Langsung ke konten utama

Hapilly Ever After

Hello, maybe this is will be my last post in this blog. I didn't know that if I could make it. Really. In the past few months, I lost myself. I really don't know who am I, what am I living for, or what am I supposed to do. What I feel the most is that I am tired. I am that fucking TIRED. That tired until you feeling numb. For God sake I can't do this anymore.

So, to the one that I love the most, I care the most. I'm so sorry that I couldn't make you proud of me. Sorry Mother, I couldn't make it. Sorry for being ungrateful. Sorry am not the good daughter you taught to be. Sorry I couldn't make you happy. But, at least, I will not be your burden anymore. Smile mother, for my three brothers still need it.

To the two elder brothers, thank you. I love you both equally, and I mean it. Be a good boy momma told ya and raise a happy and loving family. I am sure you two can handle it. 

To my one and only lil brothers. Thank You, from the bottom of my hearts. I LOVE YOU. Be who you wanted to be. Spread your wings as wide as you could. I will be up above accompany you. I am sure you could do it honey. You're my most precious after mommy. Don't worry 'bout a thing. I will gladly pray you in the heaven. Ehe.

To my man, find a fine lady that could deliver a cute baby for your mother. Find a lovely woman that could embrace you with all of her warmth. Find a cute girl for you so that you will be proudly hold her hands public. Find a beautiful queen that will wake you up in the morning with a sunshine smile and a bowl of breakfast. Find the love of your life.

To all of my dearest friends. Thank you for your bitter-sweet love y'all gave me. I appreciate it. And forgive me for being such a lame friends. Live a happy life pal. Love you all.

At the very last, sorry, I couldn't make it.



-Tieya Aulia-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

Serendipity

Hari ini, aku selesai menonton suatu film yang sejak malam tak sempat aku selesaikan. Serendipity. Atau dalam bahasa Indonesia nya, Kebetulan. Filmnya menarik, bikin baper. Hahaha. Makna yang aku dapat dari film tersebut adalah, selalu ada cara. Even  kemungkinannya sangat kecil dan hampir tidak mungkin. Tapi, itulah takdir. Sebetulnya dalam pemikiranku, kebetulan itu tidak ada. Takdir adalah sesuatu yang mutlak yang telah dirancang Tuhan dengan indahnya. Ya... Sesederhana dan serumit itu.  Well,  lupakan film itu. Blog ini bukan tukang review  film ko hahaha. Merujuk pada kata kebetulan. Aku selalu merasa kecil kala merenung bagaimana Tuhan mempertemukan aku dengan setiap orang hadir di hidupku. Entah untuk tinggal atau hanya mampir. Kebetulan aku bertemu dengannya. Kebetulan aku berkenalan dengannya. Dan kebetulan kita saling menyakiti. Hahahaha. Itu salah. Itu bukan kebetulan deh. Aku pernah merasakan suatu kebetulan yang amat sangat menyenangkan. Dimana ...

Smile

Today, as I woke up (due to my fever, I sleep a lot ehe) I checked on my phone. Wondering if I get your message. But nothing. So I check on Instagram. And... that's it. Now I know the reason behind all of it. I'm not mad at you nor blame you. It's me. I know it. Finally, you could set yourself free. I smiled. I supposed to feel broken right? But I am not. I am happy for you. Seeing you smile like that with her kinda make me reminisce about us. Yes. We only existed in the past.  Jangan tanya kenapa aku tak mengirimimu pesan, aku cukup sadar diri untuk tidak merusak kebahagiaan mu. Tulisan ini bahkan aku tulis dengan perasaan yang bersalah pada special lady  mu. Sampaikan maafku padanya jika suatu saat nanti kamu membacanya. Rindu? benar, aku rindu. Kamu pun cukup sering kan aku ganggu dengan pesan marahku karena kamu tak pernah mengabariku? Sekarang aku punya alasan mengapa aku tak boleh menghubungi mu lagi. Tolong. Buat aku untuk tidak menghubungimu, apapun yang terjad...