Harapan. Aku benci berharap. Harapanku hanya memberi luka bagiku, tak lebih. Sedih.
Harapan. Aku benci berharap. Harapanku hanya membunuhku secara perlahan. Memyakitkan.
Seharusnya aku tahu, aku tak bisa bersandar pada sesiapa. Kenapa dengan bodohnya aku bisa berpikir bahwa aku bisa seperti yang lainnya?
Seharusnya aku sadar diri, aku tak seharusnya berharap seseorang akan mencintaiku, seperti aku mencintai mereka.
Seharusnya aku mawas diri, siapa aku?
Tenang, yang menyakitiku bukan kalian. Tapi harapanku sendiri. Seharusnya. Aku tak pernah berusaha membuka diri pada sesiapapun. Seharusnya aku tetap sendiri saja. Dengan segala penatku. Siapa tahu, aku takkan tersakiti lagi. Siapa tahu?
Jadi, kubiarkan air membasah dimataku. Menggenang. Dan jatuh turum ke wajahku. Kubiarkan ia membasuh luka. Supaya setidaknya kering dan tak menyakitkan lagi.
Kembalilah, pada dirimu sendiri.
For no one could save you, except yourself.
Komentar
Posting Komentar