Langsung ke konten utama

2k16

Tuhan... terimakasih atas segala anugerah dan keajaiban yang telah kau berikan padaku. Maafkan aku telah menjadi hamba yang seringnya tak tahu diri.
Waktu berlalu... 365 hari sudah kujalani (lagi). Kali ini... ada suatu renungan yang berhasil tersirat di benakku... tahun ini... aku ingin meminta maaf dan memaafkan setiap luka dan pikiran hati.
Kepada Ibu yang tersayang...
Terimakasih bu atas segala cinta yang kau beri padaku. Sungguh aku takkan menemukan Ibu yang hebat sepertimu. Maafkan aku bu... banyak air mata yang telah terurai akibat sikapku. Maafkan segala kesalahanku bu. Aku ingin melukis senyum di wajah lelahmu. Agar setiap perjuanganmu tak terasa sia-sia. Tunggu aku 2 tahun lagi bu, lulus kuliah aku akan bekerja di tempat yang kokoh. Supaya mampu mengisi rekening untuk kesejahteraan kehidupan kita. Tunggu aku bu.
Kepada kedua kakak dan satu-satunya adikku...
Maafkan aku karena tidak mampu menjadi adik dan kaka yang baik. Terimakasih karena telah mengajarkanku betapa hubungan antara saudara adalah komponen penting dalam hidup. Aku sayang kalian. Selalu.
Kepada sahabat karibku...
Aku senang... memiliki teman-teman yang tidak hanya mengerti keadaanku. Tapi juga mengisi setiap kekuranganku dengan cara kalian masing-masing. Menjadi bagian dari hidup kalian aku sangat bahagia. Terimakasih mengajarkanku bahwa teman... mampu mengisi setiap kekosongan jiwa yang selalu mencari.
Kepada orang yang pernah kusakiti...
Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya. Selama hidup 19 tahun, akan selalu ada manusia yang merasa sakit karena perlakuanku atau bahkan karena kehadiranku. Aku memohon maaf untuk segala dosaku. Semoga derajatmu Allah SWT angkat karena kemuliaan dan kelapangan dadamu yang mau memaafkan diriku.
Kepada orang yang pernah menyakitiku...
Terimakasih telah pergi dari hidupku. Kalian tahu ? Aku bersyukur. Kenapa ? Karena aku bisa mengetahui siapa yang sebenarnya menyayangi dan mencintaiku serta mau menerimaku apa dan ada apanya. Aku sangat bersyukur pernah tersakiti. Karena rasa sakit itu yang kini menjadikan aku yang sekarang. Seperti kata pepatah No Pain No Gain, dengan setiap luka yang kalian beri, aku semakin tumbuh dewasa dalam menghadapi setiap masalah.
Dan...
Kepada kamu yang sekarang bersamaku
365/12 sudah aku benar-benar mengenalmu. Meski kita bersama belum genap 1 tahun. Tapi aku mengenalmu sudah cukup untuk tahu bahwa kamu yang sekarang pas buatku. Entah besok. Entah lusa. Entah minggu depan. Entah bulan depan. Entah tahun depan. Tapi... aku ingin rasa ini tetap seperti ini. Bersamamu. Aku satu. Maafkan atas segala keegosianku. Semoga... aku menjadi gadis yang lebih baik untukmu. Lelakiku. Aku menyayangimu. Dan mencintaimu. Dan merindukanmu juga. Hehe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

Serendipity

Hari ini, aku selesai menonton suatu film yang sejak malam tak sempat aku selesaikan. Serendipity. Atau dalam bahasa Indonesia nya, Kebetulan. Filmnya menarik, bikin baper. Hahaha. Makna yang aku dapat dari film tersebut adalah, selalu ada cara. Even  kemungkinannya sangat kecil dan hampir tidak mungkin. Tapi, itulah takdir. Sebetulnya dalam pemikiranku, kebetulan itu tidak ada. Takdir adalah sesuatu yang mutlak yang telah dirancang Tuhan dengan indahnya. Ya... Sesederhana dan serumit itu.  Well,  lupakan film itu. Blog ini bukan tukang review  film ko hahaha. Merujuk pada kata kebetulan. Aku selalu merasa kecil kala merenung bagaimana Tuhan mempertemukan aku dengan setiap orang hadir di hidupku. Entah untuk tinggal atau hanya mampir. Kebetulan aku bertemu dengannya. Kebetulan aku berkenalan dengannya. Dan kebetulan kita saling menyakiti. Hahahaha. Itu salah. Itu bukan kebetulan deh. Aku pernah merasakan suatu kebetulan yang amat sangat menyenangkan. Dimana ...

Smile

Today, as I woke up (due to my fever, I sleep a lot ehe) I checked on my phone. Wondering if I get your message. But nothing. So I check on Instagram. And... that's it. Now I know the reason behind all of it. I'm not mad at you nor blame you. It's me. I know it. Finally, you could set yourself free. I smiled. I supposed to feel broken right? But I am not. I am happy for you. Seeing you smile like that with her kinda make me reminisce about us. Yes. We only existed in the past.  Jangan tanya kenapa aku tak mengirimimu pesan, aku cukup sadar diri untuk tidak merusak kebahagiaan mu. Tulisan ini bahkan aku tulis dengan perasaan yang bersalah pada special lady  mu. Sampaikan maafku padanya jika suatu saat nanti kamu membacanya. Rindu? benar, aku rindu. Kamu pun cukup sering kan aku ganggu dengan pesan marahku karena kamu tak pernah mengabariku? Sekarang aku punya alasan mengapa aku tak boleh menghubungi mu lagi. Tolong. Buat aku untuk tidak menghubungimu, apapun yang terjad...