Langsung ke konten utama

Lost

I'm out on my own again
Face down in the porcelain
Feeling so high but looking so low
Party favors on the floor
Group of girls banging on the door
So many new fair-weather friends ooo

Have you ever been so lost
Known the way and still so lost

Caught in the eye of a hurricane
Slowly waving goodbye like a pageant parade
So sick of this town pulling me down
My mother says I should come back home but
Can't find the way cause the way is gone
So if I pray am I just sending words into outer space

Have you ever been so lost
Known the way and still so lost
Another night waiting for someone to take me home
Have you ever been so lost

Is there a light
Is there a light
At the end of the road
I'm pushing everyone away
'Cause I can't feel this anymore
Can't feel this anymore

Have you ever been so lost
Known the way and still so lost
Another night waiting for someone to take me home
Have you ever been so lost
Have you ever been so LOST.

(Katy Perry - Lost)

Yup, malam ini aku merasa ditelanjangi lagu ini. Pernah merasa hilang arah? Mungkin itu yang sedang terjadi sekarang. Setelah beberapa post disini yang diisi berbagai macam orang nyata maupun fiktif. Rasanya hari ini aku hanya ingin bercerita, tentang seorang gadis yang kehilangan arahnya.

Beberapa waktu ini, aku selalu merasa lelah. Lelah untuk hal yang tak pasti. Lelah akan semua beban. Lelah akan kota ini. Lelah akan rutinitas yang sama. Lelah akan segalanya. Lelah dengan aku. Pernahkah kalian merasa lelah? Lelah selelah-lelahnya lelah hingga kalian tak tahu lagi apa yang telah kalian lakukan, tak tahu apa yang sedang kalian lakukan dan tak tahu apa yang harus kalian lakukan. Dan setiap hari kalian hanya akan menunggu entah seseorang ataupun sesuatu yang akan memeluk kalian dan menuntun mu kembali pulang. Sejauh apa yang telah aku capai hingga rasanya aku tak tahu mana jalanku sendiri?

Pernahkah kalian, merasa bahwa kalian tahu kalian menempuh arah yang salah tapi kalian tak mampu kembali untuk menemukan arahmu lagi? Siapa yang bisa menolongmu? Hanya Tuhan yang mau menerimamu. Pernahkah?

Pernahkah kalian, ingin mengembalikan satu waktu didalam hidup kalian dan mengubah semuanya agar kalian tidak salah "arah" hingga seperti saat ini? Pernahkah?

Aku tak tahu, tak tahu lagi aku harus apa aku harus bagaimana. Kepalaku terasa pusing, dadaku terasa nyeri. Dan mataku selalu gerimis. I do feel so lost. I really do.

Lagu ini, menusuk ku bertubi-tubi. Mencibir aku. Menyinyiri jalan salah yang telah kutempuh. Lelah. Aku lelah sekali. Bisakah aku beristirahat sebentar saja?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bilamana

Pada suatu malam yang kudus, aku melepas penatku dipelukmu. Peluh membanjir, kita berenang dalam kesunyian. Bibir kita gemetar, meliuk saling merengut tak ingin lepas. Sementara mata kita kunci untuk tetap terpejam. Agar? Nafas liar kita semakin memburu! Kupekerjakan kamu, supaya badanku tetap hangat. Kubiarkan kamu melenguh dan menikmati. Tapi tak kubiarkan kamu melayang. Kujaga tetap pada aturannya. Biar kudapati tanya di wajahmu. Aku senang bikin kamu bingung. Langit dimalam itu mendung, bekas hujan tadi sore masih menyelinap di jendela. Memberi kamar kita yang sepetak kedinginan yang luar biasa. Itulah mengapa aku rapatkan badanku padamu. Dan itulah alasan kamu menjadi lebih liar daripada biasa. Kita diatas, kita dibawah. Saling mencumbu, saling tersenyum. Lucu. Saat kulihat wajahmu yang penuh peluh tetap bersikukuh untuk menyerang. Kubiarkan kamu berbuat sesuka. Ini malam kita. Malam yang mungkin tak dapat kita temui lagi. Semakin cepat kau bergerak semakin keras lenguhanku. G...

Serendipity

Hari ini, aku selesai menonton suatu film yang sejak malam tak sempat aku selesaikan. Serendipity. Atau dalam bahasa Indonesia nya, Kebetulan. Filmnya menarik, bikin baper. Hahaha. Makna yang aku dapat dari film tersebut adalah, selalu ada cara. Even  kemungkinannya sangat kecil dan hampir tidak mungkin. Tapi, itulah takdir. Sebetulnya dalam pemikiranku, kebetulan itu tidak ada. Takdir adalah sesuatu yang mutlak yang telah dirancang Tuhan dengan indahnya. Ya... Sesederhana dan serumit itu.  Well,  lupakan film itu. Blog ini bukan tukang review  film ko hahaha. Merujuk pada kata kebetulan. Aku selalu merasa kecil kala merenung bagaimana Tuhan mempertemukan aku dengan setiap orang hadir di hidupku. Entah untuk tinggal atau hanya mampir. Kebetulan aku bertemu dengannya. Kebetulan aku berkenalan dengannya. Dan kebetulan kita saling menyakiti. Hahahaha. Itu salah. Itu bukan kebetulan deh. Aku pernah merasakan suatu kebetulan yang amat sangat menyenangkan. Dimana ...

Smile

Today, as I woke up (due to my fever, I sleep a lot ehe) I checked on my phone. Wondering if I get your message. But nothing. So I check on Instagram. And... that's it. Now I know the reason behind all of it. I'm not mad at you nor blame you. It's me. I know it. Finally, you could set yourself free. I smiled. I supposed to feel broken right? But I am not. I am happy for you. Seeing you smile like that with her kinda make me reminisce about us. Yes. We only existed in the past.  Jangan tanya kenapa aku tak mengirimimu pesan, aku cukup sadar diri untuk tidak merusak kebahagiaan mu. Tulisan ini bahkan aku tulis dengan perasaan yang bersalah pada special lady  mu. Sampaikan maafku padanya jika suatu saat nanti kamu membacanya. Rindu? benar, aku rindu. Kamu pun cukup sering kan aku ganggu dengan pesan marahku karena kamu tak pernah mengabariku? Sekarang aku punya alasan mengapa aku tak boleh menghubungi mu lagi. Tolong. Buat aku untuk tidak menghubungimu, apapun yang terjad...