Aku merindukanmu, tapi tak mampu berucap. Takut, menyakitimu lebih dari yang telah ku lakukan. Kamu tak pantas, lebih pantas bahagia. Maafkan aku. Aku yang selalu bercita-cita tambah tua bersamamu, berakhir dengan menginginkanmu untukku seorang diri. Tapi tanpa pernah mampu mewujudkannya. Hanya mampu sekedar saja.
Kamu, yang selalu menemani dan mencoba mengerti rumitnya diriku. Yang selalu saja dibilang "aneh" orang lain, tapi kamu memanggilku "unik". Dan untuk pertama kalinya aku suka. Suka sekali. Suka.
Kamu, yang selalu berusaha untuk memberikan waktu dan segala milikmu. Dan aku yang selalu saja menuntut lebih.
.
.
.
Maafkan aku, aku rindu. Rindu dipelukmu. Aku ingin berjumpa lagi, mendengarkan segala kesahmu, menghirup wangi tubuhmu. Aku ingin, bertemu denganmu.
-bisik Seorang Perindu yang melelam kelam menangisi kasihnya
Komentar
Posting Komentar