Langsung ke konten utama

Hurricane

Seseorang melabeli ku sebagai Hujan. Mungkin karena aku selalu membawa perasaan melankolis pada seseorang, terlebih pada mereka yang telah kupatahkan hatinya. Atau mungkin juga karena kedatanganku banyaknya tidak disukai orang, ahahaha aku tak tahu. Terlalu banyak probabilitas yang ada di dunia ini.

Hujan.

Hujan, selalu memberikanku perasaan takjub. Selalu ingin membuatku menari di bawahnya dengan air mata yang takkan siapapun sadari, meskipun akhirnya aku akan demam haha. Hujan bukan sesuatu yang aku benci. Tapi bukan juga sesuatu yang aku sukai. Terkadang aku selalu merasa hujan itu basah, becek, kotor, dingin, lama, dan bikin jemuran ga kering-kering. Tapi terkadang aku selalu mendapati diriku menatap hujan lebih dari sejam, hanya untuk menghirup aroma tanah yang aneh tapi menyenangkan, hanya untuk mengingat momen yang sudah lalu, hanya untuk meneteskan air mata yang selama beberapa pekan aku simpan sendiri. Hujan memang rumit. Atau aku yang rumit? Atau memang aku rumit seperti hujan? Hahaha

Hujan.

Benarkah aku seperti hujan? Kurasa tidak. Aku lebih merasa mirip dengan badai. Penghancur. Sudah banyak kan hati yang aku remukkan? Termasuk mungkin kamu, yang setia membaca posting-an ga jelas ku ini. Aku lebih merasa badai lebih cocok dengan ku. Aku yang tak pernah merasa cocok berada di manapun, aku yang tak pernah diharapkan kehadirannya. Dan aku yang selamanya hanya bisa menghancurkan.

Hurricane...

Pernah mendengar lagu nya Halsey? Aku merasa lagu itu menyindirku haha, 

"... I'm a Wanderess
I'm a One Night Stand
Don't belong to no city
Don't belong to no man
I'm the Violence in the pouring Rain
I'm a Hurricane..."


...and yes baby, I'm a Hurricane :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

CodeName

Hur många gånger måste jag berätta för dig? Om det inte är med mitt kodnamn. Då är historien inte rätt. Jag låter dig veta det hela tiden. Det är därför jag använder mitt kodnamn, kanske förstår du det. Du vet historien bakom namnet. Du frågar mig vad skulle jag ha? Jag vill inte ha någonting. Det gör bara ont för att veta det faktum. Att jag inte visste vad du ville ha. Vad du vet. Som om du inte ville ha mig, men du fortsätter att dra mig. Jag vet att vi inte kunde vara tillsammans. Eftersom detta bara är ensidigt. Men vad vill du ha? Jag saknar dig. Jag gör verkligen. - SeRa

Pernikahan

Marriage. Aku kadang ngeri mendengar kata ini. Bagiku pernikahan bukanlah suatu tujuan. Karena, dalam pikiranku, pernikahan adalah sesuatu yang tidak sesakral itu. Kenapa? Mungkin karena aku ada didalam sesuatu yang mereka sebut perceraian. Didalam artiku, pernikahan yang se-kramat itu bisa hancur hanya karena pihak lain yang mungkin dirasa lebih menggoda. Jadi, untuk apa menikah jika kita tetap menganut pada prinsip "jodoh siapa yang tahu"? Sampai sekarang, aku masih tidak mengerti kenapa teman-teman ku bersikeras ingin menikah muda. Pasalnya, untuk menikah, buatku, bukan hanya perkara menghalalkan pacaran. Bukan hanya menghalalkan "ena-ena". Bukan hanya menghalalkan kontak fisik yang selama ini mereka damba. Lebih dari itu, sesiap apa kamu untuk mengurus orang lain yang katanya kamu sayangi? Salut, pada mereka yang memutuskan untuk menikah muda. Berani sekali. Di usia yang bisa dibilang belum matang berpikir dan pengalaman berkomunikasi yang pastinya sedikit leb...