Hujan seakan telah lelah menjatuhkan tubuhnya ke tanah, petir mungkin malu karena aku telah mengumpatnya habis-habisan. Namun, mataku tetap terjaga. Mau apalagi? Jiwaku rasanya sudah sangat lelah namun aku namun mataku tak ingin mengalah. Aku memutuskan untuk kembali menyampah disini. Sudah tidurkah kamu?
Malam sudah menunjukkan taringnya, dingin menyelisik kedalam kulitku yang tak terbalut selimut. Sunyi menjadi sesuatu yang tak tertandingi. Tak peduli seberapa kencang aku menyetel volume laptopku. Senyap selalu menemukan jalannya untuk menyiksa jiwa lelahku.
Kali ini, lagunya A Rocket To The Moon yang berjudul Like We Used To sengaja kumainkan supaya menenangkan satu sisi didalam hatiku yang begitu hampa. Tapi... tetap saja. Hampa tak mau melepaskan aku dari pelukannya. Padahal sudah berulang kali aku berusaha untuk melepaskannya dan mencoba untuk merasakan luka agar aku merasa hidup kembali. For God sake, I just can't feel anything anymore. Rasanya, hatiku telah membiru dan tak ingin berdenyut kembali. Sebaik apapun orang memperlakukanku dan seburuk apapun orang mengkhianatiku aku selalu menemukan diriku merasa sama. Aku yang bersalah. Ya. Aku selalu menyalahkan diriku sendiri untuk sesuatu yang bahkan tidak pernah aku lakukan. Untuk apa? Supaya aku tak perlu merasa disakiti. Disakiti bagiku adalah hal yang sudah sangat lumrah. Itulah mengapa aku terkadang berharap untuk menjadi kucing saja.
Apa yang aku rasakan selama beberapa bulan ini hanyalah perasaan kalah dari sesuatu yang tak pernah aku merasa mainkan. Entah. Aku selalu merasa aku telah menajdi pecundang dalam suatu pertandingan yang entah sejak kapan aku mainkan.
Argh! here we go again. Kepala ku rasanya sangat sakit dan aku tak mampu melakukan apapun untuk menghilangkannya. Aku bahkan tidak merasa obat akan menghilangkan rasa sakitnya dari kepalaku. Kepalaku rasanya mau pecah.
Masih terjagakah kamu? Bolehkah aku meminta waktumu untuk menemaniku? Bisakah kamu mengirimiku sebuah tanda?
Hei, i always waiting for your post. Enak baca nya, sering sering post.
BalasHapus