Akan ada masa, dimana mungkin kamu bukan hal yang pertama ku ingat ketika aku bangun di pagi hari. Percayalah, karena mungkin nanti kamu yang kulihat pertama kali di pagi hari, tertidur memelukku dengan segala kelebutanmu.
Akan ada masa, dimana mungkin kamu bukan hal terakhir yang kuingat ketika aku hendak tidur. Percayalah, karena mungkin nanti kamu yang aku ajak bicara dan berbagi hangatnya selimut di malam hari.
Tapi sayangku, boleh aku berkata jujur? Aku muak. Muak dengan segala keterbatasan keadaan kita. Aku hanya mampu menunggu, kapan kepastian itu datang? Aku ingin memilikimu, benar-benar menggenggammu. bukan hanya sekedar pengakuan diriku saja. Sayangku... boleh aku bertanya? Siapa aku di matamu? Meski kita saling mengetahui perasaan masing-masing, tapi sampai kapan tanpa ikatan? Aku lelah sayang. Lelah.
Jika waktunya tiba nanti, temui Aku. Katakan padaku bahwa aku boleh memilikimu semauku. Sampai saat itu tiba, aku takkan memintamu. Biarkan aku tenggelam dengan perasaan ingin memiliki ini. Tetaplah berbahagia. Aku menyayangimu. Sangat, sampai perih rasanya mengabaikanmu.
with Love, Aulia
Akan ada masa, dimana mungkin kamu bukan hal terakhir yang kuingat ketika aku hendak tidur. Percayalah, karena mungkin nanti kamu yang aku ajak bicara dan berbagi hangatnya selimut di malam hari.
Tapi sayangku, boleh aku berkata jujur? Aku muak. Muak dengan segala keterbatasan keadaan kita. Aku hanya mampu menunggu, kapan kepastian itu datang? Aku ingin memilikimu, benar-benar menggenggammu. bukan hanya sekedar pengakuan diriku saja. Sayangku... boleh aku bertanya? Siapa aku di matamu? Meski kita saling mengetahui perasaan masing-masing, tapi sampai kapan tanpa ikatan? Aku lelah sayang. Lelah.
Jika waktunya tiba nanti, temui Aku. Katakan padaku bahwa aku boleh memilikimu semauku. Sampai saat itu tiba, aku takkan memintamu. Biarkan aku tenggelam dengan perasaan ingin memiliki ini. Tetaplah berbahagia. Aku menyayangimu. Sangat, sampai perih rasanya mengabaikanmu.
with Love, Aulia
Komentar
Posting Komentar