Tandus.
Tak ada yang lebih mewakili itu untuk aku.
Sesat.
Begitulah sehariku menjalani waktu.
Aku terkatung mencari apa ujudku.
Menolak ini itu yang menjadi pilihanku.
Meyakini apa-apa yang mereka ingini aku menjadi.
Lalu aku disini.
Menangisi sesuatu yang membuat dadaku terasa nyeri kala menghela.
Apa itu?
Entah.
Ingin kurobek sesuatu didadaku ini.
Biar perih tak setia tinggal disana.
Biar luka tak perlu menganga di gelap sana.
Biar.
Biar aku menjadi manusia tak berjiwa.
Jika itu mau mereka.
Aku.
Lelah.
Aku.
Lelap.
Komentar
Posting Komentar