Langsung ke konten utama

Postingan

Rockabye

Sekitar 5 tahun yang lalu, kala aku masih kelas 2 SMA. Ada satu hati yang begitu menggenggamku. Ya, kami saling memiliki. Tapi tak lama, hanya berlangsung sekitar 17 bulan. Kami menyudahi hubungan kami karena perbedaan yang sudah tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. Dan dengan itu, sudah beberapa kali aku berganti pasangan. Jangan memandangku dengan tatapan dan pikiran yang jelek. Aku tidak mempermainkan hati mereka, bukan juga wanita yang murahan. Aku hanya mencari yang paling tepat untukku. Hanya itu. Lama tak terdengar kabar, dia yang dulu pernah mengisi hatiku datang kembali. Entah apa yang dipikirkannya, dia selalu berusaha mengambil perhatianku. Dan jujur saja itu membuatku muak, bagaimana tidak? Dia telah seringkali menyakitiku dan ku putuskan untuk pergi tapi dia menginginkanku kembali? Maaf aku terbawa emosi. Seringkali dia mengirimiku pesan, rindu dia bilang. Atau berkilah hanya ingin bertanya bagaimana keadaanku, bagaimana kabarku. Dan aku pun hanya berdiam, untuk apa...

Berjalan Maju

Hello... Hari ini, aku melihatmu. Di beranda Instagram, hehe. Sengaja kepo, ternyata fotoku sudah kau hapus. Ada sedikit perasaan sedih dan nyeri, tapi aku sadar, kamu telah bahagia. Aku senang melihatmu bahagia. Artinya kamu sudah dapat melupakan aku yang hanya menyakitimu. Artinya kamu sudah menemukan seseorang yang membuatmu lebih bahagia. Artinya kamu sudah maju ke depan. Artinya kamu tak menyesali masa lalu mu lagi. Artinya aku bahagia melihatmu bahagia. I messed up. Awalnya merasa, loh ko? Tapi lalu sadar, aku bukan sesiapamu. Aku hanya masa lalumu. Kecewa sedikit. Tapi lebih kepada tahu diri. Bukan kah kamu bahagia itu sudah lebih dari cukup? Karena aku sendiripun tak pernah bisa membahagiakanmu. Aku sama seperti yang lainnya, tak bisa mengertikanmu. Maafkan aku. Hey, I wish you well. Glad to know that you already forget me, it hurts though. Akhir-akhir ini juga kita jarang chat. Udah lama malah hehe. Tapi baiklah, aku memang selalu berfikir aku bukanlah hujanmu. Aku hanya badai...

Curhat!

Hai! Selamat tahun baru gaeesss!!! Hahah been a while aku lagi galau nih. Why?  Karena ternyata aku makin tua huhu eh ngga deng, aku ngga tua. Masih tua an kamu yang baca *lalu ditabokin massa* Jadi gini, tadi sore aku dapet kabar dari kakak tertua ku. Dan kabar itu menyenangkan sekaligus menyakitkan *hiks* intinya dia bilang jika aku ingin mendapatkan si kabar menyenangkan ku itu, aku harus mulai "dewasa". Dalam artian, penampilanku harus mulai berubah.  Well well, inilah ujian terberatku *selain skripsi tentunya*. Jadi, kakakku bilang aku harus mulai menjadi perempuan... Lalu sebelumnya aku apa kak? APAAAAA??!!! Hahahaha yeaaa you know I've been always more like boyish look than the girly one. He said, I should do make up now.  Asdfghjkl... Awalnya bingung, sejatinya kemajuan ku dalam pake make up dari orok nangis sampe cewek tanggung umur 20 adalah menggunakan pelembab+bedak+ Lip ice+lip matte  (yang itu pun hadiah dari orang)... Dan ketika sadar dengan kenyataan...

Suicidal Notes pt.2

What did I do wrong? Seems like everything is a mess. Why didn't I just die? And everyone will be just happy right? No one love me. None of them. No one really want to be with me. Am just a mess. Let me go. Am dying. It hurts. Please. Let me go. Let me die.

Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi Dibalik awan hitam Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini, Menanti.. Seperti pelangi setia menunggu hujan reda Aku selalu suka sehabis hujan dibulan desember, Di bulan desember Sampai nanti ketika hujan tak lagi Meneteskan duka meretas luka Sampai hujan memulihkan luka (Efek Rumah Kaca - Desember) Yap, seseorang bertambah usianya tepat hari ini. Dan aku, ingin dia mendengarkan lagu ini. Selamat ulang tahun, padamu yang tau pasti untuk siapa postingan ini ditujukan. Semoga semua citamu tercapai, mimpimu terwujud dan harapanmu terkabul. Hehe belum banyak yang dapat kulakukan untukmu, setidaknya biarkan post ini menjadi sesuatu yang bisa kamu kenang kelak. Hari ini sebenarnya engga ujan, tapi entah kenapa ketika liat reminder jadi kepengin dengerin lagu ini. Ya, maaf kalo aku sempat lupa ini ulang tahun mu. Untung saja reminder mengingatkan. Selamat Ulang Tahun, Pluviophile man. Semoga semakin dewasa, rezekinya dilancarkan dan disegerakan ketemu jod...

Hurricane

Seseorang melabeli ku sebagai Hujan. Mungkin karena aku selalu membawa perasaan melankolis pada seseorang, terlebih pada mereka yang telah kupatahkan hatinya. Atau mungkin juga karena kedatanganku banyaknya tidak disukai orang, ahahaha aku tak tahu. Terlalu banyak probabilitas yang ada di dunia ini. Hujan. Hujan, selalu memberikanku perasaan takjub. Selalu ingin membuatku menari di bawahnya dengan air mata yang takkan siapapun sadari, meskipun akhirnya aku akan demam haha. Hujan bukan sesuatu yang aku benci. Tapi bukan juga sesuatu yang aku sukai. Terkadang aku selalu merasa hujan itu basah, becek, kotor, dingin, lama, dan bikin jemuran ga kering-kering. Tapi terkadang aku selalu mendapati diriku menatap hujan lebih dari sejam, hanya untuk menghirup aroma tanah yang aneh tapi menyenangkan, hanya untuk mengingat momen yang sudah lalu, hanya untuk meneteskan air mata yang selama beberapa pekan aku simpan sendiri. Hujan memang rumit. Atau aku yang rumit? Atau memang aku rumit seperti huja...

Sebuket Krisan Putih

Aku... Aku ini apa? Ah sial! Kenapa aku tak pernah bisa bertemu denganmu? Jujur saja aku sangat ingin bertemu denganmu. Sial! Sial! Sial! Aaaaaargh! Tepat tanggal 20 Oktober 2016, aku mendapat pesan Line dari seseorang yang memberi tahu aku mendapatkan sebuah bunga dari seseorang. Ya... Si Pluviophile yang memberikannya padaku. Dengan perasaan bingung, ga percaya, kaget, campur aduk sama perasaan seneng. For the first time ada acara flowers day  aku dapat bunga. Sesaat setelah sampai kampus, aku mendapati bunga itu. Tiga bunga krisan putih yang ditata rapi dalam buket bunga beserta dua cokelat dan secarik kertas. Aku tersenyum membaca kertasnya. Aku memang manja. Tapi sungguh aku bahagia mendapatkan bunga putih itu. Putih adalah sesutu yang suci bagiku. Meskipun sepertinya aku lebih cocok dengan warna hitam. Aku mengucapkan terima kasih padanya, tentu aku bingung apa yang harus aku katakan. Aku telah melukai hatinya dan aku tetap mendapatkan bunga darinya, pantaskah itu? Sungguh ak...