Langsung ke konten utama

Ending Story

Kala
Malam berteriak menjemput tidur ku
Aku tetap disini
Menanti kamu dan semua pengharapanku
Tapi
Kamu tak juga menghampiri
Hilang bersama semua janjimu
Biar aku tetap menyayat hatiku

Kini
Kamu bilang aku tak perlu memikirkan
Padahal kamu tahu
Sedetikpun pikiranku penuh usahamu
Walau
Semua seakan tak sejalan ingin
Memang takdir tak sesuai nasib
Kita berusaha melepas tahan

Hey
Apa yang akan terjadi jika suatu saat
Kita berdua bercengkerama?
Bisakah aku melihat manis senyummu?
Atau
Bolehkah aku terlelap dalam pelukmu?
Bolehkah aku berlama menatap tulus matamu?
Agar perasaan ini seraya kamu dapat resapi

Sebelum
Aku pergi dengan semua luka
Kamu kembali dengan semua pedih
Mungkinkah selama ini kita sedang mencari?
Dan
Kamu pergi berharap aku tiba
Aku datang berharap kamu mencariku?
Atau selama ini hanya aku yang rasa?

Sedangkan
Jiwaku melenguh memanggil kamu
Yang namanya masih dirahasiakan waktu
Tak bolehkah aku mengetahui?
Hingga
Kamu berusaha, aku berlelah
Peluhmu takkan pernah jadi milikku
Karena kamu... Khayalan ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

CodeName

Hur många gånger måste jag berätta för dig? Om det inte är med mitt kodnamn. Då är historien inte rätt. Jag låter dig veta det hela tiden. Det är därför jag använder mitt kodnamn, kanske förstår du det. Du vet historien bakom namnet. Du frågar mig vad skulle jag ha? Jag vill inte ha någonting. Det gör bara ont för att veta det faktum. Att jag inte visste vad du ville ha. Vad du vet. Som om du inte ville ha mig, men du fortsätter att dra mig. Jag vet att vi inte kunde vara tillsammans. Eftersom detta bara är ensidigt. Men vad vill du ha? Jag saknar dig. Jag gör verkligen. - SeRa

Pernikahan

Marriage. Aku kadang ngeri mendengar kata ini. Bagiku pernikahan bukanlah suatu tujuan. Karena, dalam pikiranku, pernikahan adalah sesuatu yang tidak sesakral itu. Kenapa? Mungkin karena aku ada didalam sesuatu yang mereka sebut perceraian. Didalam artiku, pernikahan yang se-kramat itu bisa hancur hanya karena pihak lain yang mungkin dirasa lebih menggoda. Jadi, untuk apa menikah jika kita tetap menganut pada prinsip "jodoh siapa yang tahu"? Sampai sekarang, aku masih tidak mengerti kenapa teman-teman ku bersikeras ingin menikah muda. Pasalnya, untuk menikah, buatku, bukan hanya perkara menghalalkan pacaran. Bukan hanya menghalalkan "ena-ena". Bukan hanya menghalalkan kontak fisik yang selama ini mereka damba. Lebih dari itu, sesiap apa kamu untuk mengurus orang lain yang katanya kamu sayangi? Salut, pada mereka yang memutuskan untuk menikah muda. Berani sekali. Di usia yang bisa dibilang belum matang berpikir dan pengalaman berkomunikasi yang pastinya sedikit leb...