Langsung ke konten utama

Postingan

Suicidal Notes pt.2

What did I do wrong? Seems like everything is a mess. Why didn't I just die? And everyone will be just happy right? No one love me. None of them. No one really want to be with me. Am just a mess. Let me go. Am dying. It hurts. Please. Let me go. Let me die.

Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi Dibalik awan hitam Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini, Menanti.. Seperti pelangi setia menunggu hujan reda Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember, Di bulan desember Sampai nanti ketika hujan tak lagi Meneteskan duka meretas luka Sampai hujan memulihkan luka (Efek Rumah Kaca - Desember) Yap, seseorang bertambah usianya tepat hari ini. Dan aku, ingin dia mendengarkan lagu ini. Selamat ulang tahun, padamu yang tau pasti untuk siapa postingan ini ditujukan. Semoga semua citamu tercapai, mimpimu terwujud dan harapanmu terkabul. Hehe belum banyak yang dapat kulakukan untukmu, setidaknya biarkan post ini menjadi sesuatu yang bisa kamu kenang kelak. Hari ini sebenarnya engga ujan, tapi entah kenapa ketika liat reminder jadi kepengin dengerin lagu ini. Ya, maaf kalo aku sempat lupa ini ulang tahun mu. Untung saja reminder mengingatkan. Selamat Ulang Tahun, Pluviophile man. Semoga semakin dewasa, rezekinya dilancarkan dan disegerakan ketemu jod...

Hurricane

Seseorang melabeli ku sebagai Hujan. Mungkin karena aku selalu membawa perasaan melankolis pada seseorang, terlebih pada mereka yang telah kupatahkan hatinya. Atau mungkin juga karena kedatanganku banyaknya tidak disukai orang, ahahaha aku tak tahu. Terlalu banyak probabilitas yang ada di dunia ini. Hujan. Hujan, selalu memberikanku perasaan takjub. Selalu ingin membuatku menari di bawahnya dengan air mata yang takkan siapapun sadari, meskipun akhirnya aku akan demam haha. Hujan bukan sesuatu yang aku benci. Tapi bukan juga sesuatu yang aku sukai. Terkadang aku selalu merasa hujan itu basah, becek, kotor, dingin, lama, dan bikin jemuran ga kering-kering. Tapi terkadang aku selalu mendapati diriku menatap hujan lebih dari sejam, hanya untuk menghirup aroma tanah yang aneh tapi menyenangkan, hanya untuk mengingat momen yang sudah lalu, hanya untuk meneteskan air mata yang selama beberapa pekan aku simpan sendiri. Hujan memang rumit. Atau aku yang rumit? Atau memang aku rumit seperti huja...

Sebuket Krisan Putih

Aku... Aku ini apa? Ah sial! Kenapa aku tak pernah bisa bertemu denganmu? Jujur saja aku sangat ingin bertemu denganmu. Sial! Sial! Sial! Aaaaaargh! Tepat tanggal 20 Oktober 2016, aku mendapat pesan Line dari seseorang yang memberi tahu aku mendapatkan sebuah bunga dari seseorang. Ya... Si Pluviophile yang memberikannya padaku. Dengan perasaan bingung, ga percaya, kaget, campur aduk sama perasaan seneng. For the first time ada acara flowers day  aku dapat bunga. Sesaat setelah sampai kampus, aku mendapati bunga itu. Tiga bunga krisan putih yang ditata rapi dalam buket bunga beserta dua cokelat dan secarik kertas. Aku tersenyum membaca kertasnya. Aku memang manja. Tapi sungguh aku bahagia mendapatkan bunga putih itu. Putih adalah sesutu yang suci bagiku. Meskipun sepertinya aku lebih cocok dengan warna hitam. Aku mengucapkan terima kasih padanya, tentu aku bingung apa yang harus aku katakan. Aku telah melukai hatinya dan aku tetap mendapatkan bunga darinya, pantaskah itu? Sungguh ak...

Suicidal Notes

Argh! Sometimes I wish i just never born if I know my life will be a burden. And I wish there is no me in the beginning. It's just hard to admit that am a motherfucker asshole in my very own home. I always do my best, I never ask anyone for something. But WHY???? Why does everyone treat me like I was arrogant for always forcing people fulfil my need. When is that fuckin' happened? Never, right? Am tired... Wanna disappear. Please... Am tired.

I am (not) your Rain

Hey, been awhile since the last time I post. Sekarang kamu mengerti? Bahwa aku bukanlah hujan yang selalu kamu tunggu. Mungkin aku memang hujan, sesuatu yang selalu membawamu pada masa lalu. Hora? Aku tak bisa menenangkanmu! Apapun yang aku lakukan hanyalah menyakitimu. Aku harus apa? Sudah kubilang berkali-kali, carilah seseorang yang memang untukmu dan itu bukan aku. Ah sial! Aku harus apa? Bawa aku. Suatu saat nanti. Tolong jemput aku. -Suigintou.