Sekitar 5 tahun yang lalu, kala aku masih kelas 2 SMA. Ada satu hati yang begitu menggenggamku. Ya, kami saling memiliki. Tapi tak lama, hanya berlangsung sekitar 17 bulan. Kami menyudahi hubungan kami karena perbedaan yang sudah tidak dapat diterima oleh salah satu pihak.
Dan dengan itu, sudah beberapa kali aku berganti pasangan. Jangan memandangku dengan tatapan dan pikiran yang jelek. Aku tidak mempermainkan hati mereka, bukan juga wanita yang murahan. Aku hanya mencari yang paling tepat untukku. Hanya itu.
Lama tak terdengar kabar, dia yang dulu pernah mengisi hatiku datang kembali. Entah apa yang dipikirkannya, dia selalu berusaha mengambil perhatianku. Dan jujur saja itu membuatku muak, bagaimana tidak? Dia telah seringkali menyakitiku dan ku putuskan untuk pergi tapi dia menginginkanku kembali? Maaf aku terbawa emosi.
Seringkali dia mengirimiku pesan, rindu dia bilang. Atau berkilah hanya ingin bertanya bagaimana keadaanku, bagaimana kabarku. Dan aku pun hanya berdiam, untuk apa? Sehingga tak jarang ku abaikan saja pesannya. Aku tak ingin memberinya harapan. Aku tahu bagaimana sakitnya hidup dalam pengharapan.
Sekali lagi ingin ku jelaskan padamu, aku bukan lagi gadis yang hidup dalam kenanganmu. Gadis yang seringkali kau putuskan, tapi tetap mengemis belas kasihanmu. Mengais sedikit demi sedikit rasa cintamu. Jadi kumohon, jangan samakan aku dengan aku yang ada dalam ingatanmu. Jangan lagi memohon padaku, atau berusaha berbicara denganku. Aku tak ingin merasakan sakit yang dulu kutahan demi bersamamu. Aku ingin bahagia, pun aku juga ingin melihatmu bahagia. Aku tak pernah tahu apa yang Tuhan sedang rencanakan, selama itu pergilah dengan semua ingatanmu. Aku hanya ingin bahagia dengan caraku sendiri.
Maaf, bukan aku tak memiliki belas kasihan. Aku hanya tak ingin menyakiti siapapun, sebagaimana aku tak ingin disakiti. Pergilah... Bahagialah... Temukanlah jalanmu...
(Tulisan ini terinspirasi oleh lagu Rockabye nya Clean Bandit)
Komentar
Posting Komentar