Aku ingin melupa. Pernah menjadi bagian manis dalam pahit ini.
Tolong...
Biarkan saja aku tidur.
Biar...
Tak ada aku pun semua normal, bukan?
Lalu kali ini, aku merasa dirampas.
Peganganku... Pedomanku...
Semua hilang tak berbejak...
Lelahku tak jadi penat kalian...
Tapi sakit mu menjadi luka yang menganga di benakku.
Bilamana, aku memang tak dibiarkan ingin...
Tak mengapa, biar saja aku tidur.
Toh aku memang lebih suka tidur.
Dalam tidurku, aku bisa menjadi siapa aku mau.
Sekalipun akhir ini, mimpi ku selalu busuk.
Tak apa. Setidaknya. Sakitku dimimpi tak berbekas, pun aku kan lupa ketika mimpi yang manis hadir.
Jadi...
Ingin kalian kan penuh...
Aku hanya akan tidur.
Tak usah risau.
Kalian lebih senang ketika aku tak ganggu kan?
Tidur.
Tidurlah.
Komentar
Posting Komentar