Hai! Apa kabar ? Lama tak bersua, bagaimana keadaanmu sekarang ? Baik ? Ku harap Tuhan selalu menyertaimu. 15 bulan... Waktu yang lumayan lama untuk move on bukan ? Yaaaah setidaknya itu yang selalu kupikirkan, nyata nya dengan mengingatmu saja aku selalu meneteskan air mata. Kamu yang datang tiba-tiba pun hilang tanpa permisi.
Diceritakan aku sedang gundah gulana, memikirkan ia yang pergi karena wanita pilihan hatinya. Tak mengapa, perjalanan ku masih panjang. Hanya sedikit tak terima, lelaki banyak janjinya. Lalu kamu datang, tak pernah tawarkan janji, hanya tawarkan ajakan. Ajakan untuk lebih menikmati dunia. Oh tentu... Aku dijatuh cintakan padamu.
Dua bulan terasa singkat mengenalmu, dan kamu pun akhirnya menawarkan status yang tentu saja aku sambut bahagia. Siapa yang tak bahagia ditembak pujaan hati ? Setidaknya itulah pikiranku dulu.
Sampai ternyata... 8 bulan bersama aku kembali dikhianati. Rupanya mulutmu lebih berbisa dari ular derik. Tuhan! Aku salah mempercayai. Kamu pergi bersama dengan wanita yang dahulu sempat kau dekati tapi tak merespon dan memilihku sebagai pilihan kedua. Oya jelas... Ketika si wanita pujaan hati kembali lantas kau tinggalkan ku. Well... Life's always be so shitty right ? Haha
Dan kamu... Entah harus kubuat kau menyerah berapa kali untuk meyakinkanmu aku sudah lelah. Selalu saja kembali. Selalu saja mengejar. Tidak lelah ? Atau kamu hanya ingin mengejar untuk lantas pergi mengejar pujaan hati lain ? Aku teriakkan kata memaki, lantas kau menggeleng, meraih tanganku dan memeluk "aku kau buat jatuh cinta, salahkan dirimu karena buatku tertarik" ucapmu. Aku teriak dan berontak lepaskan pelukmu. Kamu hanya mengusap kepalaku pelan serata berujar "cantik, kamu pantas bahagia. Aku akan selalu menjagamu seumur hidupku. Akan ku buat kamu selalu jatuh cinta padaku. Akan kubuat kamu selalu rindu aku ganggu hahaha, jangan bosan ya meneriaki ku ? Aku tidak ingin seperti yang lainnya. Aku ya aku. Kamu ya milik aku. Hehe" Lalu aku bisa apa ? Menangis sambil terharu atau merutuki diri karena termakan rayuanmu ?
Kulihat layar telepon genggam dengan gambar foto kita berdua saling tertawa bahagia, tak ada pesan baru darimu. Lalu aku tersenyum dan mengusap air mataku, sambil meninggalkan makam bernisankan namamu. Kamu berhasil... Aku dibuat rindu olehmu.
-TA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Label
Fiction Story
Label:
Fiction Story
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar