Pagi ini, dingin mendera ku. Rasanya aku nyaman sekali berselimut. Tanpa tahu apa yang akan terjadi, pagi ini aku mengucap syukur dan terima kasih pada Tuhanku. Atas hidup yang masih bisa kujalani.
Siang ini, tangisku tak berhenti. Rasanya, aku kehilangan arahku lagi. Kata-kata yang kudengar dari seseorang yang amat kukasihi, berputar di kepalaku. Menjadi semacam anthem di kepalaku. Aku tersenyum dalam tangisku. Berharap bahwa ini hanya mimpi, atau beliau sedang mengerjaiku lewat acara Jebakan Betmen. Haha. Harapan hanya harapan.
Disini aku diam, merebahkan tubuhku dikursi menghadap langit. Air mataku terus mengalir tanpa bisa ku berbuat. Tangisku sudah sedikit reda. Namun timbul sesak yang menghambat di paru ku. Aku tertegun. Ingin ku bertanya, ingin ku mengadu, ingin ku ... Ah sudahlah...
Mataku kembali basah. Namun ku redam. Biarlah sesak. Tak mengapa.
Sekejap lagi, derita ku usai sudah.
Tuhan, kau lebih tahu kenapa aku memilih ini.
Komentar
Posting Komentar