kamu tak pernah membutuhkan ku. Aku ingin mengulas senyum disaat yang aku lakukan hanya menyakitimu. Aku ingin berlari darimu disaat aku memang menyayangimu. Aku ingin memilihmu disaat kamu sudah memilihnya.
Aku tetap mencintai kamu, disaat kamu sudah bahagia dengannya.
Dan kamu pun tahu bahwa cinta takkan pernah bisa dipaksakan.
Komentar
Posting Komentar