Langsung ke konten utama

Selepas Hujan

Malam ini, merupakan malam yang menyenangkan. Bagaimana tidak? Hari ini aku bisa berkumpul bersama kawanku dan menghabiskan malam dengan berbincang, tertawa, berbincang, menertawakan, begitu sampai kantuk merasa malu untuk menunjukkan dirinya. Ah, apa kabarmu dan kawanmu? *loh

Jadi, aku hari ini pergi ke salah satu puncak acara. Namanya Bon Voyage, acara puncak dari Forsi yang diadakan di kampusku. Lepas isya, kami bersiap untuk mengantri dan masuk kedalam lapangan yang sudah dipersiapkan. Ketika kami datang, kami disuguhkan dengan beberapa band kampus. Setelah semua perjuangan menahan kantuk dan menahan pegal di kaki. Kami disuguhkan dengan band kenamaan di Indonesia. Naif. Kami mengikuti irama dan membaur dengan segala bebauan malam itu. Hahaha. Percayalah, bahwa saat itu meskipun bau kentut dan ketiak menjadi harmoni tak jua kami indahkan. Hahaha. Yang menjadi kesukaanku adalah kala Sore menyanyikan lagu Sst. Untuk kamu. Itu khusus. Juga, saat Naif menyanyikan lagu Benci Untuk Mencinta. Dalam. Dalam sekali rasanya lagu itu menusuk kedalam jiwaku.

Bubar menonton, kami pergi ke warung lamongan dekat kostan. Memesan 2 tusuk kulit dan 1 tusuk usus bersama bakso goreng serta segelas Es Jeruk. Kami sangat menikmati makanan sembari bercengkrama ditengah dinginnya Jatinangor selepas hujan. Setelah membayar pesanan masing-masing, kami berenam (satu pacarnya teman kostku) pulang dan berpisan dengan pacarnya temanku. Kami memutuskan untuk tidur dikamar temanku. Dan menghabiskan waktu kami dengan streaming, baca 9GAG, membuat postingan ini, dan yang dua sudah masuk kedalam alam mimpi mereka. Sedangkan Aku, dan dua temanku masih bertahan untuk berbincang dan membicarakan betapa tidak adanya selebgram yang bisa menjadi panutan (bagi kami masing-masing) no offense karena itu pendapat pribadi ya. Hehe.

Semoga, malammu tetap menyenangkan dan pagimu selalu semangat.

Jangan lupa, dengerin lagu Sore nya yang Sst. Okay?

n.b Semoga hari ini kamu sudah sehat ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

Serendipity

Hari ini, aku selesai menonton suatu film yang sejak malam tak sempat aku selesaikan. Serendipity. Atau dalam bahasa Indonesia nya, Kebetulan. Filmnya menarik, bikin baper. Hahaha. Makna yang aku dapat dari film tersebut adalah, selalu ada cara. Even  kemungkinannya sangat kecil dan hampir tidak mungkin. Tapi, itulah takdir. Sebetulnya dalam pemikiranku, kebetulan itu tidak ada. Takdir adalah sesuatu yang mutlak yang telah dirancang Tuhan dengan indahnya. Ya... Sesederhana dan serumit itu.  Well,  lupakan film itu. Blog ini bukan tukang review  film ko hahaha. Merujuk pada kata kebetulan. Aku selalu merasa kecil kala merenung bagaimana Tuhan mempertemukan aku dengan setiap orang hadir di hidupku. Entah untuk tinggal atau hanya mampir. Kebetulan aku bertemu dengannya. Kebetulan aku berkenalan dengannya. Dan kebetulan kita saling menyakiti. Hahahaha. Itu salah. Itu bukan kebetulan deh. Aku pernah merasakan suatu kebetulan yang amat sangat menyenangkan. Dimana ...

Smile

Today, as I woke up (due to my fever, I sleep a lot ehe) I checked on my phone. Wondering if I get your message. But nothing. So I check on Instagram. And... that's it. Now I know the reason behind all of it. I'm not mad at you nor blame you. It's me. I know it. Finally, you could set yourself free. I smiled. I supposed to feel broken right? But I am not. I am happy for you. Seeing you smile like that with her kinda make me reminisce about us. Yes. We only existed in the past.  Jangan tanya kenapa aku tak mengirimimu pesan, aku cukup sadar diri untuk tidak merusak kebahagiaan mu. Tulisan ini bahkan aku tulis dengan perasaan yang bersalah pada special lady  mu. Sampaikan maafku padanya jika suatu saat nanti kamu membacanya. Rindu? benar, aku rindu. Kamu pun cukup sering kan aku ganggu dengan pesan marahku karena kamu tak pernah mengabariku? Sekarang aku punya alasan mengapa aku tak boleh menghubungi mu lagi. Tolong. Buat aku untuk tidak menghubungimu, apapun yang terjad...