Aku bukan penyuka senja seperti dirimu dan ia, aku hanya menyukai fajar. Bagiku fajar selalu memberikan harapan baru untuk menjalani hidupku.
Aku bukan pencinta diam maupun bising. Aku keduanya. Aku lah diam yang mendamba suara. Aku mengharap diam dalam bising dan menunggu bising dalam diam.
Aku bukan rupa maupun wujud. Aku hanya aku yang belum mengetahui siapa jati ku sebenarnya.
Melihatmu, memilikimu, aku takkan mampu. Mencintaimu dalam diam, itu hobiku. Bercerita pada bulan dan bintang, ahahaha tentu saja itu kebiasaanku. Menggilai suaramu. Menyedihkan bukan menjadi seorang pengecut?
Sayangku, aku bukan pencinta yang romantis. Lidahku kerap kelu mengucap kata cinta. Jariku kerap kaku kala ingin mengenggam tanganmu. Ah sudahlah. Hidupku hanya memuja. Pemuja. Pengagum. Baiklah, sampai sini saja. Aku menginginkanmu. Mencintaimu.
Komentar
Posting Komentar