Langsung ke konten utama

Postingan

Tjinta

Beberapa bulan ini, aku merasa lelah. Hatiku lemah sekali rasanya. Apapun yang ku perbuat, selalu dan selalu saja salah. Bukan salah, tapi kurang. Terkadang aku merasa, hidup ini tidak adil. Tapi selalu dan selalu aku segera sadar dan memohon ampun pada Tuhan atas rasa tidak bersyukur ini. Namun kali ini, Tuhan... Boleh kah aku bercerita? Aku lahir dari sebuah keluarga yang luar biasa. Aku memiliki Ibu yang luar biasa hebat. Kuyakinkan padamu, takkan ada wanita hebat seperti Ibuku. Yang memeluk dan merengkuh keempat anaknya dengan penuh kasih dan cinta. Yang rela mengorbankan waktu yang ia miliki demi keempat hati kecilnya. Dan aku sangat berterima kasih padamu Tuhan, malaikat milikku tak seperti yang lainnya. Ia terlalu sempurna untuk menjadi seorang manusia. Aku mencintainya. Selang waktu, usianya semakin bertambah. Beliau tak lagi muda, pun perasaannya semakin rapuh. Dan aku sadar betul akan hal ini. Hanya saja... Bu... Aku mohon, kali ini dengarkan sekali saja ucapanku. Ibu mend...

Unspoken words

Tepat 5 Mei 2017, aku mendapatkan kabar dari temanku. Dia bilang, kamu sudah tak ada lagi di dunia ini. Aku gemetar, sedikit percaya tapi menolak untuk mempercayai semua. Kamu? Dari semua makhluk bumi yang ada di dunia ini, kamu telah pergi? Umur memang siapa yang tau kan ya, but... Still, it's hard to accept the fact you were no longer with us... With me to be precise. Here's a little secret I kept to myself, hopefully it lighter up my burden... Aku memulai job training di salah satu kantor pelayanan pajak di kotaku. Memilih kesana agar aku bisa dekat dengan rumah, dan izin yang tidak susah karena dibantu kakak dan temannya. Penat, hubunganku dengan kekasih ku yang tidak berjalan baik. Gugup, aku datang ke tempat jobtre lebih awal. Dan yang menyambutku ternyata adalah orang yang akan duduk disampingku selama sebulan. Tapi itu bukan kamu, hehehe. Beberapa hari beradaptasi, aku mulai terbiasa. Orang-orang kantor ku ternyata sangat ramah dan baik sehingga aku sangat terbantu. ...

Bias

Cinta itu perkara indah, bukan begitu dengarku dari para pujangga. Sanjung menyanjung meninggi rendah. Memercik rasa di dalam syahdu. Tapi nyatanya, manis tak selalu dikecap kita. Aral melintas menepis suka. Dan aku terpekur terpelatuk iba. Sayang, menjadi satu alasan yang tak terperi. Membiarkan diri kembali bodoh. Pikirku... Cinta selalu bahagia. Senyatanya senyap mengandung luka. Ah... Bias. Kamu memang bias. Terbiasa merayu ayu paras muda. Sadarkah kau luka menyayat perih? Sementara jiwa senantiasa ku peluk. Peluh mereda dengar tawamu. Sial. Jatuh cinta memang bikin kesal, kerap kali aku jatuh sejatuh-jatuhnya jatuh. Membiarkan ada menjadi lenyap, dan ketiadaan bersarang dalam jingga. Senja. Waktuku tak lagi banyak untukmu. Tapi tetap kulakukan, demi kamu... Yang cintanya tetap terbagi. Kamu, mengapa kamu pilih aku tuk kau simpan di sudut hatimu? Sedang aku bukan satu-satunya pilihan dalam ujianmu. Aku bukan A, bukan pula B, apalagi C, ataupun D atau bahkan E. Aku hanya T. Yang ...

Terjaga dan Pergi

Aku, Hujan, dan Dia. Malam ini, malam lainnya yang kuhabiskan sendirian di kostanku tercinta. Aku memang makhluk anti sosial ya? haha. Hujan mengguyur tanah Jatinangor sudah dari hampir 2 jam yang lalu. Sepi, aku hanya diam di depan PC ku sembari mendengarkan lagu secara acak. Suara powerful  nya Katy Perry pun mengalun. Wide Awake. Seketika itu aku terdiam dan secara sengaja memencet tombol reply di ujung layar gawaiku. Aku termangu di depan layar komputerku sambil sesekali ikut bernyanyi sama teh Katy. Tidak ada perasaan ingin menangis namun malamku ini seketika sendu dengan suara rintik hujan. Jadi aku memutuskan untuk menulis sesuatu di laman pribadiku ini. Sembari menulis tulisan ini, aku meraih salah satu buku novel yang berjejer rapi di mejaku (sombong amat mejanya rapi, ketauan jarang dipake belajar ehehehe), dan tetiba sesuatu jatuh dari sala satu halaman di novel Sesuatu Yang Tertunda nya kak Sky Nakama. Lalu aku coba meraihnya, dan fyuuuh itu adalah... secarik k...

Rockabye

Sekitar 5 tahun yang lalu, kala aku masih kelas 2 SMA. Ada satu hati yang begitu menggenggamku. Ya, kami saling memiliki. Tapi tak lama, hanya berlangsung sekitar 17 bulan. Kami menyudahi hubungan kami karena perbedaan yang sudah tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. Dan dengan itu, sudah beberapa kali aku berganti pasangan. Jangan memandangku dengan tatapan dan pikiran yang jelek. Aku tidak mempermainkan hati mereka, bukan juga wanita yang murahan. Aku hanya mencari yang paling tepat untukku. Hanya itu. Lama tak terdengar kabar, dia yang dulu pernah mengisi hatiku datang kembali. Entah apa yang dipikirkannya, dia selalu berusaha mengambil perhatianku. Dan jujur saja itu membuatku muak, bagaimana tidak? Dia telah seringkali menyakitiku dan ku putuskan untuk pergi tapi dia menginginkanku kembali? Maaf aku terbawa emosi. Seringkali dia mengirimiku pesan, rindu dia bilang. Atau berkilah hanya ingin bertanya bagaimana keadaanku, bagaimana kabarku. Dan aku pun hanya berdiam, untuk apa...

Berjalan Maju

Hello... Hari ini, aku melihatmu. Di beranda Instagram, hehe. Sengaja kepo, ternyata fotoku sudah kau hapus. Ada sedikit perasaan sedih dan nyeri, tapi aku sadar, kamu telah bahagia. Aku senang melihatmu bahagia. Artinya kamu sudah dapat melupakan aku yang hanya menyakitimu. Artinya kamu sudah menemukan seseorang yang membuatmu lebih bahagia. Artinya kamu sudah maju ke depan. Artinya kamu tak menyesali masa lalu mu lagi. Artinya aku bahagia melihatmu bahagia. I messed up. Awalnya merasa, loh ko? Tapi lalu sadar, aku bukan sesiapamu. Aku hanya masa lalumu. Kecewa sedikit. Tapi lebih kepada tahu diri. Bukan kah kamu bahagia itu sudah lebih dari cukup? Karena aku sendiripun tak pernah bisa membahagiakanmu. Aku sama seperti yang lainnya, tak bisa mengertikanmu. Maafkan aku. Hey, I wish you well. Glad to know that you already forget me, it hurts though. Akhir-akhir ini juga kita jarang chat. Udah lama malah hehe. Tapi baiklah, aku memang selalu berfikir aku bukanlah hujanmu. Aku hanya badai...

Curhat!

Hai! Selamat tahun baru gaeesss!!! Hahah been a while aku lagi galau nih. Why?  Karena ternyata aku makin tua huhu eh ngga deng, aku ngga tua. Masih tua an kamu yang baca *lalu ditabokin massa* Jadi gini, tadi sore aku dapet kabar dari kakak tertua ku. Dan kabar itu menyenangkan sekaligus menyakitkan *hiks* intinya dia bilang jika aku ingin mendapatkan si kabar menyenangkan ku itu, aku harus mulai "dewasa". Dalam artian, penampilanku harus mulai berubah.  Well well, inilah ujian terberatku *selain skripsi tentunya*. Jadi, kakakku bilang aku harus mulai menjadi perempuan... Lalu sebelumnya aku apa kak? APAAAAA??!!! Hahahaha yeaaa you know I've been always more like boyish look than the girly one. He said, I should do make up now.  Asdfghjkl... Awalnya bingung, sejatinya kemajuan ku dalam pake make up dari orok nangis sampe cewek tanggung umur 20 adalah menggunakan pelembab+bedak+ Lip ice+lip matte  (yang itu pun hadiah dari orang)... Dan ketika sadar dengan kenyataan...